Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

PERJUANGAN MASA SENJA KEMAH

Parung-Bogor. Saat kami temui, perempuan ini sedang memakan roti secara perlahan – lahan didampingi oleh saudaranya. Kemah (69) di masa senjanya didiagnosa menderita Fraktur Collum Femur Sinistra yaitu patah tulang pada paha sebelah kiri dan permasalahan jantung.

Melihat usianya yang sudah lebih dari setengah abad, siapapun tentunya tidak tega melihat kondisi Kemah saat ini. Berdasarkan keterangan dari Rohmah saudara dari Kemah, sekarang Kemah pun tidak memiliki saudara dekat. Suami Kemah sudah meninggal sejak lama dan Kemah sendiri pun tidak memiliki anak.

Dalam kesehariannya, wanita kelahiran tahun 1944 ini tinggal dan beraktivitas sendiri di rumah yang diberikan oleh mantan majikannya.

“Emak tinggal sendiri di rumah, kadang keponakan saya yang temenin dia disana, suka nginep juga tapi kalau ponakan saya lagi enggak di rumah emak, ya dia tinggal sendirian paling nitip dan diperhatiin sama tetangga, “ ungkap Rohmah.

Menurut Rohma yang tinggal tidak jauh dari tempat tinggal Kemah, awal mula Kemah terjatuh adalah karena tersandung kayu tempat tidur tiga bulan yang lalu.

“Saya tahu dari tetangganya, karena saat itu saya tidak ada di tempat, mereka bilang emak kesandung kayu tempat tidur lalu jatuh, mungkin karena memang faktor usia jadi agak sedikit parah” ucap Rohma.

Setelah jatuh Kemah pun sempat diurut oleh tukang urut desa setempat. Namun karena tidak kunjung sembuh setelah 3 kali diurut akhirnya Kemah pun tidak melanjutkannya.

“Setelah diurut itu, kaki emak bukannya sembuh tapi membengkak, jadi kita enggak lanjutin lagi, “kata Rohmah

“Mau dibawa kemana juga saya bingung karena kalau ke rumah sakit pasti biayanya mahal,” tambah Rohmah.

Untuk biaya kehidupannya sehari-hari, Kemah diberikan santunan oleh mantan majikannya. Rohmah pun menyampaikan karena Kemah sudah bekerja bertahun-tahun disana sehingga mantan majikannya itu pun masih memberikan sedikit uang dan rumah sederhana untuk ditinggali Kemah.

Dengan kondisi kaki yang membengkak, Kemah yang dalam kesehariannya masih tergolong aktif pun jadi hanya bisa duduk dan berdiam diri di rumah saja.

Tiga bulan kemudian setelah peristiwa itu, akhirnya berkat bantuan dari seseorang yang tidak tega melihat kondisi Kemah, ia pun berinisiatif untuk membawa Kemah ke Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa.

Kondisi Kemah sendiri pada saat masuk ke RST Dompet Dhuafa, ia merasakan nyeri di pinggang dan menjalar ke paha kanan, kakinya membengkak dan nafasnya sesak.

Selama hampir kurang lebih 2 minggu dirawat di RST Dompet Dhuafa, telah dilakukan penanganan untuk patah tulang  dengan metode skin traksi pada Kemah, Senin 21 Oktober 2013 lalu. Dan rencana penanganan selanjutnya berdasarkan keterangan dokter spesialis bedah tulang (Sp.Orthopedia) RST Dompet Dhuafa, akan dilakukan tindakan operasi (bipolar artroplasty bone sement) yang maksimal akan dilakukan 2 pekan setelah pemasangan skin traksi.

Pertimbangan operasi ini diambil dengan harapan agar pasien dapat melakukan pergerakan dan beraktifitas normal kembali dimasa-masa yang akan datang. Perjuangan dan harapan untuk kesembuhan di masa senja Kemah yang harus kita dukung bersama.(tie/yhm)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

1,960 total views, 1 views today