Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

RAMADHAN, SAAT UNTUK PENYEMBUHAN

Ramadhan telah datang, hati kita tentunya senang. Menikmati suasana Ramadhan dengan penuh semangat dalam melaksanakan ibadah puasa dengan harapan agar menjadi insan yang bertaqwa.

Ibadah puasa di bulan Ramadhan, selain banyak memberikan manfaat untuk kesehatan lahir terutama organ pencernaan. Ternyata ibadah puasa dan suasana selama Ramadhan dapat untuk menyembuhkan penyakit bathin yang mumpuni. Antara lain penyakit yang dapat  disembuhkan selama Ramadhan adalah :

1.Penyakit KUTIL (kurang tilawah Al-Qur`an)

Kaum mukmin berlomba-lomba membaca Al-Qur`an sampai khatam 30 juz selama bulan Ramadhan, artinya ditargetkan tilawah Al Qur`an 1 juz setiap harinya.. Bahkan ada yang memiliki target dapat mengkhatamkan Al Qur`an sampai 3 kali selama bulan Romadhon.

Motivasi tilawah Al-Qur`an ini dibarengi dengan membaca arti atau memahami tafsir dan makna dari ayat-ayat Al Qur`an yang dibaca, Dengan demikian penyakit KUTIL akan hilang dengan sendirinya pada kaum mukmin/ah.

2.Penyakit KUSTA (kurang sholat tahajud)

Di bulan biasa betapa beratnya untuk menegakkan sholat malam atau tahajud. Mulai dari rasa ngatuk yang tidak dapat dilawan sampai rasa malas yang sulit ditaklukan menjadi alasan kenapa jarang menegakkan sholat tahajud. Namun datangnya bulan Ramadhan menggelorakan kaum mukmin/ah untuk dapat menegakkannya, paling tidak pada saat sholat Tarawih.

Tarawih yang semarak, ini ditandai dengan di setiap musholla atau masjid penuh jama`ah yang menegakkan sholat Tarawih. Ditambah lagi ada sebagian besar kaum mukmin/ah sebelum melakukan sahur biasanya diawali dengan menegakkan sholat malam / tahajud dan witir. Sungguh suasana yang mendukung untuk melenyapkan penyakit KUSTA di tengah-tengah kaum mukmin/ah.

3.Penyakit KURAP (kurang rasa peduli)

Rasulullah SAW mengajarkan memberikan makan / minum saudaranya untuk berbuka ia akan mendapatkan pahala yang sangat besar. Ini adalah sikap peduli terhadap sesama yang membutuhkan.

Kecenderungannya, selama Ramadhan begitu banyak kaum mukmin/ah yang melaksanakan ibadah puasa, banyak meningkatkan rasa peduli terhadap sesamanya (terutama yang dhuafa) dengan cara mengeluarkan infaq dan shodaqoh. Tentunya diiringi juga dengan kewajiban mengeluarkan zakat yang ketetapannya sudah ada dalam ajaran agama Islam. Suasana Ramadhan seperti ini sangat mendukung untuk memusnahkan penyakit KURAP dalam komunitas masyarakat mukmin/ah.

4.Penyakit KUDIS (kurang disiplin)

Makan sahur serta waktu berbuka yang telah ditetapkan, bagi kaum mukmin/ah menjadi momen untuk belajar disiplin. Disiplin kapan boleh makan dan minum, serta disiplin kapan tidak boleh makan dan minum.

Rasa disiplin juga ditunjukkan dengan semakin banyaknya kaum mukmin yang menegakkan sholat wajib tepat waktu dan bahkan senang berjamaah di masjid atau mushollah. Tentunya seluruh ibadah yang membangun sikap disiplin merupakan pendorong yang kuat untuk hancurnya penyakit KUDIS dalam diri setiap mukmin/ah.

5.Gejala MUNTAH (mudah untuk marah)

Puasa menumbuhkan sikap sabar atau tidak mudah untuk marah dari kaum mukmin/ah. Tuntutan untuk menahan diri walaupun sedang menghadapi godaan atau ujian atau hinaan yang tidak menyenangkan sangatlah besar ketika kaum mukmin sedang menjalankan ibadah puasa. Karena sesungguhnya kemenangan yang besar akan dirasakan ketika kaum mukmin/ah mampu menahan hawa nafsu atau amarahnya.

Suasana Ramadhan dan pelaksanaan ibadah shaum akan dapat meminimalkan atau bahkan meniadakan gejala MUNTAH pada diri setiap mukmin/ah dan masyarakatnya.

Semoga, dengan nikmat dari ALLAH SWT bahwa kita dapat bertemu dan merasakan bulan suci Ramadhan tahun ini serta merasakan manfaat kesembuhan dari penyakit KUTIL, KUSTA, KURAP, KUDIS dan MUNTAH dalam diri kita. Sehingga kita menjadi lebih sehat selepas Ramadhan dan menjadi insan yang bertaqwa.

oleh : dr. Yahmin Setiawan, MARS (Direktur Utama RST Dompet Dhuafa)

2,471 total views, 1 views today