Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

AJI, HANYA RASA SYUKUR YANG SAYA UCAPKAN

Terlihat beberapa perawat serta ibunya mencoba menenangkan bocah kecil ini saat kami temui di ruang ICU/HCU Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa (Jumat, 06/09/13). Rayhan Al-Ghiffary (2th) secara berkala datang ke RST Dompet Dhuafa untuk melakukan kontrol terhadap perkembangan kesehatannya.

“Satu pekan sekali, setiap hari Jumat saya dan atau istri secara bergantian membawa Rayhan kesini (RST Dompet Dhuafa,.– red) untuk melakukan kontrol terhadap kesehatannya,” ungkap Aji, ayah Rayhan.

Rayhan rencananya mendapatkan pengobatan dengan obat anti tuberkulosis (OAT) sekitar 6-9 bulan dan kontrol satu pekan sekali di RST Dompet Dhuafa.

“Selain untuk kontrol kesehatan ke dokter spesialis anak, poliklinik gizi dan fisioterapi, kami juga kesini untuk memasang NGT (Nasogastrictube: alat bantu selang untuk menyalurkan makanan dan obat-obatan) pada Rayhan,” tambahnya.

Berawal dari Penyakit Meningitis TB

“Kemajuan Rayhan yang cukup pesat sampai dengan saat ini tidak terlepas dari bantuan para donatur dan tim medis di RST Dompet Dhuafa.”ungkap Aji.

Rayhan yang masuk ke RST Dompet Dhuafa sekitar bulan April 2013 lalu ini selama dua bulan sempat mengalami koma di ruang ICU/HCU RST Dompet Dhuafa. Bocah berusia 2 tahun ini menderita penyakit Meningitis TB (infeksi di selaput otak karena penyakit tuberkulosis) yang disertai dengan gizi buruk kurang lebih setahun yang lalu. Selama 2 bulan koma, kesadaran Rayhan saat itu berada pada tingkat apatis atau kurang perduli terhadap lingkungan sekitarnya. Berat badannya pun saat itu hanya berkisar 7kg saja.

Setelah mengalami koma kurang lebih selama 2 bulan, perkembangan kesehatan Rayhan pun berangsur-angsur mulai menunjukan kemajuan yang signifikan. Mulai dari tingkat kesadarannya yang perlahan naik dari apatis menjadi somnolen kemudian naik lagi menjadi komposmentis (sadar sepenuhnya), lalu berat badan Rayhan yang pada awalnya hanya 7kg, naik secara perlahan-lahan menjadi 7,2kg dan naik kembali menjadi 8,5kg, serta kepekaan Rayhan terhadap rangsangan yang perlahan juga mulai mengalami perkembangan.

Diperbolehkan untuk Rawat Jalan

Kurang lebih tiga bulan menjalani perawatan secara intensif di ruang ICU/HCU RST Dompet Dhuafa, dikarenakan kondisi kesehatannya semakin baik Rayhan pun diperbolehkan untuk rawat jalan oleh dokter spesialis anak RST Dompet Dhuafa pada Rabu, 26 Juni 2013 lalu.

Berat badan Rayhan yang pada saat pulang untuk rawat jalan berkisar 8,5kg, kini telah naik menjadi 10kg, bahkan pernah mencapai 11,5kg. Namun, Aji menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan dokter spesialis anak di RST Dompet Dhuafa, berat badan untuk Rayhan sendiri harus dinaikkan secara bertahap dan perlahan-lahan, karena jika tidak maka akan berpengaruh terhadap kesehatan organ tubuh Rayhan lainnya.

“Sampai dengan kondisi Rayhan saat ini saya merasa amat bersyukur kepada Allah SWT. Walaupun dalam hal rangsangan masih harus dilatih, setidaknya menurut dokter inilah kondisi terbaik dari penyakit meningitis TB yang diderita oleh Rayhan, “ terang Aji.(tie/yhm)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening berikut ini :

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,051 total views, 1 views today