Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

METODE KANGGURU UNTUK BAYI BBLR

Setiap tahun, diperkirakan sekitar 20 juta bayi lahir dengan berat lahir rendah (BBLR).  Sebagian besar penyebab BBLR di negara berkembang adalah gangguan pertumbuhan intrauterin (dalam rahim). Intervensi yang efektif masih sangat terbatas akibat terbatasnya jumlah fasilitas dan tenaga yang terampil. Akibatnya angka morbiditas dan mortalitas bayi BBLR menjadi tinggi.
Perawatan metode kangguru (PMK) merupakan salah satu cara yang sederhana dan terbukti efektif untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan dasar bayi, antara lain kehangatan, ASI, perlindungan infeksi, dan stimulasi.

PMK adalah asuhan kontak kulit dengan kulit, yang juga disebut “perawatan metode kanguru”, merupakan bentuk interaksi orang tua dengan bayinya, dimana ibu menggendong bayiny dengan kontak kulit dengan kulit pada posisi vertikal, kepala di antara payudaranya selama 20 menit atau lebih.

PMK dapat membantu pertumbuhan bayi prematur dan dianjurkan untuk bayi dengan BBLR, yaitu berat lahir di bawah 2.500 gram. PMK ditemukan sejak tahun 1983 dan bermanfaat untuk merawat bayi BBLR, baik itu selama perawatan di rumah sakit maupun di rumah.

PMK mampu memberikan kebutuhan asi bayi BBLR,  caranya melalui penyediaan situasi dan kondisi yang mirip dengan rahim ibu, sehingga memberikan peluang untuk beradaptasi lebih baik dengan dunia luar.  PMK juga lebih disenangi bayi dan bermanfaat karena dapat memberikan rasa aman, nyaman, menguatkan insting bayi dengan merasakan detak jantung ibunya lalu mencari-cari sendiri putingnya.

Keuntungan dari perawatan bayi BBLR dengan  menggunakan PMK  ini, di antaranya adalah menstabilkan suhu tubuh, denyut jantung, dan pernapasan bayi serta meningkatkan hubungan emosi ibu-anak, meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi lebih baik lagi . Kemudian bayi menjadi tidak berlama-lama menangis, memperbaiki keadaan emosi ibu dan bayi, meningkatkan produksi ASI, menurunkan resiko infeksi selama dalam perawatan di rumah sakit dan mempersingkat masa rawat di rumah sakit.

Berikut ini langkah-langkah dalam melakukan PMK, yaitu pertama berikan bayi kita pakaian, topi, popok dan kaus kaki yang telah dihangatkan terlebih dahulu.Kedua,
letakkan bayi di dada kita, dengan posisi tegak dan bersentuhan langsung dengan kulit kita. Pastikan kepala bayi sudah terfiksasi pada dada kita. Posisikan bayi dengan siku dan tungkai tertekuk, kepala dan dada bayi terletak di dada kita  dengan kepala agak sedikit mendongak. Kita juga dapat mengenakan baju dengan ukuran besar sehingga posisi bayi bisa diletakkan di antara payudara lalu baju ditangkupkan. Kenakan selendang yang dililitkan di perut kita agar bayi tidak terjatuh.

Ketiga, jika baju tidak dapat menyokong bayi, kita dapat menggunakan handuk atau kain lebar yang elastis atau kantong yang khusus dibuat untuk menjaga tubuh bayi.
Empat, selama melakukan metode kangguru ini, kita masih dapat beraktivitas dengan bebas, dapat bergerak bebas walaupun berdiri, duduk, berjalan, makan dan mengobrol. Namun pastikan, saat tidur, posisi kita setengah duduk atau meletakkan beberapa bantal di belakang punggung. Lima, jika kita lelah, metode ini dapat dilakukan juga oleh ayah atau orang lain. Dan keenam, perhatikan persiapan sang ibu, bayi, posisi bayi, pemantauan bayi, cara pemberian ASI, dan kebersihan ibu juga bayinya.

Selama bayi cukup mendapat ASI dan beradadalamdekapanibu, biasanya suhu akan mudah dipertahan kanan tara 36,5-37,5°C. Walaupun demikian, pemantauan suhu ketiak bayi perlu dilakukan setiap 6 jam selama 3 hari pertama PMK dimulai. Selanjutnya pengukuran dilakukan 2 kali sehari. Selain suhu, ibu perlu memantau pernapasan bayi.  Pernapasan normal bayi prematur berkisar 40-60 kali per menit dan kadang dapat disertai periodeapnu (tidak bernapas).

Beberapa tanda bahaya adalah bayi sulit bernapas, merintih, bernapas sangat cepat atau sangat lambat, berhenti napas yang sering dan lama (>20 detik), bayi terasa dingin walau sudah dihangatkan, sulit minum, muntah-muntah, kejang, diare, atau kulit menjadi kuning. Bila menjumpai tanda-tanda diatas, segeralah mencari pertolongan pada tenaga kesehatan.

PMK idealnya dilakukan 24 jam sehari, tetapi pada permulaan dapat dilakukan bertahap dari minimal 60 menit, kemudian ditingkatkan sampai terus-menerus, siang dan malam, disela hanya untuk mengganti popok. Ibu dapat tetap melakukan pekerjaan sehari-hari seperti berdiri, duduk, memasak, jalan-jalan, bahkan bekerja.Waktu tidur pun ibu dapat berbaring atau setengah duduk sambil tetap mempertahankan posisi kanguru.

Ibu dapat beraktivitas dengan bebas, dapat bebas bergerak walau berdiri ,duduk , jalan, makan dan mengobrol. Pada waktu tidur , posisi ibu setengah duduk atau dengan jalan meletakkan beberapa bantal di belakang punggung ibu.. Bila ibu perlu istirahat ,dapat digantikan oleh ayah atau orang lain. Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan persiapan ibu,bayi, posisi bayi , pemantauan bayi , cara pamberian asi , dan kebersihan ibu-bayi.

Terdapat beberapa kriteria bayi yang dapat dilakukan PMK, yaitu bayi dengan berat badan dibawah 2.000-2.500 gram, tidak ada kelainan atau penyakit yang menyertai, refleks dan kordinasi isap dan menelan yang baik, perkembangan selama diinkubator baik dan kesiapan dan keikutsertaan orang tua, sangat mendukung dalam keberhasilan.
# dari berbagai sumber

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

2,746 total views, 1 views today