Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

RST DOMPET DHUAFA PRESENTASI DI KONGRES PERAWATAN LUKA SE-ASIA PASIFIK

Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa menjalankan praktek Perawatan Luka Modern sejak awal tahun 2011. Selama kurun waktu tersebut, sudah lebih dari 100 orang pasien yang telah berhasil dirawat dengan hasil yang baik. Dari sekian banyak pasien, pasien yang terbanyak adalah pasien luka dengan Diabetes Melitus (DM)/kencing manis dan pasien terbanyak yang ke dua adalah luka karena kanker. Terdapat pula pasien-pasien lainnya seperti luka kecelakaan kronis, luka bakar, luka allergi, luka karena obat radiasi dan luka tekan/decubitus.

Berdasarkan laporan di poli perawatan luka RST Dompet Dhuafa, penanganan pasien dengan pendekatan perawatan luka modern telah mengantarkan pasien untuk kesembuhannya sampai dengan angka > 95%, serta untuk pasien luka dengan DM saja, angka amputasi adalah 0%. Hal tersebut membawa RST Dompet Dhuafa ke Kongres Komunitas Pemerhati dan  Praktisi Perawatan   Luka se Asia Pasifik beberapa waktu yang lalu.

Salah satu keberhasilan dalam penanganan pasien dengan pendekatan perawatan luka modern di RST Dompet Dhuafa dipresentasikan oleh Sifing Lestari, SKp. WOC (ET)N, salah seorang praktisi perawatan luka di RST Dompet Dhuafa pada acara The 2nd Asia Pasific Wound Care Conggress  (Kongres Asia Pasifik Perawatn Luka) di Manado, Indonesia tanggal 6 – 8 Juni 2013.

Perawatan luka yang disampaikan adalah  aplikasi konsep perawatan luka modern   pada pasien Ny. N dengan gangguan kulit yang sangat hebat (Toxic Epidermal Necrolysis) dengan menggunakan  “Balutan Daun Pisang” yang dimodifikasi sedemikian rupa. Pasien tersebut mengalami perawatan di RST Dompet Dhuafa selama kurang lebih 3 bulan secara cuma-cuma dan (Alhamdulillah) mengalami perbaikan dan sudah sehat kembali.

RST Dompet Dhuafa membuat paper laporan kasus ini dan mengirimnya ke panitia. Akhirnya, paper tersebut  terpilih dari lebih 60 paper se-Asia Pasifik yang diterima oleh panitia untuk dipresentasikan dalam kongres.

Kongres dibuka oleh Dirjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kemenkes RI, serta dihadiri oleh kurang lebih 500 peserta dari berbagai negara di Asia Pasifik seperti Cina, Malaysia, Korea, India, Philipina, Mesir, Perancis, dan  Afrika Selatan serta Australia. Peserta yang hadir adalah para dokter (dokter umum, bedah umum dan bedah plastik) dan para perawat (perawat umum dan perawat luka – stoma), bahkan hadir pula profesor dari Silver Chain Primary Health Care and Community Nursing  di Curtain University. Penulis buku manual perawatan luka yang digunakan oleh hampir seluruh praktisi perawatan luka yaitu Prof Keryln Carville RN, PhD, STN, juga hadir dan memberikan presentasinya.

Banyak  tanggapan yang diberikan oleh peserta  kongres pada saat RST Dompet Dhuafa presentasi. “Sharing yang luar biasa. Bahkan saya juga telah melakukan studi serupa dengan kelompok kontrol untuk melihat manfaat daun pisang ini untuk pasien luka bakar di Tanzania – Afrika. Semoga materinya bermanfaat untuk kita semua” demikian komentar Prof. Keryln Carvile pada kongres tersebut.

Setelah presentasi, tanggapan dan pertanyaan juga banyak dating dari para peserta seperti  perawat dari Papua, Jogya, Sulawesi Selatan dan Bali. Karena banyak kasus luka bakar dan luka sejenis yang luas dan jika dirawat menggunakan balutan modern menjadi sangat mahal.

Di hari kedua  kongres diadakan pemilihan pengurus “Indonesian Wound Healing Society” dan dari RST Dompet Dhuafa yaitu  Siffing Lestari masuk kedalam susunan kepengurusan tersebut. Dan kongres ditutup oleh perwakilan Gubernur Sulawesi Utara pada tanggal 8 Juni 2013. (Sif/Fie/Yhm)

2,603 total views, 1 views today