Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

LINDUNGI HATI DARI HEPATITIS VIRUS

Hati kita adalah organ yang terbesar dalam tubuh kita. Kurang lebih sama besar dengan buah pepaya, dan hati terletak di perut kanan-atas. Kita tidak dapat hidup tanpa fungsi hati yang baik. Hati adalah saringan dan gudang dalam tubuh kita. Hampir semua sel dan jaringan di tubuh kita tergantung pada hati. Bila hati mengalami masalah, maka dapat sangat mempengaruhi hampir semua organ di tubuh kita.

Lebih dari 1½ liter darah dipompa melalui hati kita setiap menit, memungkinkan hati secara cepat dan efektif menyaring racun dan produk pembuangan dari aliran darah. Hati sekaligus menyimpan bahan gizi penting, misalnya vitamin dan zat mineral termasuk zat besi. Hati juga berperan dalam menangani tingkat zat tertentu dalam tubuh, misalnya kadar kolesterol, hormon, dan gula, yang semuanya dibutuhkan untuk mempertahankan hidup, namun juga dapat menimbulkan masalah bila tidak seimbang.

Hati juga mempunyai peranan kunci dalam proses pencernaan makanan melalui pembuatan cairan empedu dan memproduksi faktor pembekuan darah, yang mencegah pendarahan yang berlebihan.

Dalam percakapan sehari-hari mengenai penyakit hati, masyarakat sering kali menggunakan istilah hepatitis untuk menggantikan istilah penyakit virus akut pada hati (hepar = hati, itis = radang/infeksi). Padahal sebenarnya istilah infeksi pada hati tidak hanya menjurus kepada penyakit hepatitis virus saja. Infeksi pada hati dapat berupa penyakit hati karena non-virus (seperti amuba, jamur atau parasit). Pada artikel ini akan dibahas mengenai dibahas mengenai hepatitis virus.

Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik virus yang secara dominan menyerang hati. Hepatitis virus dibagi menjadi dua jenis berdasarkan lama perjalanan penyakitnya, yaitu 1) hepatitis akut, bila berlangsung di bawah 6 bulan, dan 2) hepatitis kronik, bila berlangsung lebih dari 6 bulan.

Virus penyebab hepatitis dapat terbagi menjadi dua jenis, yaitu 1) virus non-hepatotropik, artinya virus terebut secara umum tidak menyerang hati, dan 2) hepatotropik, artinya virus tersebut benar-benar mengenai hati. Virus hepatotropik ini di Indonesia dapat dites dan diketahui sehingga dapat dibedakan. Virus hepatropik dapat berupa Hepatitis A (HAV), Hepatitis B (HBV), Hepatitis C (HCV), Hepatitis D (HDV), dan Hepatitis E (HEV). Penamaan ini disesuaikan dengan virus penyebabnya dan waktu ditemukannya jenis virus tersebut oleh para ahli kedokteran dan kesehatan melalui penelitian-penelitian dalam jangka waktu yang cukup lama.

Hepatitis A Virus

Disebut hepatitis A virus karena disebabkan oleh infeksi Virus Hepatitis A. Infeksi ini dapat menular melalui jalur pencernaan, artinya melalui fekal-oral (makanan dan feses). Infeksi ini merupakan jenis infeksi virus yang paling sering di dunia. Di Indonesia kejadiannya mencapai 25% dari total penyakit hepatitis. Masa inkubasinya (masa antara paparan hingga gejala pertama akan muncul) sekitar 2-6 minggu dengan gejala awal seperti flu hingga kuning pada mata, kulit, atau lidah (ikterik). Hepatitis A ini akan sembuh sendiri seiring dengan daya tahan tubuh, kecuali pada kondisi gangguan daya tahan tubuh seperti kurang gizi, manula, dan sebagainya.
Hepatitis A adalah bentuk hepatitis yang akut, berarti tidak menyebabkan infeksi kronis. Sekali kita pernah terkena hepatitis A, kita tidak dapat terinfeksi lagi. Namun, kita masih dapat tertular dengan virus hepatitis lain.

Hepatitis B Virus

Virus ini berbeda dengan hepatitis virus A karena menular melalau penyebaran darah dan cairan tubuh. HBV adalah virus nonsitopatik, yang berarti virus tersebut tidak menyebabkan kerusakan langsung pada sel hati. Sebaliknya, adalah reaksi yang bersifat menyerang oleh sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyebabkan radang dan kerusakan pada hati.

