Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

1 Th RST DOMPET DHUAFA, SELAMATKAN PEREMPUAN INDONESIA : DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN ALAT ECVT

Parung – Bogor. Pada Sabtu, 29 Juni 2013 lalu, dalam rangka memperingati miladnya yang ke – 1Th, Rumah Sehat Terpadu  (RST) Dompet Dhuafa menyelenggarakan kegiatan Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Alat ECVT. Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap perempuan Indonesia.

Berdasarkan data WHO, kanker payudara sendiri merupakan kasus kanker terbanyak kedua di Indonesia setelah kanker serviks/leher rahim. Sebagaimana dikutip dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008, penderita kanker payudara di Indonesia pada tahun 2004 mencapai 5.207 kasus. Setahun kemudian pada 2005, jumlah penderita kanker payudara meningkat menjadi 7.850 kasus. Tahun 2006, penderita kanker payudara meningkat menjadi 8.328 kasus dan pada tahun 2007 jumlah tersebut tidak jauh berbeda meski sedikit mengalami penurunan yakni 8.277 kasus.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2008, angka ini meningkat sebanyak 36 kasus baru (dari setiap 100.000 wanita) per tahun. Angka ini diprediksi akan meningkat tujuh kali lipat pada tahun 2030.

“Sebaiknya para perempuan Indonesia membiasakan diri melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) di rumahnya,” ujar dr Yahmin Setiawan, MARS selaku Dirut RST Dompet Dhuafa dalam sambutannya. Setiap perempuan Indonesia harus peduli dan mengerti bahwa apabila dalam melakukan SADARI didapatkan benjolan dalam payudaranya, maka harus segera memeriksakan diri ke dokter. “Setiap benjolan yang ditemukan dalam payudara, pertama kali harus dinyatakan sebagai kanker sampai terbukti melalui berbagai rangkaian pemeriksaan bahwa benjolan tersebut bukanlah kanker.” penjelasan selanjutnya dari Yahmin.

Kegiatan Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Alat ECVT di RST Dompet Dhuafa dihadiri kurang lebih sebanyak lima puluh orang peserta dengan mayoritas peserta adalah usia produktif, yang terdiri dari remaja dan ibu rumah tangga. Peserta yang mengikuti program kegiatan Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Alat ECVT ini kebanyakan berasal dari daerah Bogor.

“Saya baru pertama kali mengikuti pemeriksaan untuk mendeteksi kanker payudara. Menurut saya kegiatan ini bagus sekali untuk perempuan di Indonesia, karena kita bisa mengetahui sejak dini apakah kita terkena kanker payudara atau tidak, kalau diketahui dari awalkan insya Allah masih bisa disembuhkan, karena kanker sendiri menurut saya adalah penyakit yang mengerikan,” ungkap salah satu peserta.

Alat ECVT yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan temuan dan pengembangan dari seorang ilmuwan asal Indonesia, yaitu Warsito. ECVT kepanjangan dari Electrical Capacitance Volume Tomography, merupakan teknologi pemindai yang untuk pertama kali dimanfaatkan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Oleh Warsito dan kawan kawan di Edward Tech, teknologi ECVT ini dikembangan dalam bidang kesehatan, dan salah satunya digunakan untuk diagnosis kanker seperti kanker payudara dan kanker otak.

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan deteksi dini kanker payudara dengan alat ECVT ini sangatlah mudah dan sederhana namun cukup akurat. “Ibu-ibu jangan khwatir, saat diperiksa tidak perlu membuka baju dan waktu pemeriksaan hanya sekitar 5 menit saja. Tidak ada efek samping dan aman untuk ibu yang sedang hamil.” , ujar salah seorang perwakilan dari tim Edward Tech yang datang ke RST Dompet Dhuafa untuk melakukan pemeriksaan.

Penyelenggaraan  kegiatan Deteksi Dini Kanker Payudara kiranya merupakan sebuah program yang harus dilakukan secara berkala, hal tersebut dikarenakan tingkat kesadaran perempuan  Indonesia yang masih rendah akan pentingnya pemeriksaan payudara sendiri, hal ini amat disayangkan sebab deteksi dini bisa mencegah banyak kematian akibat kanker payudara. (tie/yhm)

2,227 total views, 1 views today