Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

TRI JOKO, SEMANGAT HIDUP UNTUK KELUARGA

Parung-Bogor. Tri Joko (40), nama ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga para perawat di Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa. Hal tersebut dikarenakan, sudah 4 bulan ini beliau mendapatkan perawatan intensif di RST Dompet Dhuafa. Tri Joko masuk ke RST Dompet Dhuafa pada tanggal 26 April 2013 dengan diagnosa penyakit luka dekubitus (kerusakan/kematian kulit sampai jaringan dibawah kulit, bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat adanya penekanan pada suatu area secara terus menerus sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi darah setempat) dan ulkus (luka terbuka berbentuk bulat) di kedua kakinya.

Ayah 3 orang anak ini terlihat sedang terbaring di tempat tidur saat kami menemuinya di ruang rawat inap post operasi RST Dompet Dhuafa. Dengan wajah yang bersahabat, Tri Joko pun mau untuk berbagi cerita mengenai kehidupan keluarga serta ketegarannya untuk menghadapi penyakit yang selama ini dideritanya.

“Saya jatuh dari pohon dengan ketinggian 5 meter pada bulan Januari 2013 lalu. Saat jatuh itu posisi badan saya telentang dan seketika saat itu pula saya merasakan badan dan kaki saya seperti terpisah. Saya tidak dapat menggerakan kaki saya, kaki pun terasa kaku dan saya tidak bisa bergerak sama sekali,” ungkapnya.

“Saya hanya bisa terdiam dan menunggu pertolongan yang datang,”tambahnya.

Tri Joko mengungkapkan bahwa tidak ada hal lain yang terbesit dalam pikirannya saat ia mendapati kedua kakinya tidak bisa digerakkan, kecuali kekhawatiran terhadap masa depan anak serta istrinya.

“Setelah jatuh itu, saya hanya berobat ke balai pengobatan alternatif saja. Disana saya sempat diurut karena merasa sedikit sesak, “pungkas Tri Joko.

Setelah 2 bulan ia terjatuh dari pohon, Tri Joko hanya bisa terbaring di tempat tidur dan mengalami kondisi yang memprihatinkan. Akibat terlalu lama terbaring, ia mendapati bagian belakang tubuhnya, tepatnya di dekat tulang ekornya terdapat sebuah luka dekubitus dengan diameter kurang lebih berukuran 15 cm serta ulkus di beberapa bagian di kedua kakinya.

Karena keterbatasan biaya warga Kp. Ciakor rt 02/04 Ds. Cimulang, Bantar Kambing-Bogor, Jawa Barat ini hanya merawat luka tersebut di rumah oleh ibunya. Sedangkan istri dari Tri Joko sendiri, sudah 3 tahun belakangan ini sejak keadaan ekonomi keluarga mereka tidak stabil, mereka tinggal di Klaten, Jawa Tengah bersama ketiga anaknya yang masih kecil-kecil.

Sebelum sakit, Tri Joko yang mencari nafkah dengan berjualan serabi dan gorengan di depan rumahnya ini pun memiliki penghasilan yang tidak pasti.

Seminggu merawat lukanya di rumah dengan peralatan dan pengetahuan seadanya, akhirnya berkat informasi dari adiknya, Tri Joko mencoba mendaftarkan diri untuk menjadi peserta di RST Dompet Dhuafa. Setelah melewati prosedur pendaftaran, akhirnya Tri Joko pun bisa mendapatkan perawatan secara intensif di RST Dompet Dhuafa.

Kini, setelah 4 bulan dirawat di RST Dompet Dhuafa, luka dekubitus dan ulkus yang diderita oleh Tri Joko perlahan berangsur-angsur membaik. Luka dekubitus yang awalnya berdiameter kurang lebih 15 cm, saat ini telah mengecil dengan ukuran diameter kurang lebih 7 cm. Penyakit ulkus yang ada di kedua kakinya juga sudah mulai membaik.

Untuk penanganan lebih lanjut pada Tri Joko sendiri, berdasarkan keterangan perawat yang diperoleh dari dokter spesialis tulang (Sp.Orthopedia) dan dokter spesialis bedah di RST Dompet Dhuafa bahwa terdapat rencana penanganan laminectomy dan pencangkokan kulit untuk menutup luka dekubitusnya. Namun pelaksanaan rencana tersebut menunggu luka dekubitus Tri Joko pulih terlebih dahulu.

Peristiwa yang menimpa Tri Joko 9 bulan yang lalu, telah membuat hidupnya berubah.

“Dokter bilang, katanya kemungkinan saya untuk bisa jalan tidak cukup besar. Saya pun sudah pasrah, inilah keadaan yang harus saya hadapi. Mungkin ini sudah takdir yang ditentukan oleh Allah SWT, tapi saya juga tidak akan berputus asa, saya tetap semangat hidup untuk keluarga.”terang Tri Joko

“Saya ikhlas dan nanti jika sudah bisa pulang dari sini (RST Dompet Dhuafa,-red) saya akan mengerjakan apapun yang saya bisa kerjakan untuk dapat menopang ekonomi keluarga dan masa depan anak-anak saya,”tutup Tri Joko.

Semoga lekas sembuh dan tetap bersemangatlah Tri Joko ! (tie/yhm)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,442 total views, 2 views today