Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

TITIN NOVIANI, “HIDUP KEDUA UNTUK SAYA”

Parung – Bogor. Setelah kurang lebih 2 bulan yang lalu ia telah berhasil menjalani operasi pertama pada bonggol kaki kanannya. Titin Noviani (30), mantan Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hongkong yang didiagnosa menderita penyakit Cocxitis Bilateral (Radang pada Tulang Sendi Coxae Kiri dan Kanan) ini telah berhasil menjalani tindakan operasi Total Hip Join Replacement yang kedua yaitu pada bagian bonggol kaki kirinya, Kamis 05 September 2013 di Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa.

Terlihat raut wajah yang lebih ceria pada perempuan berdarah Palembang ini saat kami temui di ruang rawat inap pasca operasi RST Dompet Dhuafa beberapa hari yang lalu.

Ketika kami menemuinya, Titin yang sedang berbaring di tempat tidur pun tersenyum lebar dan tidak segan untuk menyapa kami terlebih dahulu.

“Saya sudah menjalani operasi pada bonggol kaki kiri. Alhamdulillah setelah dioperasi bonggol kaki kiri saya sudah enggak terasa sakit,“ kata Titin.

“Untuk kaki sebelah kanan sendiri sekarang sudah mulai banyak perkembangan, sudah tidak terasa sakit, sudah bisa ditekuk dan kata dokter saya harus rajin untuk latihan sendiri mengangkat dan menurunkan kaki secara perlahan-lahan,” tambahnya.

Jika kita flashback kurang lebih 2 bulan ke belakang, dimana saat itu terjadi penundaan untuk mengambil tindakan operasi kedua pada kaki kanan Titin dikarenakan kondisi psikologisnya yang kurang mendukung, saat ini kondisi psikologisnya justru bertolak belakang dengan kondisi psikologis Titin pada saat itu. Sekarang Titin lebih bersemangat dalam masa penyembuhan penyakit radang tulang sendi yang dideritanya.

Sebelum menjalani operasi Total Hip Joint Replacement yang kedua, Titin sempat dipulangkan terlebih dahulu untuk memulihkan kondisi psikologisnya dan tinggal di rumah salah seorang relawan Migrain Institute Dompet Dhuafa. Situasi rumah yang begitu hangat dan sangat terasa kekeluargaanya sangat membantu memulihkan kondisi psikologis Titin yang pada saat itu drop karena kesepian tidak memiliki sanak saudara yang dapat men-support dirinya agar segera sembuh dari penyakitnya.

Beberapa minggu tinggal di rumah warga, semangat Titin untuk kembali menjalani operasi kedua pun muncul.

“Saat dipulangkan dan tinggal di rumah warga, saya masih tetap latihan untuk menggerakan kaki kanan, lalu saya berpikir saya ingin cepat bisa berjalan normal kembali tapi itu semua enggak akan terjadi kalau kaki kiri saya belum dioperasi, “ ungkapnya.

“Saya juga sadar dengan sakitnya saya ini, saya telah menyusahkan banyak orang dan saya merasa sangat tidak enak pada mereka, saya juga tidak mau terus-menerus dihantui rasa sakit yang berkepanjangan, akhirnya semangat untuk segera ingin menjalani tindakan operasi kedua pun muncul, “pungkas Titin.

Sehari sebelum menjalani tindakan operasi Total Hip Joint Replacement keduanya, Titin pun sempat dikunjungi oleh Mantan Ketua MPR RI periode 2004-2009, Hidayat Nur Wahid. Kunjungan Hidayat Nur Wahid tersebut ke RST Dompet Dhuafa didampingi juga oleh GM LAZ Dompet Dhuafa Abdul Ghofur, beberapa rekan dari Migrain Institute dan tidak ketinggalan juga Direktur Utama RST Dompet Dhuafa dr. Yahmin Setiawan, MARS.

Dalam kunjungannya saat itu, Hidayat bersama dengan dr. Yahmin dan Abdul Ghofur pun memberikan semangat kepada Titin yang akan menjalani operasi yang kedua pada kaki kirinya.

“Mba Titin harus semangat terus demi asa dan cita-cita. Jangan lupa juga kita senantiasa harus memohon pada Allah SWT agar segera diberikan kesembuhan dan diangkat penyakitnya. Semoga operasi yang akan dijalani oleh mba Titin besok diberikan kelancaran oleh Allah SWT. Amin”  kata Hidayat.

Mereka juga sempat membaca doa bersama-sama untuk kelancaran operasi Titin serta kesembuhan para pasien yang sedang dirawat di RST Dompet Dhuafa.

“Pasca operasi saya merasa sangat lega,  sekarang saya hanya mau fokus untuk kesembuhan kaki saya dulu. Saya ingin cepat bisa berjalan normal kembali, agar saya bisa bertemu dengan ibu dan saudara-saudara di Palembang. Saya juga sangat ingin bekerja kembali, terang Titin.

Berdasarkan keterangan perawat yang kami temui di ruang rawat inap pasca operasi RST Dompet Dhuafa, kondisi kesehatan Titin saat ini pun sudah sangat baik, luka pasca operasinya sudah bagus, bahkan dokter spesialis tulang (Sp. Orthopedia) juga sudah merencanakan untuk Titin untuk segera diperbolehkan rawat jalan.

“Jika nanti kondisi kaki kirinya pasca operasi sudah mulai dapat digerakan, Titin hanya perlu melatih mobilisasinya saja dan latihan untuk berjalan dengan menggunakan alat bantu,” terang perawat.

Sampai dengan kondisi kesehatannya saat ini, Titin menyampaikan bahwa ia ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Allah SWT, Dompet Dhuafa Hongkong, Migrain Institute, RST Dompet Dhuafa beserta tim medisnya, para donatur, juga teman-temannya sesama BMI yang saat ini berada di Hongkong.

“Saya tidak bisa membalas apa-apa atas kebaikan orang-orang yang telah membantu saya, biar Allah SWT saja yang membalasnya. Saya hanya bisa berdoa agar mereka selalu diberikan rezeki, pahala dan berkah oleh Allah SWT, “ pungkasnya

“Saya merasa ini adalah hidup kedua saya, tidak akan melupakan pertolongan dan bantuan yang telah diberikan kepada saya,” tutup Titin.

RST Dompet Dhuafa mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur dan seluruh pihak yang telah membantu kesembuhan Titin Noviani. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi, melapangkan, dan memudahkan rezeki dan segala urusannya. Amin YRA (tie/yhm)

3,017 total views, 1 views today