Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

MAEMUNAH, LUKA DIABETES YANG MEMBAIK

Parung-Bogor. Maemunah (49) sedang diberikan perawatan pada luka diabetes mellitus (DM) / kencing manis yang dideritanya di kaki bagian kiri saat kami temui di poli rawat luka Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa, kemarin 21 November 2013.

Sejak sekitar bulan April lalu Maemunah berobat ke RST Dompet Dhuafa, sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta.

“ Saya menderita penyakit diabetes ini sudah cukup lama, tapi awal mula lukanya ini karena saya jatuh di bulan Januari 2013. Setelah jatuh itu kondisi kaki kiri saya buruk sekali dan terasa sangat sakit,” kata Maemunah.

“Lalu saya pun sempat berobat ke sebuah rumah sakit di Jakarta. Disana saya dirawat selama 52 hari,” tambahnya.

Lamanya perawatan Maemunah di rumah sakit tersebut membuat ia dan suaminya kehabisan dana untuk melanjutkan pengobatan. Suami Maemunah yang saat ini telah pensiun hanya dapat membiayai untuk kehidupan mereka sehari-hari.

“ Untuk biaya sehari-hari pun terkadang kurang, jadi biasanya saya menerima pesanan untuk membuat kue  basah. Penghasilannya lumayan untuk menambah biaya hidup sehari-hari,” ungkap Maemunah.

Sempat bingung untuk dapat berobat kembali karena kehabisan dana, akhirnya berkat informasi yang ia dapatkan dari temannya, ia mendaftarkan diri untuk menjadi peserta di RST Dompet Dhuafa dan akhirnya Maemunah pun bisa mendapatkan pengobatan kembali.

“Kondisi luka diabetes di kaki kiri pasien saat pertama kali datang sebetulnya sudah bagus, tapi masih perlu untuk dirawat lagi,” kata perawat poli luka RST Dompet Dhuafa.

“Penanganan untuk luka diabetes pasien sendiri sampai dengan saat ini kami lakukan dengan perawatan luka modern, yaitu dengan penggunaan dressing modern seperti salep khusus luka, sehingga perawatan untuk lukanya tidak dilakukan setiap hari,” tambah perawat.

Setelah kurang lebih 7 bulan mendapatkan perawatan atas luka diabetesnya di RST, kini kondisi luka dii bagian kaki kiri Maemunah sudah mulai membaik.

“Saat pertama datang lukanya itu ±30cm dengan lebar  ±8cm dan sekarang Alhamdulillah luka diabetesnya sudah membaik, sudah mengecil dengan ukuran ±6cm, lebar ±4cm,” kata perawat.

Perawat pun menyampaikan bahwa “perawatan luka pasien sebetulnya melebihi target penyembuhan, dikarenakan ada faktor penghambatnya, yaitu tidak lancarnya aliran darah yang menyebabkan daerah sekitar luka menjadi kaku dan jaringan baru tidak mau tumbuh akibat dari aktivitas pasien yang aktif membuat kue untuk menambah penghasilan keluarganya, sehingga diperlukan waktu sedikit lebih lama untuk proses penyembuhannya,”.

“Alhamdulillah saya merasa bersyukur dan senang sekali, kondisi kaki saya saat ini sudah mulai membaik dari yang sebelumnya,” ungkap Maemunah.

Maemunah pun mengungkapkan bahwa  “ jika nanti luka diabetes saya ini sudah sembuh sepenuhnya saya berencana ingin mengadakan syukuran kecil-kecilan sebagai wujud syukur,” tambahnya. (tie/yhm)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

4,112 total views, 6 views today