Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

OPERASI KATARAK CUMA-CUMA 1Th RST DOMPET DHUAFA

Parung – Bogor. Katarak merupakan penyakit yang terjadi pada mata, dimana kerusakan mata menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun, akibatnya mata menjadi keruh serta cahaya tidak dapat menembusnya. Dampak tersebut, perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika tidak diobati.

Indonesia menjadi negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara. Menurut data, angka penderita katarak di Indonesia sebesar 1,5 persen. Data dari Eye Disease Prevalence Research Group (2004), diperkirakan pada tahun 2020, jumlah penderita penyakit mata dan kebutaan di dunia akan mencapai 55 juta jiwa. Sedangkan saat ini, terdapat 45 juta penderita kebutaan di dunia, 60 persen diantaranya berada di negara miskin atau berkembang.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 1996, angka kebutaan di Indonesia mencapai 1,5% atau lebih dari dua juta tunanetra di Indonesia. Angka ini cukup tinggi di Asia. Sebagai perbandingan di Bangladesh angka kebutaan 1%, di India 0,7%, dan Thailand 0,3%.

Dari survei ini yang dilakukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia , penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah penyakit katarak (0,78%), disusul penyakit glaukoma (0,12%), kelainan refraksi (0,14%), dan penyakit lain terkait usia lanjut (0,38%).
Besarnya jumlah penderita katarak di Indonesia berbanding lurus dengan jumlah penduduk usia lanjut pada tahun 2000 yang diperkirakan sebesar 15,3 juta (7,4% dari total penduduk).

Di Indonesia sendiri penderita  memiliki kecenderungan katarak 15 tahun lebih cepat dibandingkan penderita di daerah tropis. Sekitar 16 persen sampai 22% penderita katarak yang dioperasi berusia di bawah 56 tahun. Ada pula yang menyebutkan, 20%-24% buta katarak diderita kelompok usia produktif.

Karena itulah, dalam rangka peringatan milad 1Th Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa yang jatuh pada tanggal 4 Juli, RST Dompet Dhuafa menyelenggarakan kegiatan program bakti sosial dalam bidang kesehatan. yaitu Operasi Massal Katarak Cuma-Cuma.

Kegiatan operasi massal katarak secara cuma-cuma ini diselenggarakan Kamis, 27 Juni 2013 di ruang operasi RST Dompet Dhuafa di Parung, Bogor. Sejak pukul 07.30 WIB para peserta kegiatan sudah mulai berdatangan didampingi oleh keluarga dan sanak saudara mereka. Peserta yang mengikuti program kegiatan operasi katarak cuma-cuma ini tidak hanya datang dari daerah Bogor dan sekitarnya saja, namun ada pula peserta yang datang dari daerah Serang dan Pandeglang, Banten.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini kurang lebih sebanyak 40 orang, dengan rentangan usia mayoritas pesertanya berumur di atas 50 tahun.

“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT karena bisa dioperasi matanya secara gratis di RST Dompet Dhuafa. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada dokter dan perawat, mudah-mudahan setelah operasi ini saya bisa melihat normal lagi dan bekerja seperti sebelumnya,” ungkap salah satu peserta.

Tahun ini RST Dompet Dhuafa menargetkan 50 pasien yang memerlukan tindakan operasi katarak untuk dapat dioperasi secara cuma-cuma. Penyelenggaraan operasi katarak secara cuma-cuma ini diharapkan dapat membantu peserta dalam membuka lembaran baru untuk menjalankan aktifitasnya sehari-hari. Tentunya hal ini berdampak pada peningkatan kualitas hidup dalam mengais rezeki serta bermanfaat bagi orang lain.

Dan semoga kegiatan operasi massal katarak cuma-cuma ini dapat dilaksanakan secara rutin di waktu yang akan datang  dan kami mengajak para donatur sekalian untuk berpartisipasi. (tie/yhm)

2,111 total views, 2 views today