Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

BALITA SEHAT DAN CERDAS

Memiliki seorang balita (bayi usia di bawah lima tahun) yang sehat dan cerdas tentunya merupakan dambaan setiap orangtua. Memiliki status kesehatan yang baik dan kelebihan berupa kecerdasan, tentunya memberi kebahagiaan kepada orang tua yang merawatnya sejak kecil dan juga akan menjadi salah satu bekal penting bagi sang balita ketika dia sudah menjadi dewasa kelak.

Orangtua mana yang tidak bahagia jika memiliki balita sehat. Kesehatan balita memang harus dijaga sedini mungkin karena mereka tengah mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang penting. Tumbuh kembang si balita akan terganggu jika orangtua tidak memperhatikan kesehatannya. Sebagai orangtua yang bijak, ini waktunya untuk mengenal tanda-tanda balita yang sehat.

Tanda balita sehat yang pertama adalah balita yang lincah dan ceria serta aktif bergerak dan bermain, berarti adalah balita dalam keadaan sehat dan bugar.  Dunia balita yang sehat adalah dunia yang ceria dan dinamis, mereka tak berhenti bergerak dan berceloteh dikarenakan antara lain ditunjang oleh otot-otot tubuhnya yang lentur, sehingga balita luwes menekuk sendi seluruh tubuhnya. Untuk itu, waspadalah jika balita tiba-tiba lesu, karena mungkin saja dia sedang tidak enak badan namun tidak bisa atau enggan mengatakannya.

Tanda yang kedua, rambut balita yang sehat tidak mudah kusam dan rontok. Perhatikan dengan cermat dan jangan abaikan bila rambut balita mudah rontok dan tampak kusam, karena bisa jadi kekurangan zat gizi tertentu, seperti vitamin B kompleks dan mineral seng (zinc). Sebaliknya, dengan rambut mengilap dan kuat, menunjukkan bahwa balita cukup gizi, serta kebersihan rambut dan kulit kepalanya terjaga.Ketiga, balita yang sehat memiliki gigi yang cemerlang. Jika di usia setahun gigi pertamanya belum juga tumbuh, bisa jadi balita kekurangan kalsium. Biasakan ke dokter gigi 6 bulan sekali untuk pemeliharaan.Gusi merah muda, tak mudah berdarah. Jika mudah berdarah ada kemungkinan mengalami defisiensi (kekurangan) vitamin C. Gusi dan gigi yang sehat dan terawat juga membuat mulut balita tak berbau busuk.

Yang merupakan tanda-tanda keempat balita yang sehat adalah balita memiliki kulit yang bersih, kuku yang sehat dan suhu tubuh normal. Balita yang sehat dengan kulit yang bersih dan jika mengalami luka akan mudah sembuh. Karena dalam kondisi sehat, sel-sel kulit juga menjadi lebih cepat memperbaiki diri ketika terjadi luka. Kuku yang sehat pada balita  adalah kuku merah muda (tidak pucat) dan tidak rapuh.Hal ini menunjukkan bahwa balita tidak mengalami anemia (kekurangan sel darah merah) dan tidak kekurangan mineral kalsium.Suhu tubuh balita yang normal adalah antara 36,5ºC – 37,5ºC. Tak perlu mengecek suhu setiap saat, cukup amati perilakunya saja. Kelincahan dan cerianya bisa jadi pertanda suhu tubuhnya normal. Jika tampak lesu, baru cek suhu tubuh.

Makan dengan lahap, tidur lelap dalam waktu cukup dan BAB lancar merupakan tanda-tanda kelima balita sehat. Bayi yang berusia 2 tahun dan masih melepeh makanannya, misalnya, bisa jadi dia mengalami gangguan mengunyah dan menelan makanan, karena ia tak melalaui “tahap emas” belajar makan dengan baik di usia 6-12 bulan. Gangguan makan bisa mengakibatkan kurang gizi dan menggangu kemampuan bicara, karena kerja otot oromotor di organ mulut berkaitan erat dengan keterampilan bicara.

Balita yang sehat  memerlukan tidur yang lelap sekitar 10 jam sehari, sehingga sel-sel saraf otak berkembang baik untuk mendukung kecerdasannya.Dan Buang Air Besar (BAB) teratur, tidak pernah sembelit dan diare, menunjukkan organ pencernaan balita baik. Sembelit berkepenjangan dapat mengakibatkan gangguan organ dalam karena sisa makanan terlalu lama tersimpan di perut dan terjadinya ambeien karena balita sering mengejan. Sementara diare menunjukkan ada gangguan alat pencernaan, sehingga penyerapan makanan kurang baik.

