Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

Bersenjata Sabar,Rohmah Melawan Sakit

Selang infus masih terpasang kuat di tangan kiri Rohmah (60).Memakai baju pasien berwana hijau lumut,ia terlihat masih lemas. Anak’nya Titin (40),setia menemani seraya sesekali memijit sang ibu. “Sudah hamper dua minggu lebih ibu saya di rawat inap,”ucap Titin. Rohmah mengalami sakit maag berat dan tifus sehingga harus di rawat di RS. Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa, Parung,Bogor.

Rohmah ialah salah satu pasien di ruang rawat inap perempuan RST. Janda tujuh anak tersebut tak hanya kali ini saja mengalami sakit. Hanya saja, baru kali ini Rohmah terpaksa menginap selama lebih dari seminggu di rumah sakit.

“Sebelumnya saya juga pernah didiagnosis penyakit gula (diabetes),” terang Rohmah dengan suara pelan. Rohmah pernah mengalami diabetes pada tahun 2010. Karena mengalami diabetes, mata sebelah kiri Rohmah mengalami gangguan hingga harus dioprasi.

Malangnya, setahun berselang ia mesti mengalami sakit yang serupa. Kali ini mata kananya yang mengalami gangguan, tetapi tak sampai kemeja oprasi. Saat menjalani pengobatan tersebut ia di bantu Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa.

Beruntung Rohmah memiliki seorang anak yang menjadi anggota LKC. Ia dirujuk anaknya ke LKC yang berada di Ciputat.

“Saat itu ibu saya belum menjadi anggota LKC,”terang Titin. Namun, Titin menambahkan, ibunya langsung ditangani LKC dan di rujuk kerumah sakit untuk di oprasi.”Baru setelah itu,ibu saya mendaftar di LKC  kemudian di survei ke rumah. Setelah itu, ibu menjadi anggota LKC seperti adik saya,” imbuh Titin

Selama menjadi anggota LKC, Rohmah mendapatkan pelayanan kesehatan secara geratis. Menjalani rawat inap di RST pun atas rujukan dari LKC. “Prosesnya sama seperti dulu saat di LKC. Ibu masuk dulu dan dirawat, baru setelah itu disurvei.” Papar anak pertama Rohmani ini.

Siapapun  tak akan mau berlama-lama menginap dirumah sakit,meski fasilitas dan pelayanan yang ada sangat mendukung dan nyaman.Hal yang sama di rasakan Rohmah. Kendati ia tak mengeluarkan uang sepeserpun,ia tak ingin belama-lama di RST.

“Bagaimanapun keluar dari rumah sakit secepatnya adalah harapan setiap pasien. Yah, mau bagaimana lagi, kesehatan saya belum pulih seratus persen,” ucap Rohmah.

Dengan sakit yang dideritanya ini, asupan makanan yang ke dalam tubuhnya sulit diterima.”Makanan yang masuk ke mulut itu serasa gak enak. Lidah dan perut saya gak bisa terima. Makanan yang saya makan selalu saya muntahkan lagi,” keluh perempuan yang tinggal di Rempoa,Tanggerang Selatan ini.

Namun, Rohmah hanya bias bersabar.Sabar nenjadi senjata Rohmah dalam menjalani hari-harinya selama sakit. Ia yakin apa yang menimpanya selama ini terdapat hikamah yang besar. “Semoga sakit saya ini menjadi penebus dosa-dosa saya juga,”imbuhnya lirih.

Kendati kondisi lemah dan hanya biasa berbaring, tak menyurutkan Rohmah untuk tetap getol untu beribadah. Ia tetap solat dan bedzkir.”Saya sambil berbaring saja solatnya,” ucapnya.

Bagaimanapun, Rohmah ingin segera kemballi sehat  agar bis berkumpul bersama dengan anak dan cucunya. (DD/Gie )

2,550 total views, 1 views today