Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

Hubungan Periondintitis (Peradangan Jaringan Pendukung Gigi) dengan Penyakit Jantung

Mulut memiliki hampir 700 jenis bakteri yang hidup di dalamnya. Bakteri-bakteri tersebut membantu mengurai partikel makanan.  Setiap kali Anda makan, minum atau bahkan membuka mulut, jumlah bakteri dalam mulut Anda akan meningkat. Sebagian besarnya adalah jenis bakteri yang aman, tetapi ada juga yang berbahaya. Menyikat dan merawat gigi dengan tepat menjaga perkembangan bakteri tetap di bawah kontrol.

Namun, perawatan gigi yang buruk dapat mengakibatkan infeksi gusi, radang gusi dan penyakit mulut lainnya. Hal ini dapat menyebabkan bakteri berbahaya memasuki aliran darah dan menjadi faktor independen yang menyebabkan penyakit jantung. Bakteri yang menyebar melalui arteri Anda dari mulut juga dapat menyebabkan peningkatan pembentukan plak, seperti halnya makanan kaya lemak jenuh meningkatkan produksi plak di dinding arteri. Hal ini berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah dan penurunan aliran darah yang menyebabkan penyakit jantung dan bahkan stroke. Streptococcus Gordonii dan Streptococcus sanguinis adalah beberapa bakteri yang menyebabkan infeksi mulut dan teridentifikasi menjadi faktor yang menyebabkan penyakit jantung.

Menurut penelitian terbaru yang tercantum pada jurnal internasional kedokteran gigi bulan September 2012 lalu, disebutkan ada hubungan antara peradangan jaringan pendukung gigi (periodontitis) dengan penyakit jantung. Hal ini dibuktikan melalui penelitian pada pasien yang menderita periodontitis,ternyata juga memiliki mediator radang yang ada pada penyakit jantung.

Penelitian lainnya, yang disampaikan pada Forum Ilmiah Periodontist Eropa di Austria bulan Juni 2012 lalu, menyimpulkan bahwa bakteri Porphyromonas gingivalis yang terdapat pada kondisi periodontitis dapat merangsang produksi sitokin. Sitokin ini tidak hanya berperan dalam terjadinya periodontitis, namun juga menimbulkan penyumbatan pembuluh darah yang berpengaruh ke jantung.

Jurnal lain menyebutkan, bahwa pasien dengan gigi berlubang, penyakit gusi, penyakit jaringan pendukung gigi, serta memiliki sisa akar yang belum dicabut, dapat menyebabkan peningkatan resiko terjadinya penyakit jantung.

Mekanisme singkatnya, bagaimana penyakit gigi dan gusi dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke adalah sebagai berikut. Ketika gusi mengalami suatu peradangan, maka bakteri gram negatif mengeluarkan endotoksin (Lipopolisakarida). Endotoksin tersebut akan melewati sirkulasi darah selama kita melakukan aktivitas normal pada rongga mulut, seperti mengunyah, sikat gigi, dll.

Hal ini dapat mempercepat timbulnya efek negatif pada jantung dan pembuluh darah. Selanjutnya bakteri tersebut akan menimbulkan agregasi platelet, yang berkontribusi terhadap pembentukan thrombus dan thromboembolism yang merupakan penyebab utama stroke.

Oleh karena itu, hendaklah menjaga kesehatan rongga mulutnya. Sederhana saja, dengan menyikat gigi setelah sarapan pagi, setelah makan siang, dan sebelum tidur malam dengan teknik yang tepat, serta sikat gigi yang tepat. Tidak lupa gunakan benang gigi jika memang diperlukan.

Pembersihan karang gigi dengan rutin, juga salah satu kunci untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Segala lubang gigi yang ada harus ditambal dan sisa akar gigi yang masih ada juga harus dicabut.

 

 

 

2,181 total views, 3 views today