Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

TANGIS BAHAGIA KELUARGA ATAS KEPULANGAN WIRA

“Wira baliiik!! Wira geus baliiik!!!” (artinya: Wira pulaaang!! Wira sudah pulaaang!!!)

Begitulah teriakan adik Wira sambil berlari ke arah rumahnya saat Wira keluar dari mobil ambulan RST Dompet Dhuafa  yang mengantarnya pulang ke rumah di Desa Leuweung Gede, Kecamatan Tenjo, Jasinga, Bogor.

Ya, setelah selama satu bulan dirawat di RST Dompet Dhuafa, akhirnya Jumat, 31 Mei 2013, Wirayudha bocah penderita masalah gangguan gizi berupa penyakit gizi buruk ini diperbolehkan pulang.

Keluarga, tetangga dan sanak saudara yang telah menanti kepulangan Wira dari sejak pagi pun begitu antusias menghampiri Wira yang baru saja keluar dari mobil ambulan. Mereka langsung menghampiri dan mencium pipi Wira. Teman-teman sepermainan Wira pun ikut menghampirinya. Mereka terus memanggil-manggil nama Wira sambil mengikuti Wira dan ayahnya yang berjalan menuju arah rumah mereka.

Saat sedang berjalan ke rumah tiba-tiba dari arah belakang, bibi Wira datang menghampiri Wira sambil berlari dan menangis kemudian langsung menggendong dan menciumi pipi Wira lalu bibi Wira pun menggendong keponakannya tersebut sampai ke rumah.

Setibanya di rumah, ibu dan nenek Wira pun ternyata telah menunggu dan langsung memeluk dan mencium Wira. Mereka menangis sambil mengucap syukur karena anak, cucu, dan keponakan mereka Wirayudha yang satu bulan dirawat karena penyakit gizi buruk akhirnya dapat kembali pulang ke rumah dengan kondisi sehat dan sangat baik.

”Alhamdulillah ponakan saya Wira sudah pulang ke rumah. Sekarang, Alhamdulillah sudah sehat, pipinya sudah gemuk, Alhamdulilah,”ucap Bibi Wira sambil menangis.

Kepulangan Wira saat itu langsung disambut dengan tradisi saweran yang dilakukan oleh keluarga Wira. Wira didudukkan di kursi yang terletak di depan tempat saweran, kemudian ibu Wira mengambil sebuah ember yang berukuran sedang dimana didalamnya berisi uang koin, beras, dan makanan ringan yang dijual di warungnya lalu barang-barang tersebut dilemparkan ke arah tetangga dan sanak saudara yang telah berkumpul untuk mendapatkan saweran. Mereka yang telah berkumpul pun beramai-ramai memperebutkan barang-barang yang dilemparkan oleh Ibu Wira.

”Saweran ini sebenarnya tradisi dari keluarga. Saya sudah nazar kalau anak saya sembuh pulang ke rumah saya mau mengadakan saweran ini sebagai tanda syukur,”ucap Ibu Wira

Terpancar raut bahagia dari wajah Ibu Wira karena kondisi kesehatan Wira sudah pulih sehingga ia pun dapat berkumpul bersama kembali.

”Senang banget rasanya, Alhamdulillah Wira udah sembuh,” ungkap Ibu Wira.

Selama ini Penyakit Marasmus Kwashiorkor/gizi buruk yang menyerang Wira selama tujuh tahun tersebut telah menggerogoti tubuh Wira sampai berat badannya hanya berkisar 11kg dan membuat kulit tubuh Wira mngering dan melepuh. Tidak hanya itu, penyakit lain yang dideritanya yaitu diare semakin membuat Wira lemah tidak berdaya. Namun setelah mendapatkan perawatan di RST Dompet Dhuafa secara perlahan berat badan Wira pun mulai naik.

Seminggu dirawat di RST Dompet Dhuafa berat badan Wira bertambah 1kg menjadi 12kg, kemudian beberapa hari berikutnya naik ½ kg menjadi 12,5kg, lalu minggu berikutnya naik kembali menjadi 13kg disertai dengan sembuhnya penyakit diare yang diderita Wira serta perbaikan kulit Wira yang awalnya kering dan melepuh berangsur-angsur membaik. Kemudian pada minggu berikutnya berat badan Wira naik kembali menjadi 14kg disertai dengan pola makan yang sudah mulai normal yaitu sehari tiga kali, sampai akhirnya berat badan terakhir Wira setelah diperbolehkan rawat jalan adalah 15kg.

Sebelum menuju rumah Wira, kami sempat mengunjungi puskesmas terdekat untuk menitipkan Wira agar dipantau selalu kesehatan serta asupan makanan/nutrisinya.

Hal yang sama pun kami sampaikan kepada keluarga Wira, yaitu kepada ibu dan bibinya bahwa mereka harus membantu mengontrol asupan makanan  yang dikonsumsi oleh Wira serta mendorong Wira untuk tidak pilih-pilih dalam mengkonsumsi makanan.

Jika ditinjau dari segi ekonomi sendiri, saat ini kiranya keluarga Wira sudah selangkah lebih baik keadaannya. Hal tersebut terlihat dari adanya sebuah warung yang terdapat di rumah Wira. Warung kecil-kecilan yang menjual aneka makanan dan minuman ringan ini dibangun oleh para donatur untuk membantu menunjang perekonomian keluarga Wira.

Warung yang baru berdiri kurang lebih dua pekan yang lalu ini dapat menambah pendapatan untuk keluarga Wira sebesar Rp 100.000,00/hari. Jumlah tersebut cukup besar jika dibandingkan dengan penghasilan ibu Wira yang sebelumnya membantu perekonomian keluarga dengan menjadi buruh kebun.

Dengan demikian, diharapkan bahwa dengan perekonomian yang saat ini sudah lebih baik, keluarga dapat memberikan asupan makanan yang bergizi dan baik untuk anak-anaknya terutama untuk Wira agar ia tidak terserang penyakit gizi buruk kembali.

RST Dompet Dhuafa mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak dan donatur yang telah membantu perawatan Wira sampai sehat kembali. (tie/yhm)

2,867 total views, 1 views today