Masa inkubasi berkisar antara 4-26 minggu. Sifatnya dapat menjadi kronik (berlangsung lebih dari 6 bulan), dan terkadang tidak menimbulkan gejala hingga derajatnya menjadi berat dan sulit untuk diobati. Jenis ini dapat akut, dan muncul kembali menjadi kronik dan membuat hati menjadi rusak, mati, dan menjadi parut (sirosis), atau bahkan keganasan.

Hepatitis C Virus

Hepatitis jenis ini menyebar melalui darah. Masa inkubasinya adalah 2-26 minggu dan bahkan tidak menimbulkan gejala apapun. Jenis ini seringkali menjadi infeksi kronis dan berujung juga menjadi sirosis.

Hepatitis D Virus

Hepatitis D merupakan jenis infeksi hati yang jarang ditemukan di Indonesia dan sering di temukan di daerah Eropa seperti Italia. Kekhasan virus ini ialah virus jenis ini “menumpang” dengan virus hepatitis B, sehingga apabila seseorang dikatakan terinfeksi virus ini, maka sebenarnya juga disertai hepatitis B. Masa inkubasinya adalah 4-7 minggu. Hepatitis jenis ini dapat memasuki fase akut atau sembuh dan kembali menjadi kronik dan sirosis.

Hepatitis E Virus

Hepatitis ini menular melalui jalur fekal-oral (makanan-feses) dan berkaitan dengan higienisitas. Masa inkubasi berlangsung selama sekitar 2-8 minggu. Umumnya, infeksi akut virus ini dapat sembuh sendiri.

Walaupun hepatitis virus merusak hati kita, jelas kita ingin agar hati tetap terlindungi, jadi sebaiknya kita membicarakannya dengan dokter, dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut yang bisa kita lakukansebagai upaya pencegahan untuk melindungi hati kita dari hepatitis virus :

1. Minta divaksinasikan terhadap hepatitis A dan B bila belum ada antibodi terhadapnya.

2. Jangan memakai alat bergantian : alat dan perlengkap suntikan, termasuk jarum, semprit, sendok, kapas, air, sedotan, sikat gigi, alat cukur, alat kuku, benda lain yang dapat menahan darah.

3. Hentikan penggunaan alkohol karena alkohol meningkatkan risiko menjadi sirosis dan kanker hati secara bermakna.

4. Makan diet yang seimbang dengan sayuran segar, buah buahan, buncis, daging tidak berlemak.

5. Kurangi makanan dengan kandungan garam, gula atau lemak yang tinggi: keju, makanan cepat, gorengan, dan makanan dikelola (biskuit, kue, makanan kemas dengan kadaluwarsa panjang, makanan instan).

6. Makan protein secara seimbang – kelebihan protein dapat menambah tekanan pada hati.

7. Minum banyak cairan – terutama air – untuk membilas racun dari tubuhnya.

8. Berolahraga teratur dan membuat rencana untuk mengurangi stres.

9. Asetaminofen (obat penawar rasa sakit non-aspirin), terutama dengan dosis tinggi (2.000mg per hari), dapat meracuni hati. Asetaminofen dikandungkan dalam banyak macam obat, jadi baca etiket dengan seksama. Asetaminofen dan alkohol bersama dapat menyebabkan kerusakan hati yang berat.

Saat ini di Indonesia penderita Hepatitis B dan C mencapai 25 juta. Sekitar 50 persen sudah menginjak kronis dan 10 persen sudah menjadi fibrosis.

Dari data pada tahun 2007-2012 yang terkumpul dari 21 provinsi dan 49 kabupaten didapatkan bahwa penderita hepatitis B melebihi 31 persen. Dalam data cakupannya, terdapat  peningkatan penderita  penyakit hepatitis yang sangatlah signifikan, yaitu antara 50 % sampai 80 %.

Mari, lindungi hati kita dari bahaya hepatitis virus agar sehat dan sejahtera.

selengkapnya tentang Hepatitis klik link video dibawah ini:

https://www.dropbox.com/s/jicf5oete4x9ajw/hepatitiscampaign_ipad.mp4

# dari berbagai sumber

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

2,531 total views, 1 views today