Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

Archive for November 2013

FASYANKES PRO ASI

Data di Indonesia pada  para ibu yang menyusui ASI eksklusif kepada bayinya, ternyata hasil terbanyak adalah para ibu menyusui ASI eksklusif hanya selama 2 bulan. Dan hasil Survey Dasar Kesehatan Indonesia tahun 2002-2003 di wilayah DKI Jakarta didapatkan data hanya 14 % bayi mendapat ASI eksklusif  selama 4-6 bulan. Read more

2,308 total views, no views today

KEMBALI, RST DOMPET DHUAFA MENANGANI GIZI BURUK ANAK

Parung – Bogor. Ratna (8) terlihat sedang berada di pangkuan ibunya sambil sesekali menangis jika ia merasa kesakitan saat kami temui di ruang rawat inap anak Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa, Selasa 26 November 2013 kemarin.

Anak bungsu dari 11 bersaudara ini masuk ke RST Dompet Dhuafa sejak Senin malam tanggal 25 November 2013 lalu dan didiagnosa oleh dokter menderita gangguan gizi Marasmus Kwashiorkor dan anemia. Sebelum dibawa ke RST Dompet Dhuafa, Maryani ibu Ratna mengungkapkan bahwa Ratna sempat bolak-balik menjalani pengobatan ke puskesmas di dekat rumahnya di daerah Tenjo, Jasinga Bogor.

“Kalau dihitung, kira-kira Ratna sudah lebih dari 20 kali bolak-balik ke puskesmas selama sakit kurang lebih 4 tahun ini.” kata Maryani.

Memang sudah kurang lebih dari 4 tahun yang lalu Ratna menahan sakit atas penyakit yang dideritanya. Maryani menyampaikan bahwa “Ratna sakit-sakitan awalnya setelah ayahnya meninggal saat usianya 3 tahun, tadinya dia seperti anak seusianya, main kesana kemari sama temen – temennya, berat badannya juga 20kg lebih ada sih, tapi lihat sekarang berat badannya cuma 11kg,”.

Maryani yang selama ini berprofesi sebagai pedagang sayur keliling dengan penghasilan paling besar    Rp 30.000,00  ini pun hanya bisa membawa Ratna berobat ke puskesmas.

“Dari pertama sakit cuma panas, terus saya bawa ke puskesmas dan dikasih obat, tapi enggak lama sembuh dia sakit lagi, dan saya bawa lagi berobat ke puskesmas gitu aja seterusnya “ tambah Maryani

Selama 4 tahun sakit, Maryani pun bergantian dengan anak lelaki sulungnya menggendong Ratna dari rumah untuk berobat ke puskesmas dikarenakan sulitnya transportasi didesanya.

“4 tahun bolak-balik puskesmas Ratna cuma diperiksa dan diberikan obat tapi enggak sembuh-sembuh, lalu beberapa hari kemarin ada bidan di desa yg coba membawa Ratna ke sebuah rumah sakit daerah di Bogor tapi setelah diperiksa sama dokter bilangnya engga ada penyakitnya akhirnya saya pulang lagi ke rumah,” kata Maryani.

Pulang ke rumah tanpa hasil yang memuaskan karena tidak didiagnosa menderita penyakit apapun, Ratna yang pada malam itu kesakitan karena penyakitnya akhirnya dibawa ke RST Dompet Dhuafa oleh seorang kader kesehatan yang  tidak tega melihat kondisinya.

“Awal masuk kami tangani kegawatdaruratannya di IGD, ia masuk dalam keadaan lemas dan setelah diperiksa ternyata didapatkan diagnosa penyakit gangguan gizi Marasmus Kwasiorkor. Dan setelah menjalani pemeriksaan laboratorium juga diketahui Ratna menderita anemia,” ungkap dr.Melathi.

