Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

MIDIN, INGIN BEKERJA KEMBALI

Parung-Bogor. Midin (55) terlihat sangat lemah saat kami temui di ruang tunggu pasien Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa. Midin adalah pasien member RST Dompet Dhuafa yang sedang rawat jalan dan menunggu untuk operasi atas penyakit yang dideritanya.

Sudah 20 bulan yang lalu semenjak sakit, Midin hanya bisa berdiam diri di rumah. Midin didiagnosa menderita penyakit radikulopathy – HNP yaitu penyakit yang terdapat pada saraf di tulang belakang di mana satu atau lebih saraf dipengaruhi dan tidak bekerja dengan benar. Lokasi permasalahan pada penyakit ini adalah pada bagian akar saraf di mana  bagian yang terkena itu bisa meradang, terjepit (terkompresi), atau bekerja tidak efektif karena kurang aliran darah. Pada kasus Midin, bagian saraf tulang punggung tubuhnya terjepit yang berpengaruh pada kakinya sehingga mengakibatkan nyeri secara terus menerus.

“Awalnya Bapak waktu itu mengeluh sakit di bagian perut, kemudian sempat berobat ke Puskesmas dekat rumah. Namun, beberapa hari kemudian sakit perutnya kambuh kembali sampai akhirnya mendapatkan perawatan di sebuah Rumah Sakit di Bogor selama lima hari dan didiagnosa oleh dokter, Bapak mengalami pembocoran lambung,”ungkap Marhanah (Istri Midin)

Selama mendapatkan perawatan di Rumah Sakit tersebut, Midin dibantu biaya pengobatan oleh anak-anaknya.

“Sebetulnya Bapak waktu itu belum dibolehkan pulang oleh dokter, tapi karena kami sudah tidak ada biaya lagi, jadi Bapak terpaksa kami pulangkan untuk dirawat di rumah,”terang Marhanah selanjutnya.

Belum sembuh dengan diagnosa penyakit pembocoran lambung yang dideritanya, Midin pun kembali terserang nyeri yang sangat hebat di kakinya dan didiagnosa menderita penyakit radikulopathy – HNP seperti yang telah disebutkan di atas.

Sebelum berobat ke RST Dompet Dhuafa, Midin pernah sekali berobat ke Rumah Sakit Pemerintah Daerah di Bogor dengan menggunakan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu).

Sebelum sakit, Midin bekerja sebagai pedagang alat/barang rumah tangga yang berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain di Jakarta. Penghasilannya saat itu pun tidak pasti untuk menghidupi istri dan membiayai sekolah anak bungsunya.

“Selama Bapak sakit, saya yang selama ini menggantikan Bapak untuk mencari nafkah. Saya menjadi pekerja serabutan seperti menjadi kuli cuci dan gosok di sekitar tempat tinggal saya,” ujar Marhanah.

“Apapun saya lakukan yang penting halal, asalkan bisa membantu memenuhi biaya hidup dan sekolah anak saya.”tambahnya.

Marhanah menuturkan bahwa ia begitu sangat mengharapkan bahwa suaminya bisa segera dioperasi dan sembuh agar dapat kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan biaya sekolah anaknya.

Berdasarkan keterangan dokter Spesialis Bedah Orthopedia/Bedah Tulang  di RST Dompet Dhuafa, rencana tindakan yang akan diambil untuk penyakit yang diderita Midin ini  adalah Laminectomy. Prediksi biaya  untuk rencana tindakan operasi tersebut sebesar ± Rp 25.000.000,00 (Dua Puluh lima Juta Rupiah). Dengan tindakan operasi yang akan dilaksanakan  untuk Midin tersebut diharapkan akan menghilangkan nyeri pada kakinya dan Midin pun dapat beraktivitas kembali. “Semoga saya dapat segera dioperasi agar bisa bekerja kembali, kasihan Ibunya anak-anak.” ungkap harapan Midin. (tie/yhm)

Kami menggugah hati Anda untuk membantu kesembuhan Midin

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,127 total views, 2 views today