Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

AMELOBLASTOMA MENGHAPUS KECERIAAN DONI

Parung-Bogor. “Pak, mana telurnya ?” pinta anak berusia 5 tahun ini kepada ayahnya. Tidak lama ayahnya pun mengupaskan telur rebus tersebut untuk anaknya dan seketika anak kecil itu pun melahap secara perlahan walaupun terasa sulit baginya untuk mengunyah sesuatu. Kesulitan untuk mengunyah makanan telah dirasakan oleh anak kecil yang bernama M. Doni Mahesa selama kurang lebih 3 bulan belakangan ini. Doni didiagnosa menderita penyakit Ameloblastoma dan Anemia.

Ameloblastoma juga dikenal dengan adamantinoma, merupakan tumor odontogenik (tumor yang berasal dari gigi). Tumor ini relatif jinak tetapi agresif. Ameloblastoma berkembang di rahang, sering di tempat ketiga geraham, dan mungkin melibatkan jaringan dari soket-soket mata atau sinuses.

Berdasarkan keterangan dari Sarimah yang merupakan ibunda Doni, penyakit ini datang secara tiba-tiba.

“Awalnya bagian pipi sebelah kanan Doni terbentur oleh kepala temannya saat sedang bermain. Mula-mula hanya benjolan kecil biasa. Untuk mengobati benjolan tersebut saya pun hanya membawa Doni untuk berobat biasa, namun tidak ada perubahan dan perlahan-lahan benjolan di pipinya semakin membesar sehingga pada akhirnya saya dan suami membawa Doni ke sebuah rumah sakit swasta di Serang, “ ungkap Sarimah.

Di sebuah rumah sakit swasta di Serang, Doni sempat mendapatkan perawatan selama 1 bulan. Namun, biaya perawatan Doni yang membutuhkan dana yang tidak sedikit harus memaksa Doni pulang ke rumah sebelum pengobatannya selesai. Ayah Doni yang bekerja di unit pemadam kebakaran Serang pun tak kuasa jika harus menanggung beban biaya pengobatan Doni. Tidak lama berada di rumah, akhirnya berkat uluran tangan dari tetangga-tetangganya, Doni dapat dibawa berobat kembali ke sebuah rumah sakit khusus bedah di Serang, Banten. Selama dirawat disana, Doni pun sempat menjalani kemoterapi.

“Doni sempat dikemo sekali, kemudian dokter di rumah sakit khusus bedah tersebut menyarankan agar Doni dirujuk saja ke rumah sakit kanker di Jakarta. Mendengar saran dokter tersebut, saya dan suami begitu bingung karena kami tidak memiliki banyak uang untuk dapat membawa Doni ke Jakarta,“ terang Sarimah.

Setelah mengalami banyak hambatan untuk membawa Doni agar mendapatkan pengobatan dan perawatan intensif atas penyakitnya, Alhamdulillah berkat bantuan dari tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Serang, Dompet Dhuafa Banten, Doni pun dapat dibawa ke Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa.

Doni masuk ke RST Dompet Dhuafa pada tanggal 7 Oktober 2013 lalu. Sesampainya di RST Dompet Dhuafa, Doni pun langsung dirujuk ke rumah sakit kanker di Jakarta untuk dapat menjalani serangkaian pemeriksaan terkait dengan penyakitnya. Selain penyakit Ameloblastoma yang dideritanya, Doni juga didiagnosa menderita anemia (kekurangan darah). Dengan Hb (Hemoglobin) yang hanya berkisar 4,1 (nilai normal Hb sekitar 13-14), berdasarkan informasi terakhir dari perawat di ruang rawat inap anak RST Dompet Dhuafa, Doni telah mendapatkan transfusi darah sebanyak empat kali.

Saat ini kondisi Doni relatif baik, Doni yang awalnya susah makan sekarang sudah mau makan dan minum susu, sudah tidak terlalu rewel namun rambutnya masih terlihat rontok akibat pengaruh kemoterapi yang dijalani sekitar satu bulan lalu.

Penanganan untuk Doni sendiri saat ini masih menunggu hasil serangkaian pemeriksaan di rumah sakit kanker di Jakarta, dimana hasilnya akan dicocokan dengan hasil pemeriksaan di rumah sakit khusus bedah di Serang, tempat Doni dulu pernah dirawat.

“Saya tidak ingin meratapi kesedihan terus-menerus terhadap penyakit Doni. Jika ditanya sedih atau tidak pasti rasanya sedih sekali, tapi sebagai orangtua saya harus tetap ikhtiar demi kesembuhan anak saya,” ungkap Sarimah sambil setengah berkaca-kaca.

“Saya ingin melihat Doni ceria dan gemuk lagi seperti dulu, tidak tega melihat berat badannya yang sekarang hanya berkisar 13,5kg. Saya juga ingin lihat Doni menginjak bangku sekolah tahun depan dan bermain lagi seperti anak-anak lainnya. Semoga Doni bisa segera sembuh dan menjalani aktivitasnya seperti dulu,” tutup Sarimah. (tie/yhm)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

4,145 total views, 2 views today