Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

Tagihan Nol Rupiah

Kesehatan di negri ini masih merupakan barang mewah yang harus dibeli dengan biaya mahalMasih banyak saudara-saudara kita yang telah menderita sakit tidak mampu berobat dengan layak.  Mereka tidak tahu ke mana harus berobat, sementara untuk makan sehari-hari saja mereka merasa kesuliatan.

Biana tampak berbinar,ia tak mampu menyembunyikan bahagia. Dengan menggedong seorang anak perempuan berusia sekitar 1,5 tahun, ia keluar ruangan apotek. Tangan kananya menenteng pelastik terasparan yang berisi beberapa bungkusan kecil berwaran biru. Saat memegangi keretas kecil berwarna putih, ia hanya tersenyum. “Total : Rp 0,”demikian yang tertara di bagian bawah keretas itu. Pada umumnya, Biana tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Mengenai nilai-nilai yang tertera di billing tersebut,merupakan hanya penanda berapa besar nilai (zakat dan sedekah) yang telah di salurkan kepada pasien untuk satu kali pelayanan medis.

Demikian lah kira-kira gambaran sehari-hari si Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa. Ketika dirumah sakit lain keluarga pasien merasa getir, tak jarang ada yang semakin sakit , karena besarnya angka yang tertara dan harus di bayar ketika akan akan keluar dari rumah sakit, di RST semua pasien akan terseyum. Meski mereka tak memiliki uang, pasien tak perlu cemas karena semua sudah di tanggung oleh donator.

Very very important for poor (vvip)

Inilah sebuah rumah sakit yang dibangun dengan nilai nilai kemanusiaan. Sebuah rumah sakit yang menghargai hak-hak kaum dhuafa untuk mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik. Disinilah orang sakit merasakan pengobatan yang holistic dari sisi medis maupun spiritual.

Dompet Dhuafa  menghinpun wakaf dan sedekah untuk membiyayai pembangunan rumah sakit megah yang terletak di atas lahan seluas 7.803 m berlokasi di Desa Jampang, Kecamatan Kemang , Bogor Jawa Barat. Semantara untuk operasionalnya, Dompet Dhuafa mengandalkan dana zakat dan sedekah dari para donator.

Sejak 12 tahun lalu Dompet Dhuafa mengulirkan program kesehatan berupa pendirian kelinik bebas bayar dengan nama Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC). Sebanyak 500 ribu lebih pasien di layani oleh kelinik ini Kelinik yang beroprasi di Ciputat ini kemudian diadopsi di berbagai daerah untuk memperluas kemanfaatan.

Keberadaan LKC rupanya belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat dhuafa. Kesehatan di negri ini masih merupakan barang mewah yang harus dibeli dengan biaya sangat mahal. Masih banyak sodara-sodara kita  yang tengah menderita sakit tidak mampu berobat dengan layak, semantara untuk makan sehari-hari saja mereka merasa kesulitan. “Rumah sakit ini akan menjadi oase di tengah maraknya kapitalisai rumah Sakit di Tanah Air. Kemegahan gedung yang di tampilkan tidak sekedar untuk gagah-gagahan, namun lebih kepada ingin menghadirkan pelayanan yang lebih lengkap untuk pasien dhuafa,” ungkap Persiden Direktur Dompet Dhuafa, Ismail A Said beberapa watu yang lalu

RST ingin memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik tanpa perlu menakut-nakiti warga dengan tagihan yang mahal. Disinilah warga  miskin bisa merasakan layanan kelas 1.

Sebagaimana di rumah sakit pada umumnya, Sekali lagi tanpa mengeluarkan uang atu rupiah pun. Rumah sakit ini memeng dideikasikan bagi mereka yang dhuafa, very very important for poor (vvip).

Semua fasilitas kesehatan tersedia di sini, mulai dari poli umum, poli anak, gigi, ruang persalinan dan anak, ruang oprasi, bahkan ruang akupuntur dan herbal yang menjadi cirri khas pengobatan Timur. Bagi orang sakit, RST terasa berbeda, mereka menemukan suasana rumah yang nyaman,bersahabat dan damai.

RST MILIK SEMUA

Tidak hanya fasilitas medis, di RST juga terdapat healing garden, sebuah taman yang indah, dihiasi berbagai tanaman herbal yang mampu membuat pasien nyaman dan mempercepat kesembuhan pasien, RST terbuka bagi siapapun bagi mereka yang layak dibantu.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh donator, yang telah mengamanahkan sebagian hartanya melalui kami untuk membantu masyarakat dhuafa. Hingga kini, dengan tangan terbuka kami masih membuka kesempatan yang ingin membantu saudara-saudara kita yang papa,” tukas Ismail.

Dalam setahunya,RST  ditargetkan mampu melayani 54 ribu pasien dhuafa.sedikitnya 17 miliar yang dibutuhkan untuk membiayai oprasional rumah sakit ini. Tanggung jawab untuk membangun bangsa yang kuat dan sehat akan terasa lebih ringan jika saja dikerjakan secara bersama-sama dan bahu membahu sebagai wujud komitmen terhadap kemanusian.

1,994 total views, 1 views today