Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

LIES, BERHARAP DAPAT BERJALAN KEMBALI

Parung-Bogor. Usianya terbilang masih sangat produktif, namun karena sebuah kecelakaan yang terjadi kurang lebih satu tahun yang lalu, Lies Hamdayani (32) saat ini hanya bisa terbaring saja di tempat tidur.

Saat kami temui di ruang rawat inap dewasa perempuan Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa, Lies menceritakan penyebab dirinya sampai pada kondisi yang sekarang ini.

“Kurang lebih satu tahun yang lalu saya yang sedang mencoba belajar naik motor, terjatuh sampai badan motor tersebut menimpa pinggul kaki sebelah kiri. Awalnya setelah jatuh, saya kurang perduli terhadap rasa sakit yang timbul di di pinggul saya itu, sampai akhirnya pada bulan ketujuh setelah peristiwa itu saya merasa pinggul saya panas dan sakit sekali dan kaki saya sulit untuk digerakkan,” ungkap Lies.

“Keluarga pun menyarankan untuk membawa saya ke tukang urut namun saya tidak mau, akhirnya saya pun hanya dirawat di rumah, “tambahnya.

Selama dirawat di rumah, Lies pun hanya bisa terbaring di tempat tidur. Suami, anak dan adik iparnya lah yang selama ini bergantian untuk merawat Lies, bahkan anak semata wayang Lies yang kini berusia 10 tahun tidak jarang untuk bolos sekolah karena ingin merawat ibunya di rumah. Keluarga Lies sendiri tidak berani membawa Lies ke rumah sakit karena mereka tahu bahwa biaya yang akan dikeluarkan pasti sangat mahal.

Suami Lies yang sehari-harinya bekerja di sebuah pabrik hanya memiliki penghasilan ± Rp 1.000.000,00 (sejuta)/bulan. Uang tersebut pun ia cukup-cukupi untuk membayar kontrakan rumahnya sebesar Rp 400.000,00 (empat ratus ribu) dan sisanya untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.

Berkat informasi yang Lies dapatkan dari adik iparnya, setelah melalui prosedur pendaftaran untuk menjadi peserta, akhirnya Lies pun bisa mendapatkan perawatan secara intensif di RST Dompet Dhuafa.

Lies masuk ke RST Dompet Dhuafa pada tanggal 22 Agustus 2013. Perempuan yang bertempat tinggal di Cibuluk, Kedung Badak Bogor ini masuk dengan keluhan nyeri punggung dan tangan disertai dengan kedua anggota badan bagian bawah tidak dapat digerakkan.

Berdasarkan diagnosa dokter, Lies menderita penyakit paraplegia ec spondilitis TB (lumpuh tidak bisa berjalan pada beberapa bulan terakhir dikarenakan penyakit TB (Tuberkulosis pada tulang belakang) dan Artritis Olecranon (peradangan sendi siku),

Selama mendapatkan perawatan di RST Dompet Dhuafa, Lies telah mendapatkan tindakan operasi debridement TB atas diagnosis paraplegia ec spondilitis TB yang dideritanya. Dan untuk selanjutnya dokter spesialis tulang (Sp.Orthopedia) RST Dompet Dhuafa merencanakan untuk diambil tindakan laminectomy dan arthroplasty untuk diagnosa penyakit yang diderita Lies. Untuk rencana tindakan tersebut dibutuhkan alat orthopedi antara lain seperti pedicle screw 8 buah, root 2 buah, dan cross link 1 buah, dan bipolar hip joint arthroplasty.

Rencana tindakan operasi tersebut beserta alat-alat yang dibutuhkan diprediksi membutuhkan biaya sebesar ± Rp 35.000.000,00 (Tiga Puluh Lima Juta Rupiah) sampai Rp 40.000.000,00 (Empat Puluh Juta Rupiah).

Tindakan operasi ini diambil mengingat usia Lies yang masih produktif untuk dapat membantu membiayai kebutuhan hidup keluarganya dan peran Lies sendiri sebagai seorang ibu yang masih memiliki anak yang juga membutuhkan perawatan dan perhatian. Selain itu, kemungkinan Lies untuk bisa bebas beraktivitas setelah mendapatkan tindakan operasi ini pun cukup besar

“Saya amat berharap agar bisa segera cepat sembuh dan bisa berjalan kembali agar saya bisa kembali ke rumah, bekerja membantu suami mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan merawat anak saya,”tutup Lies.(tie/yhm)

Kami menggugah hati anda untuk dapat membantu kesembuhan Lies Hamdayani

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,377 total views, 1 views today