Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

PERJUANGAN ORANGTUA UNTUK KESEMBUHAN RIZKY

Parung-Bogor. Bayi kecil ini bernama Muhammad Rizky (2), ia didiagnosa menderita Hidrosefalus yakni penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan serebrospinal (cairan di dalam otak) sehingga menyebabkan akumulasi (penumpukan) cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital.

Akibat penyakit Hidrosefalus yang dideritanya, Rizky tidak mampu untuk bergerak bebas seperti bayi pada umumnya.

“Cairan yang ada di kepala Rizky  membuat kepalanya semakin membesar, hal tersebut mengakibatkan bentuk otot tubuh Rizky yang kecil tidak mampu mengangkat kepalanya karena beban yang terlalu besar. “ ungkap terapis Rizky yang kami temui di ruang fisioterapi Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa.

“Saat pertama kali datang untuk terapi, tubuhnya kaku, seluruh anggota tubuhnya lemas, ia hanya bisa tiduran dengan posisi terlentang serta bentuk tubuhnya agak sedikit miring ke bagian kanan,” tambahnya.

Rizky sendiri masuk ke RST Dompet Dhuafa sekitar bulan November 2012 lalu. Sebelum menjalani pengobatan dan terapi di RST Dompet Dhuafa, orangtua Rizky pernah membawa Rizky berobat ke salah satu rumah sakit di Bogor.

“Rizky menderita penyakit ini sejak usianya menginjak 2 bulan, “ungkap ibunda Rizky.

“Saya sempat bingung dengan penyakit anak saya ini, karena bingung akhirnya saya pun membawa Rizky ke rumah sakit untuk mengetahui gimana kondisi kesehatannya. Di rumah sakit tersebut Rizky mendapatkan penanganan rawat jalan selama 6 bulan ,“ tambahnya.

Melihat tidak ada perkembangan terhadap kesehatan anaknya serta keterbatasan biaya pengobatan, orangtua Rizky pun akhirnya menghentikan pengobatan di rumah sakit tersebut. Ayah Rizky yang berprofesi sebagai pekerja serabutan tidak memiliki penghasilan yang menentu, sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga biasa.

Tidak lama setelah itu, berkat informasi yang ia peroleh dari tetangganya yang menjadi member RST Dompet Dhuafa, orangtua Rizky kemudian mendaftarkan diri dan mengurus kememberan untuk pengobatan anaknya, dan Alhamdulillah tidak lama berselang mereka pun dapat menjadi member RST dan mendapatkan pengobatan dan terapi secara cuma-cuma untuk Rizky.

Dalam penanganan terapinya Rizky direncanakan menjalani tindakan terapi setiap harinya selama 6 bulan.

“Saat awal terapi Rizky dan ibunya datang seminggu 2 kali sambil mengurus kemembarannya, lalu setelah selesai mengurus kememberan barulah ia direncanakan untuk terapi setiap hari selama 6 bulan,” ungkap terapis.

“Program terapi untuk Rizky saat itu adalah mengembalikan fungsi pola gerak ke bentuk normal seperti menguatkan otot-otot di sekitar leher dan punggung untuk bisa mengangkat kepala yang intinya akan mengaktifkan kinerja otak dan tubuh,” terang terapis.

Ibunda Rizky mengungkapkan bahwa ia sempat putus asa dengan kondisi anak semata wayangnya ini.

“Saat berobat, dokter sempat memberikan vonis bahwa usia Rizky tidak panjang dan ia akan cacat seumur hidup,” ucap Ibunda Rizky.

“Orangtua mana yang tidak sedih mendengar anaknya memiliki harapan hidup yang sangat kecil, namun alhamdulillah Allah berkehendak lain. Setelah menjalani terapi, kondisi kesehatan Rizky perlahan-lahan mulai membaik, terdapat banyak kemajuan pada sistem motoriknya, “ungkap Ibunda Rizky.

Penanganan terapi terhadap Rizky ini telah selesai pada bulan pertengahan Juli 2013 lalu.

“Rizky yang pada awal masuk tubuhnya kaku, seluruh anggota tubuhnya lemas dan hanya bisa tiduran, kini ia sudah bisa duduk, berdiri bahkan berjalan. Pola bentuk tubuhnya yang pada awalnya sedikit miring ke kanan pun kini telah kembali seperti semula. Kemajuan perkembangan kesehatan Rizky ini tentu saja tidak terlepas dari peran dan perjuangan kedua orangtuanya yang sangat kooperatif untuk mendukung kesembuhan Rizky,”terang terapis.

Sebagai wujud syukur atas perkembangan kesehatan Rizky yang begitu pesat, orangtua Rizky pun mengadakan tasyakuran kecil-kecilan di rumahnya, serta tasyakuran di ruang fisioterapi bersama anak-anak kecil lain yang sedang menjalani fisioterapi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada RST Dompet Dhuafa yang telah membantu penyembuhan dan pengobatan Rizky sampai kondisinya baik seperti ini. Saya begitu amat terbantu.”tutup Ibunda Rizky.

RST Dompet Dhuafa mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah menyumbangkan sebagian hartanya untuk kesembuhan pasien-pasien di RST.(tie/yhm)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,715 total views, 1 views today