Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

Marni, Ingin Meraih Cita-Cita

Parung – Bogor. Gadis bernama Marni ini sedang duduk di kursi roda dan  bercengkrama dengan ibu dan saudaranya saat kami temui di ruang rawat inap anak Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa.  Marni yang baru berusia 15 tahun ini mengalami kecelakaan tertabrak oleh kereta satu tahun yang lalu.

“Waktu itu sehabis Tarawih, saya sedang duduk di rel kereta api bersama teman saya, tiba-tiba dari seberang jalan ada warga yang berteriak memberitahukan kalau ada kereta api dari arah Bogor. Akhirnya saya pun pindah ke rel di sebelahnya, namun baru maju selangkah tiba-tiba kereta api muncul dari arah yang berlawanan dan langsung menyambar kami,”ungkap Marni.

“Seketika saya pun lupa kejadian saat itu, saat tersadar saya sudah berada di rawat inap sebuah rumah sakit swasta di Bogor,” tambahnya.

Selama kurang lebih 10 hari, Marni dirawat dan mendapatkan tindakan operasi di rumah sakit tersebut. Kaki sebelah kirinya  harus diamputasi sedangkan kaki sebelah kanannya remuk. Setelah dirawat kurang lebih 10 hari, Marni pun diperbolehkan untuk rawat jalan dan selama rawat jalan, Marni sendiri menggunakan Kartu Jamkesda. Namun karena biaya pengobatannya sudah tidak ditanggung lagi dan karena keterbatasan dana, Marni pun tidak bisa melanjutkan pengobatannya.

Ibu Marni hanyalah seorang penjual kacang rebus di daerah Cikarang dengan penghasilan kurang lebih Rp 70.000,00 – Rp 80.000,00/hari jika sedang ramai.

“Saya berjualan kacang rebus di Cikarang. Sebelumnya saya juga pernah menjadi pembantu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan keluarga,”ungkap Salamah, Ibu Marni.

“Ayah Marni sudah meninggal 5 tahun yang lalu, sejak saat itu saya yang menjadi tulang punggung keluarga untuk ketiga anak saya,”tambahnya.

Ketika berhenti untuk melanjutkan pengobatan karena tidak ada biaya, Marni pun hanya dirawat di rumah. Untuk mobilisasinya di rumah, Marni hanya bisa menyeret –nyeret badannya karena tidak memiliki kursi roda.

Akhirnya, berkat bantuan dari seseorang, Marni dibawa ke RST Dompet Dhuafa dan mendapatkan perawatan disana.

“Kondisi kaki sebelah kanan Marni sudah remuk dan membutuhkan tindakan operasi penyambungan tulang,”ungkap dokter Spesialis Bedah Orthopedia/Bedah Tulang di RST Dompet Dhuafa yang merawat Marni selama ini.

“Untuk melakukan tindakan operasi tersebut dibutuhkan suatu alat ortopedi dengan prediksi biaya

± Rp 13.500.000,00,”tambahnya.

Saat ini, Marni sendiri sementara dipulangkan terlebih dahulu ke rumah kakaknya di daerah Tanah Sareal Bogor sambil menunggu panggilan untuk operasi. Tentunya dengan usianya yang sangat muda perjalanan Marni masih cukup panjang dan memiliki banyak kesempatan dan keinginan untuk dapat meraih cita-citanya.

“Kami siap membantu Marni untuk mendapatkan tindakan operasi yang dibutuhkan, semoga dengan tindakan operasi tersebut dapat membantu keinginan Marni untuk meraih cita-citanya,” ujar dr. Agung selaku Kepala Instalasi Pelayanan Medik RST Dompet Dhuafa. (tie/yhm)

Kami menggugah hati Anda untuk membantu kesembuhan Marni

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,335 total views, 6 views today