Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

SOSIALISASI TB, TB-HIV, DAN TB MDR DI RST DOMPET DHUAFA

Parung–Bogor. Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tubercolusis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di Asia Tenggara sendiri terdapat setengah dari jumlah penderita TB di seluruh dunia. Diperkirakan setiap tahun, 500.000 orang di kawasan ini meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Berangkat dari persoalan tersebut dimana penyakit TB merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia, Rumah Sehat Terpadu (RST) dan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor-Jawa Barat dan Global Fund (GF) – ATM menyelenggarakan kegiatan penyuluhan untuk para petugas kesehatan dengan tema “Sosialisasi TB, TB-HIV, dan TB MDR”, Rabu 25 September 2013.

Dalam sambutannya, dr. Yahmin Setiawan, MARS selaku Dirut RST Dompet Dhuafa mengatakan, “Semoga dengan kegiatan sosialisasi ini akan meningkatkan pengetahuan serta kemampuan dari para tenaga medis dan paramedis dalam menangani pasien-pasien TB-HIV dan TB-MDR. Dan RST berharap terjalin kerjasama yang harmonis dengan Puskesmas, Dinas Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan Swasta terdekat.”

“Tujuan dari penyelenggaran kegiatan ini adalah untuk menjalin kerjasama dengan tim medis (dokter, perawat, bidan) dari rumah sakit swasta dengan tim medis RST Dompet Dhuafa dalam hal penatalaksanaan program TB, selain itu juga kami ingin agar kegiatan ini dapat menjadi tambahan informasi baru dan sosialisasi mengenai penyakit TB,” terang dr. Akhun (Penanggung Jawab DOTS TB Centre RST Dompet Dhuafa).

“Selain itu juga, kegiatan ini sekaligus memperkenalkan bahwa RST Dompet Dhuafa saat ini telah memiliki poliklinik paru beserta dokter spesialisnya sehingga diharapkan penanganan terhadap penderita TB dapat dilakukan secara lebih maksimal,” tambahnya.

Sebagai pembicara dalam kegiatan ini yaitu, dr. Alvin, Sp.P dari Rumah Sakit Paru Cisarua Bogor memberikan penjelasan untuk mensosialisasikan bahaya penyakit, gejala juga cara penanganan TB, TB-HIV, dan TB MDR yang benar. Selain dokter spesialis paru, kegiatan ini pun melibatkan dokter spesialis penyakit dalam (internis) RST Dompet Dhuafa sebagai pembicara.

“Sebagai rumah sakit swasta pertama yang menerapkan DOTS (Direct Observed Treatment, Short Course), saya berharap RST Dompet Dhuafa dapat menjaring pasien-pasien TB yang lokasi tempat tinggalnya berada dekat dengan RST,” tutup dr. Akhun. (tie/yhm)

2,171 total views, 1 views today