Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

ETI, TEGAR MELAWAN TUMOR TULANG

Parung-Bogor. Perempuan yang usianya masih sangat muda dan produktif, Eti (17) harus dihadapkan  dengan suatu penyakit yang sangat ganas. Eti didiagnosa menderita penyakit Primary Bone Tumor Suspect Maligna (Tumor Tulang Dicurigai Keganasan).

“ Pada awalnya saya hanya merasa pegal – pegal di bagian tangan kanan, karena rasa pegalnya terus menerus terjadi akhirnya saya pun memeriksakan diri ke dokter di sebuah rumah sakit daerah di Bogor,“ kata Eti.

“ Setelah saya diperiksa, kemudian dokter meminta saya untuk melakukan rontgen agar tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan tangan kanan saya,dan ternyata setelah dilakukan rontgen diketahui kalau tulang di bagian tangan kanan saya ada yang patah dan harus diambil tindakan operasi” tambahnya.

Di dalam benak Eti yang saat itu sedang hamil, tentu saja tidak terbayang olehnya bahwa keluhan pegal yang selama ini ia rasakan ternyata harus berujung pada tindakan operasi yang biayanya tentu sangat besar.

“ Saya enggak menyangka kalau harus sampai dioperasi, dan karena biayanya juga terbatas jadi saya hanya berobat ke tukang urut di dekat rumah saja,” ungkap Eti.

Pasca diurut Eti menuturkan bahwa kondisinya bukan semakin membaik, tetapi sebaliknya. Di tangan bagian kanan Eti jadi muncul sebuah benjolan yang kira-kira ukurannya sebesar kelereng.

“ Dari sebesar kelereng, benjolan tersebut lama kelamaan dan dengan waktu yang sangat cepat semakin membesar sampai dengan sekarang, “ terang Eti.

Kala itu Eti pun tidak berdaya dengan kondisi kesehatannya, namun berkat bantuan dari salah seorang staf desa yang simpati terhadap kondisi Eti, akhirnya Eti dibantu untuk mengurus Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) agar dapat dibantu biaya pengobatan atas penyakitnya.

Pemeriksaan dan pengobatan pun dilakukan Eti ke sebuah rumah sakit swasta di Jakarta, namun setelah beberapa kali bolak-balik ke rumah sakit, pengobatan Eti sempat terhenti karena keterbatasan biaya akomodasi. Suami Eti yang berprofesi sebagai buruh bangunan tidak memiliki penghasilan yang pasti sementara Eti hanya seorang ibu rumah tangga.

Beruntunglah, pengobatan yang sempat terhenti beberapa lama akhirnya dapat berlanjut kembali setelah Eti lolos menjadi member di Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa yang ia dapatkan rekomendasinya dari seorang dokter di puskesmas dekat rumahnya.

Di RST Dompet Dhuafa Eti pun dirujuk dan didampingi  ke sebuah rumah sakit besar milik pemerintah  di Jakarta dan ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam (Internist) serta spesialis tulang (Sp. Orthopedia). Sampai dengan saat ini Eti terus menjalani kontrol dan pemeriksaan ultrasonografi (USG).

“ Selain itu, saya juga direncanakan untuk menjalani tindakan kemotherapy,” tambah Eti.

Eti menyampaikan bahwa ia harus tegar menghadapi cobaan ini, “ rasanya memang berat tapi saya harus tabah dan tegar, mudah-mudahan saya bisa segera sembuh agar saya dapat bekerja untuk membantu menghidupi kehidupan keluarga,”. (tie/yhm)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,206 total views, 2 views today