Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

Archive for February 2013

MANFAAT-MANFAAT ASI UNTUK BAYI, IBU, KELUARGA DAN NEGARA

Manfaat ASI bagi bayi

1)        Komposisi sesuai kebutuhan Read more

9,019 total views, 1 views today

BEBERAPA PENYEBAB INFEKSI PADA GIGI

RST Health News - The condition of the teeth and mouth that dirty not only cause bad breath, but also can lead to tooth decay. Damage to teeth is usually caused by dental caries, which is an infectious disease which damages the structures of teeth. If left untreated, the disease can lead to pain, tooth loss, infection of the kidney, kidney disease, and even death.

Here are 5 factors that can lead to dental caries, among others:

1. sweet foods
Mouth is inhabited by bacteria eating sugar really like sweet foods. The sugar-eating bacteria will convert sugar and cause acidic conditions in the mouth that can erode tooth enamel.

Only in about 20 seconds after eating sweet foods, bacteria have changed the conditions of the mouth to acid that can last up to half an hour. So it is important to brush your teeth after eating sugary foods.

2. acidic foods
Acidic foods like citrus can contribute to tooth decay. Acidic foods dangerous because it can create favorable conditions for the bad bacteria in the mouth. Food acids can erode tooth enamel and cause cavities. Avoid eating foods that are too acidic or immediately neutralize the condition of the mouth after eating acidic foods.

Do not brush your teeth immediately after eating acidic foods, because the acid can soften the enamel and makes it more vulnerable when brushed. Instead, rinse your mouth with water or mouthwash and wait until 30 minutes before brushing your teeth.

3. Brushing habits
American Academy of Pediatric Dentistry recommends that a child should start long before the oral hygiene teething. Bad breath, stains on the teeth, or cavities caused by poor oral care since the toddler.

Teach children to brush their teeth every 30 minutes after a meal or at least 2 times a day. Visit your dentist to obtain dental care advice is right for your child.

4. genetics
Genetics have an important influence on the development of any natural physiological human. Genes not only determine hair color and height of the body but is also responsible for the condition of the teeth.

Tooth enamel hardness was also influenced by genetic factors, so how hard to maintain healthy teeth, differ from person to person. Periodontal disease called gum disease, also have been linked to genetics. Gum disease can cause serious damage to the tissue and bone of the mouth resulting in severe infection and tooth loss.

Of course, genes are not the only factors that trigger gum disease. Unhealthy lifestyles such as smoking can also lead to inflammation of the gums and cause damage to cells and tissues.

5. age
A recent study conducted by scientists from the University of Illinois found that infant saliva contains a number of bacteria that can cause dental caries in toddlers. So that dental care should be introduced since the age of 19 months, but this study confirms that dental care should begin teething yet.

Adults also can develop dental caries due to several reasons, including developing gum disease that expose the teeth against bacteria. Risk factors that more common in adults is the lack of saliva, that contains acid neutralizing fluids and help clean up the leftovers.

Consumption of drugs such as lowering high blood pressure and medication for heart problems can reduce the flow of saliva. Brush your teeth regularly and limit your consumption of sugar-sweetened soft drinks because of the high amount of risk for dental caries. (Drg.Ayu, M.Kes/mfr)

2,233 total views, 1 views today

BERIKAN PELAYANAN YANG TERBAIK BAGI PASIEN MISKIN

RST News TANGSEL – Kendati bebas biaya, pasien miskin tidak serta merta mendapatkan pelayanan kurang maksimal. Bagaimanapun, pasien miskin juga manusia yang membutuhkan layanan kesehatan terbaik.

“Layanan kesehatan kaum dhuafa harus cepat. Orang miskin pun sama seperti kita. Inilah tantangan tim kesehatan Dompet Dhuafa dalam melayani pasien dhuafa,” ucap Ahmad Juwaini, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa saat memberikan materi pada  Rapat Pimpinan Nasional dan Capasitas Building Program Kesehatan DD di Wisma Syahida, Tangerang Selatan, Rabu, (20/2).

