Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

Menanti Kesembuhan Agus Kembali Bersekolah dan Mengaji

Hujan tak kunjung berhenti sepanjang siang itu di kawasan RS. Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa, Kemang, Bogor. Sementara di salah satu sudut ruang rawat inap anak Lt.2 RST, Ahmad (37) duduk setia menemani anaknya yang terbaring lunglai, Agus (11).

“Sudah 21 hari anak saya dirawat di sini (RST), tapi penyakitnya sudah lebih dari setahun lima bulan yang lalu,” ungkap Ahmad sang ayah.

Agus, anak kedua dari pasangan Ahmad (37) dan Wati (32), menderita penyakit edema anasarka ec hipoalbumin dan syndrom nefrotik. Agus mengalami gangguan pada ginjal dan lever. Akibatnya, perut agus mengalami pembengkakan hingga berdiameter 92 cm.

“Gak hanya perutnya aja yang bengkak. Kaki dan hampir semua badannya pada bengkak awalnya,” tuturnya. Wati sang ibu menduga penyakit yang diderita anaknya karena makanan dan minuman.

“Anak saya jarang makan nasi. Ia lebih sering makan mi dan minum minuman yang berwarna. Mungkin gara-gara itu,” kata warga Cisauk, Tangerang, Banten ini.

Selama setahun Ahmad dan Wati berikhtiar agar anaknya sembuh dari penyakit tersebut. Wati membawa Agus ke puskesmas hingga rumah sakit. Namun, sembuh tak kunjung jua dirasakan Agus.

Melihat apa yang dialami Wati, salah seorang warga Tangerang menyarankannya untuk membawa Agus ke RST Dompet Dhuafa. Ahmad dan Wati pun mengikuti saran tersebut.

“Alhamdulillah segalanya dimudahkan. Setelah disurvei oleh tim Surveyor LKC Dompet Dhuafa dan menjadi member pada pagi hari, siangnya Agus langsung dibawa pakai ambulans ke RST,” kisahnya.

Ahmad dan Wati bersyukur lantaran Agus bisa menjalani perawatan yang layak di RST Dompet Dhuafa dengan cuma-cuma. Bekerja hanya sebagai pekerja di salah satu perkebunan, dirasa sulit bagi Wati bila Agus harus dirawat di rumah sakit berbayar.

“Suami juga kerja sebagai buruh lepas yang tak menentu. Penghasilan kami sehari hanya dua puluh ribu rupiah. Untuk makan dan hidup sehari-hari saja susah,” ucap Wati sang istri lirih.

Selama di RST, Agus telah mendapatkan berbagai tindakan medis diantaranya penyedotan cairan dari perut. Kendati membutuhkan waktu yang lama, Wati bersyukur karena Agus sedikit demi sedikit mengalami kemajuan.

“Sekarang kaki Agus sudah gak bengkak lagi. Tadinya gak bisa bicara sama sekali karena tenggorokannya juga bengkak. Sekarang sudah mulai bisa,” katanya.

Sebagai seorang ibu, Wati tetap setia mendampingi dan mendoakan Agus untuk lekas sembuh. Setiap hari ia menginap di RST demi menemani Agus. Ia pun berharap Agus bisa kembali bersekolah dan bermain seperti biasanya.

Ahmad dan Wati pun mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah berdonasi kepada Dompet Dhuafa. RST Dompet Dhuafa, kata Wati, semoga semakin dimudahkan dalam melayani kesehatan kaum dhuafa. “Semoga Allah membalas kebaikan para donatur Dompet Dhuafa,” pungkas Wati. (Author mfr)

2,060 total views, 1 views today