Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

dr. Novelia Z.L. Mardin Sp.A.: DOKTER SAHABAT ANAK DI RST DOMPET DHUAFA

PARUNG – Kebanyakan anak-anak kalau diajak ke dokter selalu tidak mau, karena kalau ke dokter yang terbayang dipikiran mereka adalah jarum suntik. Tapi akan berbeda situasinya, kalau anak-anak tersebut sudah bertemu dengan dr. Novelia Z.L. Mardin Sp.A., Ia dikenal sebagai dokter sahabat anak yang mampu dalam sekejap menjadi dekat dengan anak-anak.

Dokter Novelia, memang sosok yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak. Dengan sikap yang hangat itu pula ia mampu mengobati anak-anak yang sedang bermasalah kesehatannya. Hal ini sejalan dengan tugasnya sebagai dokter spesialis anak lulusan Fakultas Kedoteran Universitas Indonesia 5 tahun yang lalu. Sementara itu gelar sarjana kedokteran umum diperolehnya di kampus yang sama, 7 tahun lalu.

Dokter Novelia mengawali kariernya dengan bekerja sebagai dokter umum di Pertamina, setelah satu tahun mengabdi di perusahaan minyak tersebut, Departemen Kesehatan Perusahaan itu memutasi dokter ini untuk ditempatkan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), menjadi dokter di Poli Anak. Saat berkerja di Poli anak inilah ia pun terinspirasi untuk mengambil spesialis anak.

Menjadi dokter memang sudah cita-cita Novelia dari semenjak kecil. Namun di masa kecil itu, belum terbayang untuk menjadi seorang dokter spesialis anak. Dan ketika itu pula Ia yakin benar, bahwa untuk menjadi seorang dokter, tidak bisa diperoleh dengan mudah. Hal itu membutuhkan tekad yang kuat dan harus tekun belajar. Ketika duduk di bangku SMP, keinginan untuk menjadi dokter itu semakin kuat, ia pun berusaha sekuat tenaga dan membaca banyak buku penunjang.

Alhamdulillah, cita-citanya tercapai, bahkan tidak hanya sekedar menjadi dokter, melainkan juga sebagai seorang dokter spesialis anak. Suatu hasil dari perjuangan dan ketekunan belajar yang tidak sia-sia. Kini dr. Novelia sudah berumur 63 tahun, dan bukan umur yang muda lagi. Banyak pengalaman kedokteran yang sudah ia telan dan dirasai.

Ia sendiri sebenarnya sudah memasuki masa pensiun, tapi masa itu tidak dinikmati untuk berpangku tangan. Pengalaman yang banyak itu pun ia bagi untuk pasien dhuafa di Rumah Sehat Terpadu (RST), Parung, Bogor. Selain di RST, dr. Novelia juga masih aktif menjadi dokter spesialis di RS. Salak dan RS. Hermina Bogor.

Pengabdiannya di RST sangat didukung suaminya yang juga pensiunan dari Pertamina. Bahkan dr. Novelia kenal dengan RST karena suaminya sering membacanya di koran. Selain itu, anaknya yang bersekolah tidak jauh dari RST, juga sering bercerita tentang rumah sakit untuk dhuafa ini. Akhirnya ia tertarik untuk menjadi relawan di RST.

“RST adalah rumah sakit yang unik dan menarik, saya sangat ingin berbagi ilmu dan pengalaman dalam melayani pasien anak-anak di sini,” jelas dokter Novelia.

Sebagai imbalan dari keikhlasannya menjadi relawan dokter spesialis di RST, dr. Novelia hanya mendapatkan ucapan terimakasih dan doa-doa dari pasien dhuafa yang ia layani. Ia hanya berharap usahanya itu menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT.

Dokter Novelia memiliki banyak harapan di RST, karena ia tahu, di luar sana masih banyak masyarakat yang tidak mampu dan sangat membutuhkan pelayanan rumah sakit gratis seperti RST.

Namun demikian, RST diharapkan lebih selektif dalam penerimaan pasien tidak mampu, terkadang banyak juga masyarakat yang mengaku tidak mampu padahal ia mampu.

Selain itu, diharapkan RST lebih aktif mensosialisasikan ke masyarakat, karena masih banyak pasien-pasien yang tidak mampu yang belum tahu kalau di RST kaum dhuafa gratis berobat.

“Terkadang dengan hanya melihat gedung RST yang besar dan megah, mereka jadi tak berani dan tidak yakin kalau orang-orang miskin gratis berobat di RST,” jelas Novelia.

Tentunya, dr. Novelia bukan hanya berharap kepada RST. Ia juga berharap kepada rekan-rekannya sesama dokter untuk ikut bergabung menjadi relawan di RST dan kepada para dermawan yang ingin mencari ridhonya Allah SWT hendaknya selalu mendukung RST dengan pendanaan, agar semakin banyak pasien dhuafa yang tertolong termasuk pasien anak-anak. (Maifil)

2,431 total views, 1 views today