Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

TITIN, DUKUNGAN KELUARGA UNTUK OPERASI KEDUA

Parung-Bogor. Titin Noviani (30) Mantan Buruh Migran Indonesia (BMI) Hongkong ini sedang berlatih untuk berpindah dari tempat tidurnya ke kursi dengan dibantu oleh perawat saat kami menemuinya.

Wajahnya terlihat berbeda, begitu sumringah tidak seperti biasanya.

“Mbak, alhamdulilah saya sudah menemukan ibu kandung saya,” ungkap Titin. “Baru saja ada sepupu dari keluarga ibu ku datang kemari menjenguk aku,”tambahnya.

Ya, wajah Titin begitu berseri-seri dikarenakan ia telah menemukan ibu kandung yang selama ini ia cari. Titin yang sejak kecil dibesarkan oleh seseorang yang biasa ia panggil Abah ini akhirnya berkat bantuan dari seseorang dapat menemukan ibu kandung dan bertemu dengan sanak saudaranya.

“Menurut keterangan dari sepupu saya, awalnya mereka melihat berita tentang saya di facebook salah satu karyawan Migran Institue Dompet Dhuafa. Lalu mereka pun menanyakan alamat tempat saya dirawat sampai pada akhirnya mereka tiba disini untuk menjenguk saya.”terang Titin.

Beberapa minggu belakangan ini tepatnya pasca dilakukan operasi pada kaki kanannya, Titin memang terlihat kurang bergairah dan kurang memiliki semangat untuk sembuh. Berdasarkan keterangan dari perawat, Titin kurang kooperatif dalam menjalani masa penyembuhan pasca operasi.

“Titin sedikit manja, terkadang apa yang bisa ia lakukan sendiri ia masih meminta bantuan orang lain, tidak mau berusaha sendiri dulu,”ungkap perawat.

“Begitu juga dalam hal latihan mobilisasi,seperti berlatih untuk duduk ke kursi dan berdiri di tongkat  seringkali ia malas untuk melakukannya ,”tambahnya.

Berdasarkan keterangan perawat, kondisi psikologis Titin sempat dikonsultasikan ke dokter spesialis kejiwaan RST Dompet Dhuafa, dan didapatkan hasil bahwa Titin mengalami depresi berat. Ia pun sempat diberikan obat anti depresi selama 14 hari, yang efeknya membuat ia sedikit lebih tenang.

Melihat turunnya semangat Titin untuk sembuh hal tersebut sangatlah wajar, ia merasa amat kesepian karena jauh dari teman-temannya, serta tidak ada sanak keluarga yang memberikan perhatian serta menunggunya selama berada di RST Dompet Dhuafa.

“Selama ini rasanya sedih karena tidak ada keluarga yang memberi perhatian dan mendukung saya untuk bisa sembuh, paling hanya dari teman-teman. Itu pun hanya lewat telepon,”ungkap Titin.

Saat ini sepertinya kesedihan dan rasa kesepian akan keluarga dan sanak saudara yang sejak kecil dirasakan oleh Titin tidak lama lagi akan berganti dengan kebahagiaan.

“Alhamdulilah saya senang sekali. Setiap hari saya berdoa agar saya bisa bertemu dengan ibu kandung dan saudara-saudara saya dan sekarang Alhamdulilah terkabul, ini namanya berkah ramadhan,”terang Titin

Berdasarkan keterangan dokter di RST Dompet Dhuafa, kemungkinan selama dua minggu Titin akan dipulangkan dahulu ke rumah sanak saudaranya untuk memulihkan kondisi psikologisnya, setelah itu baru direncanakan untuk operasi kedua pada kaki kirinya.

Dengan dukungan dari keluarga, Titin lebih siap untuk menghadapi tindakan operasi keduanya.(tie/yhm)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,001 total views, 2 views today