Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

RAYHAN KECIL HARUS BERGELUT DENGAN PENYAKITNYA

Parung-Bogor. Anak kecil berusia 4 tahun ini terlihat baru bangun tidur saat kami temui di ruang rawat inap anak Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa kemarin. Mula-mula raut mukanya terlihat datar, namun kemudian berangsur-angsur wajahnya kembali ceria. Jika kita lihat sekilas, Rayhan tidak seperti orang sakit, ia terlihat ceria dan aktif. Namun siapa yang menyangka bahwa bocah kecil nan lucu ini didiagnosa menderita TB (Tuberkulosis) dan suatu penyakit karena virus.

Rayhan masuk di  RST Dompet Dhuafa pada tanggal 19 Agustus 2013 lalu dengan keluhan sesak dan batuk yang berdahak sejak satu minggu yang sebelumnya.

“Awal mulanya setahun yang lalu Rayhan sering sakit panas dan muntah, lalu saya pun membawa Rayhan ke Puskesmas terdekat tapi setelah berobat baru seminggu sehat, besoknya langsung kambuh lagi” ucap Kulsum (nenek Rayhan).

Kulsum mengungkapkan bahwa selama satu tahun Rayhan terus bergelut dengan penyakit dan kondisi kesehatannya yang seperti itu, namun karena keterbatasan biaya, Kulsum pun hanya bisa membawa Rayhan berobat ke Puskesmas. Sampai akhirnya berkat informasi yang ia peroleh dari anaknya tentang RST Dompet Dhuafa, Rayhan pun bisa memperoleh pengobatan dan perawatan secara intensif.

Saat ini hanya Kulsum lah yang bisa menjaga, merawat dan memperhatikan Rayhan. Rayhan sudah ditinggal oleh ayah dan ibunya sejak usia tiga tahun. Berdasarkan keterangan Kulsum, ibu Rayhan meninggal dikarenakan penyakit karena virus dan kanker kelenjar getah bening yang dideritanya. Begitu pun dengan ayahnya Rayhan, yang menurut Kulsum juga menderita penyakit karena virus yang sama dengan ibunya.

“Setiap lihat Rayhan kambuh sakitnya rasanya sedih sekali, saya teringat sama ibunya,” ungkap Kulsum sambil berkaca-kaca.

Warga Kp. Cibentang, Ciseeng Bogor-Jawa Barat ini pun meneteskan air mata saat menceritakan sedikit tentang kehidupan pribadi anaknya yang akhirnya divonis menderita penyakit karena virus dan meninggal.

Saat ini untuk menghidupi kebutuhan Rayhan dan keluarganya, Kulsum dan suami hanya bisa mengandalkan uang hasil pemberian dari anak-anaknya yang tidak seberapa. Suami Kulsum yang sudah tidak produktif lagi karena faktor usia sudah tidak bisa lagi mencari nafkah.

“Setiap bulan tiga orang anak saya pasti ngasih, tapi yang memang tidak seberapa karena mereka juga punya kebutuhan masing-masing untuk keluarganya. Uang yang dikasih anak yang kami cukup-cukupi untuk biaya kebutuhan satu bulan,” terang Kulsum.

“Kalau Rayhan sendiri Alhamdulillah masih suka diberi oleh paman dan bibinya, seperti mainan atau makanan. Namun terkadang saya juga sedih kalau Rayhan minta mainan sama saya, sedangkan saya gak punya uang untuk membelinya”, tambahnya.

Di usia senjanya, tidak banyak harapan yang ia panjatkan kepada Allah SWT, selain untuk kesehatan dan kesembuhan bagi cucu kesayangannya tersebut.

“Semoga Rayhan bisa sembuh dan semoga Allah SWT memberikan umur panjang untuk saya, agar bisa terus merawat Rayhan sampai besar nanti dan semoga Allah SWT juga memberikan selalu kesehatan untuk perawat dan dokter yang merawat Rayhan disini,”tutup Kulsum.

Saat ini Rayhan sendiri, selain sudah mendapatkan pengobatan sesuai penyakitnya, juga masih menjalani berbagai proses pemeriksaan untuk mengetahui perkembangan kondisinya dan pengobatan selanjutnya. Berdasarkan keterangan perawat di ruang rawat inap anak RST Dompet Dhuafa jika Hb (Hemogblobin) Rayhan kurang dari 10, maka Rayhan harus menjalani tranfusi darah. (tie/yhm)

Kami menggugah hati Anda untuk membantu kesembuhan Rayhan

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,199 total views, 1 views today