Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

TIGA BULAN DIRAWAT, RAYHAN DIPERBOLEHKAN RAWAT JALAN

Parung-Bogor. Rayhan Al Ghiffary (2), bocah kecil penderita Meningitis TB (infeksi di selaput otak karena penyakit tuberkulosis) disertai dengan gizi buruk) sedang minum susu yang diberikan oleh ayahnya melalui alat bantu selang saat kami temui di ruang HCU/ICU Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa.

Setelah kurang lebih selama tiga bulan mendapatkan perawatan di ruang HCU/ICU RST Dompet Dhuafa, saat ini keadaan Rayhan sudah mengalami kemajuan yang signifikan.

“Berat badan Rayhan sudah naik kembali, panas sudah tidak ada, awal masuk berat badannya hanya 7kg, kemudian naik kembali menjadi 7,2kg dan sekarang berat badannya sudah mencapai 8,5kg,” terang perawat di ruang HCU/ICU yang selama ini memantau perkembangan Rayhan.

“Untuk tingkat kesadarannya sendiri, saat ini Rayhan sudah komposmentis (sadar sepenuhnya), namun dikarenakan penyakit Meningitis TB yang dideritanya menyebabkan terdapat beberapa syaraf yang tidak berfungsi dengan  optimal, sehingga hal tersebut mempengaruhi sistem motoriknya. Rayhan juga masih harus dirangsang oleh sesuatu seperti diperdengarkan musik atau dicubit kecil untuk menarik perhatiannya,”tambahnya.

Karena kondisinya sudah semakin membaik, maka Rayhan sudah diperbolehkan untuk rawat jalan oleh dokter spesialis anak RST Dompet Dhuafa yang merawatnya pada Rabu, 26 Juni 2013 lalu.

Sebelum pulang ke rumah untuk rawat jalan, Rayhan sempat menjalani tindakan sirkumsisi (dikhitan) oleh dokter spesialis bedah RST Dompet Dhuafa. Hal tersebut dilakukan karena Rayhan mengalami phimosis (sulit untuk buang air kecil).

“Alhamdulilah saya merasa bersyukur, senang sekali karena Rayhan sudah bisa pulang ke rumah. Saya juga berterima kasih kepada RST Dompet Dhuafa, juga para donatur yang sudah banyak membantu untuk kesembuhan Rayhan sampai saat ini.” ungkap Aji (Ayah Rayhan).

“Untuk sementara Rayhan masih menggunakan alat bantu selang untuk makan dan pemberian obatnya, Ayahnya pun sudah dilatih untuk dapat memberikan makanan dan obat Rayhan melalui selang di rumah.”ungkap perawat.

“Setelah diperbolehkan untuk rawat jalan, Rayhan dianjurkan untuk menjalani kontrol satu minggu sekali ke dokter spesialis anak RST Dompet Dhuafa untuk dipantau perkembangan kesehatannya. Rayhan juga kemungkinan akan dikonsulkan ke dokter spesialis mata RST Dompet Dhuafa untuk menjalani pemeriksaan secara spesifik terkait dengan kondisi matanya yang kemungkinan tidak dapat melihat.”tutup perawat.

RST Dompet Dhuafa mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak dan donatur yang telah membantu perawatan Rayhan sampai akhirnya diperbolehkan untuk rawat jalan. (tie/yhm)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening berikut ini :

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,617 total views, 1 views today