Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

KEPULANGAN NOVI (TKW) KE INDONESIA KARENA PENYAKIT COCXITIS

Novi, begitulah ia disapa. Wanita kelahiran tahun 1983 yang bernama lengkap Titin Noviani  ini saat kami temui sedang menjalani fisioterapi di RS.Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa.  Sebelum akhirnya berada di RS. Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, sebelumnya Novi pernah dirawat oleh orang yang mempekerjakannya di Hongkong, namun karena tidak terdapat kemajuan pada kesehatannya, akhirnya Novi dipulangkan ke Indonesia dan dirujuk ke RS. Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa untuk menjalani fisioterapi. Penyakit yang diderita Novi bernama Cocxitis (Radang Pada Tulang Sendi Coxae).

“Pasien mengalami penyakit Cocxitis atau Radang Pada Tulang Sendi Coxae. Pada tulang femor Novi, banggol kepalanya masuk ke dalam, sehingga pola jalan terbuka. Novi tidak bisa mengangkat kakinya lebih tinggi dari orang normal, sehingga harus berjalan menggunakan alat bantu,” kata Bapak Johan selaku terapis Novi saat ditemui di ruang fisioterapis (Rabu, 1 Mei 2013).

Menurut keterangan Novi, penyakit Cocxitis tersebut disebabkan karena ia jatuh didorong oleh temannya pada saat ia bekerja sebagai  TKW di Hongkong. Novi merupakan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang pernah bekerja  di Singapura dan yang terakhir di Hongkong. Ia menjadi TKW di Singapura selama 3 tahun, yaitu dari tahun 2007-2010. Kemudian pada tahun 2010, ia pindah menjadi TKW di Hongkong  sampai akhirnya peristiwa itu terjadi dan mengharuskan Novi untuk kembali pulang ke Indonesia untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sebetulnya, menjadi TKW bukan merupakan pilihan hidup Novi. Wanita yang selepas SMA sempat melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi program Diploma 2 ini mengaku, bahwa ia ingin menjadi TKW, selain karena tuntutan kehidupan, ia juga tergiur dengan gaji yang dihasilkan. Selain itu ia juga senang karena dapat mempelajari berbagai bahasa negara lain. Selama menjadi seorang TKW banyak sekali pengalaman yang ia dapatkan, baik pengalaman menyenangkan maupun menyedihkan. Pengalaman menyenangkan yang ia dapatkan antara lain seperti ia mendapatkan majikan yang baik dan diperlakukan dengan baik oleh majikannya. Ia menuturkan bahwa orang yang mempekerjakannya baik di Singapura atau di Hongkong memperlakukan dia seperti keluarga mereka sendiri. Sedangkan pengalaman sedih yang ia rasakan saat menjadi TKW adalah ia jauh dari orang yang sudah merawat dan membesarkannya yang biasa ia sebut abah.  Sejak kecil Novi memang sudah ditinggal oleh orangtuanya yang sampai saat ini ia pun belum mengetahui keberadaan orang tuanya. Dalam menggeluti pekerjaanya sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) ini sebetulnya banyak sekali harapan ia tanamkan kepada lembaga-lembaga yang berwenang menangani dan menjamin kehidupannya di negeri orang.

“Saya sangat berharap kepada pemerintah atau PT yang mengirim kami kesini  untuk selalu memantau keadaan serta permasalahan kami disini, karena selama ini jika kami ada masalah dan mengadu ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia, kami merasa diacuhkan. Terus saya juga berharap kalau orang luar jangan memandang rendah kami. Tolong hargailah kami, walaupun kami hanya seorang TKW, ” kata Novi.

Tenaga  Kerja Wanita atau Tenaga Kerja Indonesia merupakan seorang pahlawan devisa negara. Walaupun tidak terlihat secara kasat mata, para TKW dan TKI ini sebetulnya mampu menghasilkan trilyunan rupiah untuk bangsa Indonesia. Namun terkadang pemerintah dan masyarakat kurang dapat menghargai jerih payah mereka.

Pada hari ini Rabu, 01 Mei 2013 merupakan Peringatan Hari Buruh Internasional. Seluruh buruh di Indonesia memperingati Hari Buruh Internasional, sekiranya peringatan Hari Buruh ini dapat menjadi momentum untuk mengingatkan kepada masyarakat Indonesia akan besarnya jasa para buruh sehingga mereka untuk kedepannya bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Selamat Hari Buruh! (tie)

2,114 total views, 3 views today