Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA

Jumlah penderita kanker di Indonesia sangat tinggi. Hal ini terlihat dari berbagai data kanker yang dipublikasikan baik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga kanker. Bahkan menurut WHO pada tahun 2030 akan terjadi lonjakan penderita kanker di Indonesia sampai tujuh kali lipat. Jumlah penderita kanker yang meninggal juga kian memprihatinkan.

Untuk kanker payudara, merupakan penyakit dengan kasus terbanyak kedua setelah kanker serviks pada perempuan. Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara. Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita perempuan. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000

Penderita kanker payudara di Indonesia pada tahun 2004 (sebagaimana dikutip dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008) sebanyak 5.207 kasus. Setahun kemudian pada 2005, jumlah penderita kanker payudara meningkat menjadi 7.850 kasus. Tahun 2006, penderita kanker payudara meningkat menjadi 8.328 kasus dan pada tahun 2007 sebanyak 8.277 kasus.

Yang perlu diketahui, data penderita kanker payudara tersebut merupakan pasien yang keluar rawat inap dengan diagnosis kanker. Jadi penderita kanker payudara sebenarnya sangat mungkin jauh lebih besar lagi.

Tumor atau kanker payudara, adalah 2 istilah yang mirip namun berbeda, karena umumnya tumor digunakan untuk kelainan jinak pada payudara, seperti kelainan fibrokistik atau fibroadenoma (FAM). Sedangkan kanker payudara digunakan untuk mengistilahkan kelainan ganas pada payudara, yang dapat menyebar dan bersifat membahayakan jiwa.

Di antara ciri tumor payudara adalah :

1. Benjolan pada bagian mana saja dari payudara, termasuk di ketiak, bisa berukuran kecil hingga mencapai diameter 5 cm atau lebih.

2. Benjolan kenyal, berbatas tegas dari jaringan sekelilingnya, tidak sakit jika ditekan, bisa digerakkan (pada FAM); atau

3. Benjolan lunak, terasa ada cairan, nyeri bila ditekan, bisa mengecil dan membesar dengan siklus mengikuti siklus haid (Fibrokistik).

Sedangkan di antara ciri kanker payudara adalah :

1. Benjolan pada payudara maupun di bagian yang dekat dengan ketiak.

2. Benjolan keras atau padat, tidak nyeri, batas dengan jaringan sekitar tidak jelas, tidak dapat digerakkan.

3. Biasanya disertai perubahan pada kulit payudara, mengeras atau berbentuk seperti kulit jeruk (peau d’ orange), membengkak, adanya cairan dari puting atau perubahan bentuk puting, kadang disertai timbulnya luka.

4. Jika sel kanker sudah menyebar hingga ke kelenjar limfa di ketiak, akan timbul benjolan kelenjar yang keras dan tidak nyeri.

Untuk mengecek adanya benjolan pada payudara secara menyeluruh, langkah awalnya adalah dapat dilakukan dengan menggunakan teknik SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) oleh setiap perempuan secara rutin.  

Berikut ini adalah Langkah-langkah  Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang dapat dilakukan

Setiap perempjuan dewasa sebaiknya rajin memeriksa sendiri payudara-nya  secara rutin. Hal ini perlu untuk lebih mengenal bentuk dan rabaan payudara sendiri agar setiap perubahan dapat segera diketahui dan bisa segera ditangani dengan baik. Ikuti langkah-langkah berikut setiap bulan sekali, sebaiknya di setiap akhir periode menstruasi.

Berdirilah di depan cermin yang baik dengan kedua lengan di sisi tubuh dan amati payudara dan putingnya dari arah depan dan samping untuk mengetaui bentuk dan penampilan kulitnya. Ulangi lagi, dengan kedua lengan diangkat. Dengan lengan kiri tetap di atas, rabalah di sekitar payudara kiri dengan ujung jari tangan kanan. Ulangi hal tersebut dengan tangan kiri terhadap payudara sebelah kakan. Berbaringlah dengan bantal di bawah bahi kiri dan lengan kiri di bawah kepala. Raba sekitar payudara kiri dengan tangan kanan seperti langkah sebelumnya, diawali dari sisi luar ke arah putting di bagian tengah.