Tanda keenam balita yang sehat adalah bentuk kakinya normal dan harum bau tubuhnya. Ketika lahir bentuk kaki O, biasanya menjelang usia 2 tahun akan berangsur normal. Jika setelah usia 3 tahun kakai balitamasih tampak O atau X, sebaiknya periksakan ke dokter, mungkin saja butuh pertolongan khusus. Lebih cepat terdeteksi, lebih maksimal hasil koreksinya.Harum baunya. Berkeringat boleh, tapi sebaiknya segera dilap dan diganti bajunya, sehingga bau tubuh tidak menyengat. Keringat yang tidak dilap dan tubuh yang jarang dibersihkan, bis amenjadi sumber munculnya penyakit.

Serta setiap orang tua perlu memcocokan pertumbuhan dan perkembangan balitanya dengan Kartu Menuju Sehat (KMS), sebagai tanda ketujuh balita yang sehat. KMS atau agenda tumbuh kembang balita dari dokter atau saat Posyandu harus dijadikan alat untuk memantau perkembangan balita. Bila ada penyimpangan, jangan tunda konsultasikan dengan dokter agar segera dapat ditangani.

Dan setiap orang tua perlu mengetahui bahwa terdapat tiga faktor yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan balita yaitu faktor genetik, gizi dan lingkungan.Sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukan mana di antara ketiga faktor tersebut yang berperan lebih besar.
1. Faktor genetik merupakan potensi dasar dalam perkembangan kecerdasan tetapi faktor ini bukan yang terpenting.
2. Faktor gizi berpengaruh sangat besar terhadap perkembangan kecerdasan selama masa pesat tumbuh (growth spurt) otak yakni sekitar masa kelahiran sampai bayi berusia 18 bulan.  Kebutuhan akan asupan makanan yang bergizi dan cukup, mutlak menjadi perhatian setiap orangtua yang menginginkan balitanya cerdas. Paling tidak terdapat dua asupan makanan yang bergizi yang sangat perlu dipenuhi yaitu Energi Protein dan Asam Lemak Esensial.
Kekurangan Energi Protein (KEP) yang terjadi pada saat janin berada dalam kandungan akan berdampak berkurangnya berat otak sampai 13 %. Berkurangnya berat otak ini karena jumlah dan ukuran sel otak berkurang yang disebabkan oleh terhambatnya sintesis protein.

Kurang berkembangannya otak karena KEP yang terjadi selama masa pesat tumbuh (growth spurt) otak akan sulit dikejar. Dampak KEP ini juga menyebabkanmielinisasi (proses pembentukan mielin yang berfungsi sebagai penghantar impuls) berkurang. KEP juga menyebabkan IQ berkurang, kemampuan pengenalan geometrik dan kemampuan berkonsentrasi rendah.
Asam Lemak Esensial juga mempunyai peran penting dalam peningkatan tingkat kecerdasan anak. Bersama kolesterol, asam lemak esensial membentuk 75 persen pembungkus urat saraf dalam otak yang mempercepat penghantaran impuls saraf.

Asam Lemak Esensial merupakan asam lemak yang tidak dapat dibuat dalam tubuh kita.
Terdapat dua jenis Asam Lemak Esensial yang penting yaitu Asam LemakOmega-3 dan Omega-6.

Dinyatakan bahwa secara kimia, otak manusia merupakan organ yang banyak mengandung suatu lapisan tipis (membran) lemak. Agar membran berfungsi dengan tepat diperlukan Asam Lemak Omega-3 dan Omega-6.Asam Lemak Omega-3 dan Omega-6 terdapat pada Air Susu Ibu (ASI), telur , kedelai, ikan dan produk olahannya termasuk minyak ikan.

3. Faktor lingkungan, berperan dalam memberikan stimulasi pada otak untuk membangun kabelisasi (sel penghubung) syaraf dan menghaluskannya.Selama tahun pertama, sangat penting untuk selalu menghadirkan lingkungan penstimultan otak.Hilangnya lingkungan penstimultan hanya membuat otak bayi menderita. Ini kesimpulan dari banyak temuan.
Dari penelitian seiris otak Albert Einstein ternyata bahwa bagian lobus parietal kiri Einstein memiliki sel penghubung yang jauh lebih banyak dari pada otak manusia normal.

# dari berbagai sumber

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

2,517 total views, 1 views today