Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

APRESIASI DUBES JERMAN TERHADAP RST

Parung-Bogor. Tidak terlihat seperti biasanya, pagi hari kemarin Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa terlihat begitu ramai dengan kedatangan siswa-siswa dari Smart Ekselensia Dompet Dhuafa yang membawa alat musik trashic. Mereka berdiri dengan rapi di pintu utama lobby RST Dompet Dhuafa. Kedatangan mereka ke RST Dompet Dhuafa dengan membawa alat musik trashic bukan tanpa arti. Siswa-siswa SMART Ekselensia sudah siap untuk menyambut kedatangan Duta Besar Jerman, H.E DR. Georg Witschel ke RST Dompet Dhuafa, Rabu, 14 Agustus 2013.

Kunjungan Dubes Jerman H.E DR.Georg Witschel tersebut ke RST dan Dompet Dhuafa yaitu dalam rangka memenuhi undangan dari Dompet Dhuafa untuk memperkenalkan program-program yang ada di Dompet Dhuafa.

Dalam kunjungannya tersebut, H.E DR.Georg Witschel didampingi oleh salah seorang staffnya untuk melihat secara langsung rumah sakit Cuma-Cuma untuk dhuafa yang berdiri di atas lahan seluas 7.803 m2 itu di daerah Parung Bogor.

Kunjungan H.E DR.Georg Witschel ke RST Dompet Dhuafa pun disambut hangat oleh Parni Hadi (Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa), Ismail. A. Said (Presiden Direktur Dompet Dhuafa Corpora), Ahmad Juwaini (Presiden Direktur Dompet Dhuafa), dan Direktur Pelayanan Kesehatan RST, dr. Kukun Masykur Nikmat, MARS serta Manajer Umum RST drg. Sri Rahayu, MKes untuk berkeliling melihat berbagai fasilitas yang ada di RST Dompet Dhuafa.

“Rumah sakit ini diperuntukkan untuk kaum tidak mampu, dananya bersumber dari zakat, infaq, dan sodaqoh dari para donatur,” terang Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi kepada Georg.

Dalam hospital tour nya di RST Dompet Dhuafa, Georg begitu terkesan dengan suasana dan fasilitas yang ada. Ia pun tidak segan untuk menyapa pasien yang sedang berobat rawat jalan maupun pasien yang berada di ruang rawat inap.

“Hallo, apa kabar?,” Sapa Georg dengan menggunakan bahasa Indonesia kepada salah satu pasien di ruang rawat inap.

Georg pun sempat mencoba salah satu fasilitas yang ada di RST Dompet Dhuafa, yaitu Jalur Refleksi (foot reflection) didampingi oleh Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi dan Presdir Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini.

It’s exciting, although I get a little pain to pass it,”ungkap Georg.

Dalam sesi diskusi bersama jajaran petinggi Dompet Dhuafa dan direksi RST Dompet Dhuafa, juga para tamu undangan yang hadir, Georg pun banyak menanyakan mengenai sistem pengelolaan ZISWAF dan prosedur pelayanan di RST Dompet Dhuafa. Ia pun menanyakan mengenai perbedaan dari infaq dan sodaqoh sebagai sumber dana pengelolaan RST Dompet Dhuafa.

It’s very impressive. Dompet Dhuafa so care about healthy of poor people, they can get a medication free of charge ”kata Georg.

Georg begitu terkesan karena Dompet Dhuafa perduli dengan kesehatan kaum tidak mampu dengan mendirikan rumah sakit secara cuma-cuma. Georg juga mengungkapkan bahwa di Jerman sendiri tidak ada rumah sakit seperti RST Dompet Dhuafa yang memberikan pelayanan dan pengobatan kepada kaum tidak mampu yang sumber dananya berasal dari ZISWAF, dikarenakan pemerintah di Jerman mengasuransikan seluruh warganya di bidang kesehatan.

Georg pun berharap kedepannya ia mampu mengirimkan beberapa mahasiswa dan dokter dari Jerman untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan di RST Dompet Dhuafa. (tie/yhm)

2,307 total views, 1 views today