“Selain gangguan gizi dan anemia, di bagian paha sebelah kirinya juga terdapat luka dan benjolan yang disebabkan oleh infeksi,” tambahnya.

dr. Melathi pun menyampaikan bahwa “untuk penanganan terhadap pasien sendiri akan dilakukan terapi perbaikan gizi untuk menambah bobot tubuh agar ideal sesuai dengan usianya, sedangkan untuk penyembuhan penyakit gangguan gizi sendiri ideal waktu proses penyembuhannya adalah 2 bulan,”

Ratna merupakan pasien gangguan gizi ke 14 yang ditangani oleh RST Dompet Dhuafa. Selama lebih dari 1 tahun berdiri, RST Dompet Dhuafa telah menangani 36 kasus pasien gangguan gizi. Sebanyak 14 pasien ditangani di rawat inap dan sisanya merupakan pasien rawat jalan. Semoga Ratna merupakan pasien gangguan gizi (gizi buruk) terakhir dan tidak ada lagi kasus pasien gangguan gizi selanjutnya menyerang anak-anak Indonesia. (tie)

Kami menggugah hati anda untuk dapat membantu kesembuhan Ratna

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,127 total views, no views today

BPZIS MANDIRI – RST DOMPET DHUAFA : MENYELENGGARAKAN KHITANAN MASSAL

Bojonggede – Bogor. Ahad kemarin, tepatnya pada tanggal 24 November 2013, Club BPZIS Mandiri bekerja sama dengan Yayasan PODIUM, dan Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa menyelenggarakan sebuah kegiatan sosial yaitu Khitanan Massal Untuk Anak Yatim dan Dhuafa. Kegiatan dilaksanakan di Kec. Bojonggede, Bogor ini adalah dalam rangka memperingati tanggal 10 Muharam 1434H (Lebaran Anak Yatim).

Kegiatan yang diikuti sebanyak 60 anak yatim dan dhuafa ini dihadiri oleh perwakilan dari BPZIS Mandiri, perwakilan Koramil, Kapolsek Bojonggede, serta perwakilan camat dan kepala desa setempat.

Drs. Suyatin, MM selaku perwakilan dari BPZIS Mandiri dalam sambutannya menyampaikan “BPZIS atau Badan Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah di kalangan karyawan Bank Mandiri dengan mengusung visi dan misi menjadi lembaga Zakat yang Termuka, Amanah, dan Profesional, kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi mustahiq (penerima manfaat)/dhuafa,”.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini, yaitu BPZIS Mandiri, Podium serta RST Dompet Dhuafa. Semoga dengan diadakannya kegiatan khitanan ini dapat membuat anak-anak kita kembali suci untuk menuju ibadah wajib dan sunnah,” ungkap Dede Malvina perwakilan dari Gerakan Orang Tua Asuh Ar-Rahman.

Selain khitanan yang menjadi inti dari kegiatan ini, sebelum dimulai, acara ini juga diisi dengan hiburan seperti marawis dan badut-badut lucu yang muncul untuk menghibur dan menghapus ketakutan serta kekhwatiran anak-anak sebelum mereka dikhitan.

“Insyallah kami pun berharap mudah-mudahan dengan mengharap ridho Allah SWT kegiatan serupa dapat terselenggara kembali dan semoga khitanan ini dapat menghindarkan anak-anak kita dari segala penyakit dan memberikan kesehatan, amin YRA,” ungkap  dokter Agung yang mewakili tim kesehatan RST Dompet Dhuafa.

Isah salah seorang ibu yang mengantarkan anaknya bernama Bilal (5) pun menyampaikan “dengan diadakannya kegiatan ini saya merasa bersyukur, karena kegiatan ini betul sangat membantu warga yang kurang mampu,”.

Fariha, SH selaku Humas RST Dompet Dhuafa menyampaikan, “Semoga kerjasama yang sudah terjalin dalam kegiatan ini, antara BPZIS Mandiri dan RST Dompet Dhuafa, dapat semakin erat di masa-masa yang akan datang terutama dalam program kesehatan untuk dhuafa.”

Dalam penyelenggaraan kegiatan khitanan massal kali, RST Dompet Dhuafa menurunkan tim kesehatan yang terdiri dari para dokter dan dibantu para perawat yang telah berpengalaman dalam melaksanakan kegiatan khitanan massal di beberapa kesempatan.

Kegiatan yang selesai menjelang Dzuhur ini pun dirasakan betul manfaatnya oleh Fikri (10). Fikri menyampaikan bahwa ia merasa senang karena sudah dikhitan. (tie/yhm)

2,023 total views, no views today

MAEMUNAH, LUKA DIABETES YANG MEMBAIK

Parung-Bogor. Maemunah (49) sedang diberikan perawatan pada luka diabetes mellitus (DM) / kencing manis yang dideritanya di kaki bagian kiri saat kami temui di poli rawat luka Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa, kemarin 21 November 2013. Read more

4,062 total views, 1 views today

Pages:123Next »