Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

KEMBALI, RST DOMPET DHUAFA MENANGANI GIZI BURUK ANAK

Parung – Bogor. Ratna (8) terlihat sedang berada di pangkuan ibunya sambil sesekali menangis jika ia merasa kesakitan saat kami temui di ruang rawat inap anak Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa, Selasa 26 November 2013 kemarin.

Anak bungsu dari 11 bersaudara ini masuk ke RST Dompet Dhuafa sejak Senin malam tanggal 25 November 2013 lalu dan didiagnosa oleh dokter menderita gangguan gizi Marasmus Kwashiorkor dan anemia. Sebelum dibawa ke RST Dompet Dhuafa, Maryani ibu Ratna mengungkapkan bahwa Ratna sempat bolak-balik menjalani pengobatan ke puskesmas di dekat rumahnya di daerah Tenjo, Jasinga Bogor.

“Kalau dihitung, kira-kira Ratna sudah lebih dari 20 kali bolak-balik ke puskesmas selama sakit kurang lebih 4 tahun ini.” kata Maryani.

Memang sudah kurang lebih dari 4 tahun yang lalu Ratna menahan sakit atas penyakit yang dideritanya. Maryani menyampaikan bahwa “Ratna sakit-sakitan awalnya setelah ayahnya meninggal saat usianya 3 tahun, tadinya dia seperti anak seusianya, main kesana kemari sama temen – temennya, berat badannya juga 20kg lebih ada sih, tapi lihat sekarang berat badannya cuma 11kg,”.

Maryani yang selama ini berprofesi sebagai pedagang sayur keliling dengan penghasilan paling besar    Rp 30.000,00  ini pun hanya bisa membawa Ratna berobat ke puskesmas.

“Dari pertama sakit cuma panas, terus saya bawa ke puskesmas dan dikasih obat, tapi enggak lama sembuh dia sakit lagi, dan saya bawa lagi berobat ke puskesmas gitu aja seterusnya “ tambah Maryani

Selama 4 tahun sakit, Maryani pun bergantian dengan anak lelaki sulungnya menggendong Ratna dari rumah untuk berobat ke puskesmas dikarenakan sulitnya transportasi didesanya.

“4 tahun bolak-balik puskesmas Ratna cuma diperiksa dan diberikan obat tapi enggak sembuh-sembuh, lalu beberapa hari kemarin ada bidan di desa yg coba membawa Ratna ke sebuah rumah sakit daerah di Bogor tapi setelah diperiksa sama dokter bilangnya engga ada penyakitnya akhirnya saya pulang lagi ke rumah,” kata Maryani.

Pulang ke rumah tanpa hasil yang memuaskan karena tidak didiagnosa menderita penyakit apapun, Ratna yang pada malam itu kesakitan karena penyakitnya akhirnya dibawa ke RST Dompet Dhuafa oleh seorang kader kesehatan yang  tidak tega melihat kondisinya.

“Awal masuk kami tangani kegawatdaruratannya di IGD, ia masuk dalam keadaan lemas dan setelah diperiksa ternyata didapatkan diagnosa penyakit gangguan gizi Marasmus Kwasiorkor. Dan setelah menjalani pemeriksaan laboratorium juga diketahui Ratna menderita anemia,” ungkap dr.Melathi.

“Selain gangguan gizi dan anemia, di bagian paha sebelah kirinya juga terdapat luka dan benjolan yang disebabkan oleh infeksi,” tambahnya.

dr. Melathi pun menyampaikan bahwa “untuk penanganan terhadap pasien sendiri akan dilakukan terapi perbaikan gizi untuk menambah bobot tubuh agar ideal sesuai dengan usianya, sedangkan untuk penyembuhan penyakit gangguan gizi sendiri ideal waktu proses penyembuhannya adalah 2 bulan,”

Ratna merupakan pasien gangguan gizi ke 14 yang ditangani oleh RST Dompet Dhuafa. Selama lebih dari 1 tahun berdiri, RST Dompet Dhuafa telah menangani 36 kasus pasien gangguan gizi. Sebanyak 14 pasien ditangani di rawat inap dan sisanya merupakan pasien rawat jalan. Semoga Ratna merupakan pasien gangguan gizi (gizi buruk) terakhir dan tidak ada lagi kasus pasien gangguan gizi selanjutnya menyerang anak-anak Indonesia. (tie)

Kami menggugah hati anda untuk dapat membantu kesembuhan Ratna

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,083 total views, 1 views today