Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

DENGAN PENYAKIT GENETIK LANGKA, AHMAD TETAP CERIA

Parung-Bogor. Siapapun yang melihat anak kecil ini pasti akan menaruh simpati yang amat mendalam terhadap kondisi penyakit yang sedang dideritanya. Ahmad Lutfi (9) telah terdiagnosa menderita penyakit Osteogenesis Imperfecta dan Malnutrisi (gangguan gizi). Ia masuk dan mendapatkan perawatan di RST Dompet Dhuafa pada tanggal 23 September 2013 lalu.

“Kata dokter, penyakit ini sudah ada sejak Ahmad berada dalam kandungan, namun waktu mengandung saya tidak merasa ada yang berbeda dari kandungan saya itu. Saat itu saya memang sering jatuh”, ungkap Rosmiati, Ibu Ahmad.

Osteogenesis Imperfecta (OI) secara harfiah berarti “tidak sempurna tulang yang terbentuk.” Penyakit ini adalah penyakit kelainan genetik langka ditandai dengan tulang yang mudah patah. Penyakit ini pun merusak kemampuan tubuh untuk membuat tulang kuat. Orang yang menderita OI memiliki tulang yang mudah patah dan bisa patah ratusan tulang selama hidupnya.

Berdasarkan keterangan dari Rosmiati, ia melihat keganjilan terhadap kesehatan Ahmad pada usianya yang menginjak 4 bulan. “Saya melihat Ahmad berbeda dengan bayi yang lain, tubuhnya masih saja terlihat kecil,” ujar Rosmiati.

Melihat kondisi Ahmad yang semakin menurun, akhirnya di usia Ahmad yang ke 8 bulan, Rosmiati pun membawa Ahmad ke Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa dikarenakan keterbatasan ekonomi.

Selama 3,5 tahun Ahmad mendapatkan pengobatan rawat jalan di LKC, dan rujukan terapi di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta.

“Saat itu menurut dokter, Ahmad direncanakan untuk melakukan terapi selama 2 tahun, tapi karena semakin kesini saya melihat kondisinya semakin menurun akhirnya setelah 7 kali terapi saya tidak melanjutkannya lagi,” terang Rosmiati.

Sempat kurang lebih setahun tidak berobat, karena kondisi Ahmad yang semakin mengkhawatirkan, Rosmiati pun akhirnya kembali membawa Ahmad untuk berobat ke puskesmas. Dari puskesmas Ahmad kemudian dirujuk ke rumah sakit daerah.

“Disana Ahmad diperiksa gizinya, namun karena saya melihat tidak ada perkembangan yang berarti akhirnya saya pun membawa Ahmad pulang,” tambahnya.

“Waktu sudah dibawa pulang, Ahmad terpaksa juga terhenti pengobatannya, karena saya harus mengurus ayahnya yang sakit juga. Saya harus mencari nafkah menjadi pembantu rumah tangga untuk menggantikan bapak,” pungkas Rosmiati.

“Setelah bapak sakit sampai kemudian meninggal pada tahun 2009, pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga tetap saya jalani, dengan penghasilan yang kurang menentu yaitu sekitar Rp 300.000,00/bulan,”tambahnya.

Lima tahun bergelut dengan penyakitnya tanpa pengobatan, akhirnya karena sebuah peristiwa dimana tangan Ahmad tidak sengaja terinjak oleh sepupunya yang berusia 4 tahun, Ahmad mengalami patah akibat tulangnya yang sangat rapuh. Ahmad pun masuk ke RST Dompet Dhuafa atas saran dari seseorang yang begitu simpati terhadap kondisinya.

Ahmad masuk ke RST Dompet Dhuafa dengan diagnosa OI, Malnutrisi, dan Fraktur Multiple (patah tulang pada jumlah yang banyak). Saat ini Ahmad sendiri telah mendapatkan penanganan berupa tindakan operasi fraktur pada bagian tangan sebelah kanan.

Berdasarkan keterangan dokter di RST Dompet Dhuafa, Ahmad direncanakan untuk dikonsulkan ke poliklinik gizi terkait untuk penambahan bobot tubuhnya. Untuk penanganan penyakit OI nya sendiri dikarenakan belum ada obatnya maka sementara akan diberikan collagen untuk penguatan tulang agar menumbuhkan tulangnya.

Kendati menderita penyakit yang menyita keterbatasan ruang geraknya, namun itu tidak membuat semangat Ahmad dalam menjalani kehidupan ini menurun. Ia merupakan anak kecil yang memiliki karakter ceria, ramah, dan mudah dekat dengan orang yang baru dikenalnya. Pada tahun ajaran baru ini pun Ahmad telah terdaftar menjadi salah satu siswa yang duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar. Cita-citanya yang mulia pada saat sudah besar nanti yaitu menjadi seorang ustad pun ia ungkapkan saat kami menemuinya kemarin. (tie/yhm)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,524 total views, 3 views today