Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

PERJUANGAN HANIFA MELAWAN KANKER OTAK

Parung – Bogor. Wajahnya yang terlihat pucat dan sayu, tidak terlihat lagi keceriaan di raut mukanya. Badannya pun semakin kurus hanya kulit berbalut tulang saja dan pandangan matanya pun seakan kosong tak ada gairah. Hanifa Rahmadani (10) telah keluar masuk ke Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa kurang lebih sejak bulan Maret 2013 sampai dengan sekarang. Ia didiagnosa menderita Medulloblastoma.

Medulloblastoma adalah tumor ganas / kanker otak pada anak-anak yang terjadi di cerebellum yang merupakan bagian belakang otak yang mengontrol berjalan,keseimbangan dan koordinasi motorik. Jenis kanker ini memiliki kecenderungan untuk menyebar ke area lain dari otak dan sumsum tulang belakang. Kanker ini juga mempengaruhi Sistem Saraf Pusat (SSP), yang terdiri dari otak dan sum-sum tulang belakang.

Selama keluar masuk RST Dompet Dhuafa, Hanifa telah beberapa kali dirujuk untuk menjalani pemeriksaan CT Scan dan radioterapi (penggunaan energi tinggi sinar untuk membunuh sel Kanker) di dua rumah sakit swasta di Jakarta.

Kondisi kesehatan Hanifa sendiri sebelumnya sempat membaik dan diperbolehkan untuk rawat jalan, namun beberapa bulan setelah diperbolehkan pulang kondisinya menurun dan masuk kembali ke RST Dompet Dhuafa pada Senin, 30 September 2013 lalu.

“Sekarang kondisi Neng (panggilan akrab Hanifa) semakin menurun. Udah enggak cerewet lagi, udah enggak suka nyanyi lagi, ngobrol saja jarang. Sekarang kelihatannya lemes banget, badannya semakin kurus, sering melamun, terus lihat matanya juga pandangannya udah kosong enggak seperti sebelumnya” terang Tihat, nenek Hanifa.

Selama mendapatkan perawatan di RST Dompet Dhuafa, Tihat lah yang menjaga dan menemani Hanifa sepanjang hari. Terkadang suami Tihat juga datang ke RST Dompet Dhuafa untuk bergantian menjaga Hanifa.

“Ibunya Neng sudah lama pergi dari rumah sejak Neng umur ± 2 tahun. Sejak itu saya yang mengurus Neng dan adiknya,” ungkap Tihat.

Tihat dan suaminya sendiri saat ini tidak bekerja. Selama ini, untuk biaya kehidupan sehari-hari Tihat dan suami hanya mendapatkan uang ala kadarnya dari hasil pemberian anak-anaknya, termasuk ayah Hanifa yang sekarang tinggal bersamanya.

“Bapaknya Hanifa alhamdulillah sekarang sudah mendapatkan pekerjaan yang baik di sebuah rumah makan. Tadinya sebelum Hanifa sakit ia bekerja sebagai pemulung,” kata Tihat.

Penghasilannya bekerja di sebuah rumah makan pun tidak cukup besar, Tihat menyampaikan bahwa “Dalam sebulan kurang lebih pendapatan ayahnya Neng itu Rp 1 juta. Itu pun harus dibagi lagi untuk membayar kontrakan Rp 300.00,00 dan sisanya kita cukup-cukupi untuk biaya hidup sehari-hari,” pungkas Tihat.

Saat ini kondisi Hanifa sendiri masih menjalani radioterapi dan pemeriksaan CT Scan untuk mengetahui perkembangan sel tumor dalam otaknya. Kemudian ia juga masih dikonsultasikan ke poliklinik gizi untuk dapat menambah berat badannya yang saat ini hanya berbobot 17kg, jauh dari berat badan normal untuk anak seusianya. Penunjang medis lain seperti fisioterapi juga diberikan kepada Hanifa guna melemaskan otot-ototnya.

“Lihat kondisi Neng seperti ini rasanya saya pasrah. Terkadang enggak tega lihat Neng kepala belakangnya dibelah terus-menerus. Kata dokter sel tumornya sudah menjalar ke bagian tulang belakangnya,” terang Tihat.

“Dulu Neng mah enggak sekurus ini kaya anak kecil yang lainnya, main kesana-sini, aktif, sekolahnya juga nilainya bagus-bagus,” tambah Tihat.

Sudah satu tahun belakangan ini akibat penyakit yang dideritanya, Hanifa pun putus sekolah. Perempuan kecil yang memiliki cita-cita mulia untuk menjadi seorang guru ini harus menahan segala keinginannya untuk kembali mendapatkan pengetahuan di bangku sekolah karena harus menerima kenyataan kondisi tubuhnya saat ini. Hanifa hanya bisa mobilisasi menggunakan kursi roda karena tidak bisa berjalan akibat pengaruh penyakit yang dideritanya.

Hanifa… Jangan biarkan penyakit tersebut mengalahkanmu.. Tetaplah berjuang dan bersemangat! (tie/yhm)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,287 total views, 10 views today