Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

DIABAIKAN OLEH RUMAH SAKIT SETEMPAT, URIP DITANGANI PENYAKITNYA OLEH RST DD

RST NEWS – Bau busuk menyengat bahkan ada ulat yang keluar dari luka yang membusuk itu. Tiga tahun yang lalu, Urip Samsudin masih bebas melangkah ke mana pun dia mau. Pemuda berusia 35 tahun ini selalu berusaha mengarungi kehidupannya dengan bekerja keras untuk menutupi kebutuhan keluarganya. Urip masih sehat kala itu.

Dengan kondisi tubuh yang sehat, ia tidak cukup mengandalkan penghasilan sebagai penjaga WC di kawasan Stasiun Bogor. Urip yang tinggal di RT 02/09 Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor ini juga nyambi menjadi juru parkir motor. Semua ini dia lakukan demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

singkat awal cerita urip mengalami luka di kakinya karena terjepit standar motor. Tidak disangka, luka itu semakin hari semakin melebar ke daerah lainnya. Tidak ada pilihan lain, selain berobat ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), namun Urip mengaku dirinya kerap mendapatkan pelayanan kurang optimal selama ini. sekalinya pun berobat ke rumah sakit (RS), “cuman ditanya-tanya aja. Gak dikasih obat. Malah disuruh ke sana ke mari,” ujar Urip saat ditemui di ruang isolasi, ruang rawat inap RST Dompet Dhuafa, Kamis, (7/3).

Kini, Urip tak berdaya. Tubuhnya semakin kurus digerogoti penyakitnya. Kedua kaki pria malang ini berwarna hitam seperti bekas terbakar. Bau busuk menyengat menusuk hidung. Tidak hanya itu. ibu Urip, Ny Arum, pernah melihat ulat keluar dari luka yang membusuk itu.

Beberapa tahun lalu, kaki Urip diamputasi dan saat itu penyakit yang dideritanya sudah sembuh. Namun, sekarang kaki penderita yang satu lagi diserang penyakit yang sama. Ketika mau diamputasi, keluarga Urip tidak mampu menanggung biaya yang cukup besar sehingga pihak rumah sakit menunda proses amputasi.

Hal tersebut diakui sangat membebani Urip. Ia berdalih, lantaran saat itu ia harus bolak-balik dari kediamannya di Batu Tulis ke Ciawi. Ia dirujuk untuk diperiksa di RSUD Ciawi.

“Yah saya serasa dipingpong aja. Kasihan juga orang-orang yang udah nganter saya. Ade-ade saya. Keluarga saya,” katanya.

Ketidakoptimalan perawatan kesehatan yang ia dapatkan selama ini berimbas kepada kian memburuk kondisi penyakitnya.

“Saya menderita penyakit ini sudah dari 2009. Kaki kiri saya malah sampai diamputasi,” kata urip yang tak lagi bekerja setelah diamputasi.

Penyakit yang dialami Urip membuat jemari kakinya membusuk dan terlepas dengan sendirinya. Namun, kini Urip bisa sedikit bernafas lega. Sejak Rabu, (6/3) ia dirujuk ke RST dan langsung mendapatkan tindakan.

“Syukur alhamdulillah di RST Dompet Dhuafa ini langsung ditangani. Saya hanya bisa berdoa agar bisa segera sembuh,” pungkas Urip.

Menurut Fia Fariha, Humas RST Dompet Dhuafa mengatakan bahwa Urip datang ke RST menggunakan ambulans Puskesmas pada Rabu pukul 13.00 siang. Urip langsung mendapatkan penanganan.

“Pasien Urip langsung kami tangani dan masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah itu pasien dirawat di ruang isolasi dan mendapat perawatan intensif sampai hari ini,” terang Fia. (gie/mfr)

2,309 total views, 1 views today