Dalam rapat yang dihadiri seluruh pimpinan cabang Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa di Indonesia ini, Ahmad juga menghimbau para pelayan kesehatan di seluruh program kesehatan Dompet Dhuafa melayani dengan hati.

“Bahwa memberikan pelayanan optimal kepada mereka adalah termasuk memuliakannya. Memuliakan dhuafa adalah sebuah ibadah,” imbuh Ahmad.

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, advokasi kesehatan merupakan salah satu peran yang diemban Dompet Dhuafa.

“Peran kita yang lain bagaimana bisa ikut serta mendorong mempengaruhi masyarakat untuk membantu kaum dhuafa.  Semua itu dalam rangka mendukung terwujudnya layanan kesehatan berkualitas dan gratis kepada kaum dhuafa,” kata Ahmad. (gie/mfr)

1,805 total views, 1 views today

SEMINAR KESEHATAN PENGEMBANGAN NON - PROFIT HOSPITAL DI ASIA TENGGARA

JAKARTA –  INDONESIA sangat membutuhkan keberadaan rumah sakit (RS) nirlaba (non profit). Pasalnya, pelayanan kesehatan terhadap masyarakat miskin ternyata masih jauh dari ideal. Dari beberapa kasus kesehatan yang melibatkan kaum dhuafa mendapat perhatian dari banyak pihak. Tak terkecuali Dompet Dhuafa (DD) yang sejak 2001 telah mendirikan klinik cuma-cuma (LKC) dan Rs. Rumah Sehat Terpadu (RST) merupakan pengembangan dari LKC yang saat ini sudah melayani sekitar 3000 jiwa sejak beroperasi 4 juli 2012, yang menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi warga miskin.

Makin banyaknya kasus – kasus pasien yang ditolak karena kurangnya dana dan sebagainya menjadi alasan DD mensosialisasikan RS tak berbayar (Non-Profit). RST hadir untuk memberikan pelayanan secara cuma cuma / gratis berkelas VIP.

Dengan harapan mengurangi jumlah tersebut, DD dengan RSTnya menyelenggarakan seminar dengan tema “Pengembangan Non-profit Hospital di Asia Tenggara”. Seminar yang diadakan di Twin Plaza Jakarta Barat Kamis (21/2) ini dihadiri beberapa direktur RS, instansi kesehatan, masyarakat umum dan lembaga lainnya.

”Seminar ini berangkat dari kesadaran bahwa sehat milik semua, dan merupakan kebutuhan yang sangat penting. Khususnya bagi dhuafa.” papar Direktur RS RST Dompet Dhuafa dr.Yahmin Setiawan, MARS.

RST Dompet Dhuafa merasa perlu memberikan solusi terbaik dengan pelayanan tak berbayar. Dan RST merupakan RS pertama di Indonesia yang biaya perawatannya full cuma-cuma. “melalui penghimpunan dana yang dihimpun masyarakat seperti Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZIZWAF) serta dana social lainya kami pergunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis,” Ulasnya.

Menurut keynote speaker Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan (BUK) Prof.Dr.dr.med.AkmalTaher,SpU(K), saat ini dari 819 RS di Indonesia, ada 728 RS yang non-profit. Namun belum sepenuhnya gratis, hanya bayarannya yang dikurangi. Setelah dari seminar ini, diharapkan banyak RS yang tertarik menjadi full non-profit seperti RST Dhompet Dhuafa. Karena biayanya sendiri berasal dari donatur.

Melalui seminar ini pula diharapkan dapat membumikan informasi tentang non – profit hospital yang dapat mengurangi beban biaya kesehatan masyarakat dhuafa.

Masih banyaknya kaum dhuafa di Indonesia menjadikan pelayanan tak berbayar menjadi suatu keharusan. Direktur RST, Yahmin Setiawan mengatakan banyak orang kaya di Indonesia yang juga bersedia berbagi.

“Karena itu seminar ini menginformasikan tentang RS non-profit. Darimana mendapat dana, bagaimana menjalankannya, RST dapat dicontoh” ujarnya.

2,949 total views, no views today

Pages:1234Next »