Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

BAGAIMANA KABARMU WIRA ?

Parung-Bogor. Sahabat masih ingat dengan Wirayuda ? Anak berusia 9 tahun yang mendapatkan perawatan secara intensif di Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa karena menderita penyakit gangguan gizi Marasmus Kwashiorkor beberapa bulan lalu. Setelah kondisinya semakin membaik dan diperbolehkan untuk pulang dan rawat jalan pada bulan Juni lalu, pada Senin, 04 November 2013 tim RST Dompet Dhuafa pun mengunjungi rumah Wira di Desa Tenjo, Jasinga-Bogor untuk mengetahui perkembangan kesehatan Wira yang dikabarkan sedikit menurun.

Setibanya di rumah Wira, kami pun mendapati Wira dalam keadaan yang lemas dan kurang bergairah.

“Sudah dari 2 minggu yang lalu Wira sakit, waktu itu sebabnya mungkin dia kecapean abis ikut olahraga di sekolah, nafasnya sesak katanya ”ungkap Ibu Wira.

Memang selepas diperbolehkan untuk pulang dan menjalani rawat jalan dari RST Dompet Dhuafa bulan Juni yang lalu, akhirnya Wira pun dapat mencicipi bangku sekolah pada tahun ajaran baru ini dan duduk di kelas 1 Sekolah Dasar terdekat. Keinginannya untuk dapat duduk di bangku sekolah beberapa tahun yang lalu, terhambat karena penyakit gangguan gizi yang telah diderita oleh Wira selama 7 tahun lamanya.

“Selama sakit beberapa hari kemarin, berat badan Wira jadi turun 2 kg, dari sebelumnya 16kg sekarang menjadi 14kg. Berat badannya turun juga karena Wira makannya susah, tetap suka pilih-pilih makanan, kita sih sudah berusaha membujuk Wira untuk makan apa saja tapi dia nya tetap enggak mau. ” terang Ayah Wira.

Berdasarkan keterangan dari Ayah Wira, saat sakit Wira sudah mendapatkan pemeriksaan oleh dokter yang dibawa ke rumahnya oleh seorang relawan yang selama ini perduli terhadap kesehatan Wira.

“Wira sudah diperiksa sama dokter, terus dikasih beberapa obat dan vitamin untuk menambah nafsu makannya, tapi kayanya enggak terlalu berpengaruh, ” ungkapnya.

Khawatir keadaan Wira akan semakin menurun, maka perawat dari RST Dompet Dhuafa yang ikut dalam kunjungan saat itu pun mengarahkan orangtua Wira segera membawa Wira untuk kontrol ke dokter spesialis anak RST agar mendapatkan informasi lebih lengkap terkait perkembangan kesehatan Wira.

“Wira harus makan yang banyak yah, makan apa aja supaya cepat sembuh, kalau sudah sembuh kan bisa main lagi sama adik dan teman-teman yang lain,” kata perawat kepada Wira yang saat itu berada dan tidak mau lepas dari pangkuan ayahnya.

“Ibu dan bapak juga harus bekerja sama bagaimana caranya Wira harus mau makan, harus dipaksakan ya karena kalau menuruti keinginan Wira yang tidak mau makan terus nanti kondisinya bisa menurun lagi, kalau bisa Wira juga jangan melakukan aktivitas yang terlalu berat dulu, tunggu sampai kesehatannya benar-benar pulih, “ tambah perawat.

Dan 2 hari berselang setelah mendapatkan kunjungan dari tim RST Dompet Dhuafa, Kamis kemarin Wira beserta ayahnya pun datang ke RST untuk kontrol ke dokter spesialis anak. Setelah mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis anak didapatkan hasil bahwa sesak nafas yang diderita oleh Wira akibat dari asap rokok yang dihirup olehnya. Ayah Wira memang seorang perokok, sehingga secara tidak langsung Wira pun sering menghirup asap rokok tersebut di rumahnya.

Dokter mengedukasi ayah Wira untuk menghentikan kebiasaan merokoknya, agar Wira tidak mengalami lagi sesak nafas di kemudian harinya.

Setelah diperiksa, dokter pun memberikan beberapa obat dan vitamin untuk Wira serta menyampaikan pesan kepada Ayah Wira untuk berhenti merokok demi kesehatan Wira. (tie/yhm)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,023 total views, 2 views today