Periksalah daerah di antara payudara dan ketiak, dan bagian dalam ketiak, diawali dengan mengangkat lengan kiri dan lanjutkan dengan sisi lainnya. Pijat putingnya dengan lembut untuk memeriksa apakah ada cairan yang keluar. Ulangi langkah-langkah di atas dengan tangan kiri untuk memeriksa payudara  kanan.

Perlu berkonsultasi ke dokter jika selama pemeriksaan sendiri tersebut ditemukan satu dari gejalan di bawah ini, yaitu :

  1. Benjolan di payudara atau ketiak (ada tumor yang jinak ada tumor yang ganas). Gejala keduanya kadang mirip yaitu sama-sama berupa benjolan. Jadi lebih baik periksa ke dokter setelah selesai melakukan pemeriksaan sendiri.
  2. Perubahan bentuk pada payudara (kecil sebelah atau besar sebelah,
    turun sebelah, atau mengkerut sebelah). Ada sesuatu yang keluar dari putting (entah itu darah, nanah, cairan hitam atau cairan lain).
  3. Perubahan pada kulit payudara (timbul kerutan atau lekukan). Ingatlah, setelah beberapa kali memeriksa sendiri, kita akanmengenali payudara dan beberapa benjolan yang terasa normal.

Namun jika anda mencemaskan adanya suatu kelainan periksalah segera  ke dokter !

Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan apakah benjolan atau kelainan saat pemeriksaan SADARI tersebut  adalah tumor atau kanker payudara. Terdapat beberapa jenis pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan seperti pemeriksaan mammografi dan biopsi jaringan.

Terdapat 3 hal sebagai upaya pencegahan pada kanker payudara, yaitu :

  1. Pencegahan primer. Merupakan promosi kesehatan yang sehat melalui upaya menghindarkan diri dari faktor risiko diatas serta melakukan pola hidup sehat. Termasuk juga dengan pemeriksaan payudara sendiri alias SADARI.
  1. Pencegahan sekunder dilakukan pada perempuan yang memiliki risiko terkena kanker payudara, yaitu dengan melakukan deteksi dini dengan via skrining mammografi yang diklaim memiliki 90% akurat. Skrining berlaku untuk perempuan usia 40 tahun keatas, perempuan  yang harus rujuk skrining setiap tahun dan perempuan normal yang harus rujuk skrining tiap 2 tahun sekali hingga usia 50 tahun.
  1. Pencegahan tertier dilakukan pada perempuan yang positif menderita kanker payudara. Ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup serta mencegah komplikasi penyakit. Bisa berupa operasi dan kemoterapi sitostatika serta pada stadium tertentu hanya berupa simptomatik dan pengobatan alternatif.

Untuk pengobatan atau penangan kanker payudara yang dilakukan secara medik dilakukan  dalam bentuk sebagai berikut ini :

  1. Mastektomi atau operasi pengangkatan payudara. Baik pengangkatan total payudara dan benjolak di ketiak, pengankatan payudara saja maupun pengangkatan sebagian pada bagian yang terdapat kanker saja.
  2. Radiasi yaitu proses penyinaran dengan sinar X dan sinar gamma pada bagian yang terkena kanker. Ini berfungsi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa setelah operasi.
  3. Kemoterapi yaitu pemberian obat-obatan anti kanker. Baik obat dalam bentuk pil cair/kapsul maupun melalui infus untuk membunuh sel kanker.

#dari berbagai sumber

oleh : dr. Yahmin Setiawan, MARS (Direktur Utama RST Dompet Dhuafa)

2,605 total views, 2 views today