Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

TETAPLAH BERJUANG RAYHAN

Bocah berusia dua tahun ini bernama M. Rayhan Al Ghiffary. Sudah hampir dua bulan ia terbaring di ruang HCU/ICU Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa di Bogor dikarenakan penyakit Meningitis TB (Infeksi pada Selaput Otak karena penyakit Tuberkulosis) yang dideritanya.

Berdasarkan data rekam medis, kondisi Rayhan pada saat awal masuk ke RST Dompet Dhuafa begitu mengkhawatirkan.
“Pada awal masuk ia mengalami kejang, panas, diare, batuk dan tingkat kesadarannya adalah koma. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata didapat riwayat TB pada diri Rayhan, “ kata Ira perawat yang selama ini merawat dan memantau keadaan Rayhan saat ditemui di ruang HCU/ICU RST Dompet Dhuafa di Bogor , Jumat (3/5/13).

Anak ke dua dari tiga bersaudara ini merupakan putra pasangan Bapak Aji (36) dan Ibu Sumini (34) yang beralamat di daerah Cibedug, Bogor. “Saat ini keadaan Rayhan sudah mengalami banyak perkembangan. Tingkat kesadarannya sudah naik menjadi apatis (kurang perduli terhadap keadaan sekitarnya), diare sudah tidak ada, kejang sudah tidak ada, namun terkadang masih suka panas,” terang Ibu Ira.

“Penanganan yang telah dilakukan sampai saat ini adalah terapi yang sesuai dengan standar dari dokter spesialis anak dan tambahan terapi seperti terapi musik dan fisioterapi. Hal tersebut dilakukan untuk merangsang kesadaran Rayhan. Rayhan baru akan bergerak jika mendengar musik atau menangis jika ia merasakan sakit, “ katanya.

Rayhan sendiri sudah sejak setahun lalu menderita TB. Rayhan sempat dirawat di RS. Ciawi selama dua hari. Setelah ada perkembangan, akhirnya Rayhan pun dibawa pulang ke rumah. Namun selang beberapa hari, penyakit Rayhan kambuh kembali. “ketika kambuh lagi itu, akhirnya dibawa ke RS di Cisarua, sudah masuk tiga hari dokter menyarankan Rayhan agar ditangani diruang ICU,” kata Bapak Aji saat ditemui di ruang HCU/ICU RST Dompet Dhuafa di Bogor, Jumat (3/5/13).

Keterbatasan ekonomi membuat Bapak Aji bingung, ia yang bekerja di sebuah tempat fotocopy dan istrinya yang terkadang berjualan jamu gendong sudah terbayang dalam benaknya betapa besar biaya yang harus dikeluarkan serta sulitnya persyaratan yang diajukan untuk perawatan anaknya di ICU. Namun berkat info dari tetangganya mengenai RST Dompet Dhuafa, akhirnya dengan proses yang begitu cepat Rayhan bisa mendapatkan perawatan di HCU/ICU.

“Namanya juga orangtua, bohong kalau tidak sedih ngeliat anaknya dalam kondisi kaya gini. Dokter juga bilang kalau nanti sembuh pun kemungkinan ada sedikit gangguan terhadap IQ nya, tapi semua saya kembalikan ke Allah SWT. Saya harus tetep tegar, sabar, pasrah tapi tetep berdoa dan selalu minta yang terbaik sama Allah buat kesehatan anak saya,” kata Aji. Tetaplah berjuang Rayhan, untuk masa depan yang baik. (tie/yhm)

2,503 total views, 1 views today