Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

EDUKASI TENTANG ASI SELAMA ANC

Hamil merupakan suatu keadaan yang seringkali menimbulkan rasa bahagia bagi pasangan suami istri yang menikah,namun apabila tidak dipersiapkan dengan baik maka dapat mengakibatkan keadaan yang dapat mengancam kematian bagi si ibu dan bayi. Sehingga, mutlak kiranya bagi setiap ibu hamil dengan dukungan dari suaminya serta keluarganya untuk melakukan Pemeriksaan Selama Kehamilan / Ante Natal Care (ANC) secara rutin sesuai dengan anjuran di bidan atau dokter.

Pelayanan pemeriksaan selama kehamilan (ANC) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu selama kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan yang lengkap, mencakup banyak hal yang meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik baik umum dan kebidanan, pemeriksaan laboratorium atas indikasi serta intervensi dasar dan khusus sesuai dengan resiko yang ada. ANC dilakukan minimal 1 kali dalam trimester I (usia kehamilan sampai 3 bulan), 1 kali dalam trimester II (usia kehamilan 3 – 6 bulan) dan 2 kali dalam trimester III (usia kehamilan 6 – 9 bulan). Dalam penerapan operasionalnya dikenal standar yang disebut dengan  ”7 T” pada pemeriksaan selama kehamilan yaitu  :

Pertama, (Timbang) berat badan dan ukur (tinggi badan), selalu dilakukan di setiap waktu ANC, cara dalam menimbang berat badannya (dalam kg) adalah tanpa sepatu dan memakai pakaian yang seringan-ringannya. Mengukur tinggi badan dapat dilakukan pada awal ANC saja, cara mengukur tinggi badan (dalam meter)  adalah dengan posisi tegak berdiri tanpa menggunakan sepatu dan dilakukan pengukuran. Kedua, ukur (tekanan) darah, dilakukan secara rutin setiap ANC, diharapkan tekanan darah selama kehamilan tetap dalam keadaan normal (120 / 80 mmHg).

Ketiga, (Tentukan) status gizi, untuk mengetahui status gizi ibu hamil, haruslah dilakukan beberapa pengukuran. Bidan / dokter saat pemeriksaan masa kehamilan akan melakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Pengukuran LILA dilakukan  dengan melingkarkan pita LILA sepanjang 33 cm, atau meteran kain dengan ketelitian 1 desimal (0,1 cm). Saat dilakukan pengukuran, ibuhamil pada posisi  berdiri dan dilakukan pada titik tengah antara pangkal bahu dan ujung siku lengan kiri, jika ibu hamil yang bersangkutan tidak kidal. Keempat,ukur (tinggi) fundus uteri, dimana secara sederhana, bidan atau dokter saat melaksanakan ANC pada seorang ibu hamil untuk menentukan usia kehamilan dilakukan pemeriksaan abdominal/perut secara seksama. Pemeriksaan dilakukan dengan cara  melakukan palpasi (sentuhan tangan secara langsung di perut ibu hamil) dan dilakukan pengukuran secara langsung  untuk memperkirakan usia kehamilan, serta bila umur kehamilan bertambah.

Kelima,(Tentukan) posisi janin dan denyut jantung janin. Dalam melakukan pemeriksaan fisik saat kehamilan, bidan / dokter akan melakukan suatu pemeriksaan untuk menentukan posisi janin, terutama saat trimester III atau menjelang waktu prediksi persalinan. Selain itu, akan dilakukan pula  pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ)  sebagai acuan untuk mengetahui kesehatan ibu dan perkembangan janin, khususnya denyut jantung janin dalam rahim. Keenam, pemberian imunisasi (Tetanus Toksoid) TT lengkap. Salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian bayi atau neonatus yang disebabkan oleh penyakit tetanus, maka dilakukan kegiatan pemberian imunisasi TT.

Ketujuh, lakukan (tes) laboratotium. Tes laboratorium sederhana yang dilakukan saat pemeriksaan kehamilan adalah pemeriksaan Hb untuk menilai status anemia atau tidak pada ibu hamil. Sebaiknya pemeriksaan Hb ini dilakukan sejak trimester I, sehingga apabila ditemukan kondisi anemia akan dapat segera diterapi dengan tepat. Anemia dapat diatasi dengan meminum tablet besi atau Tablet Tambah Darah (TTD). Kepada ibu hamil umumnya diberikan sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan. TTD mengandung 200 mg ferrosulfat, setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0.25 mg asam folat.

Apabila didapatkan resiko penyakit lainnya saat kehamilan seperti darah tinggi/hipertensi dan kencing manis/diabetes melitus, maka dapat dilakukan tes laboratorium lainnya seperti tes fungsi ginjal, kadar protein (albumin dan globulin), kadar gula darah dan urin lengkap.

Selama melakukan ANC, Bidan/Dokter hendaknya juga memberikan edukasi atau pengetahuan tentang Air Susu Ibu (ASI) kepada ibu hamil dan ayah dengan jelas dan tepat. Disampaikan bahwa ASI merupakan makanan dan minuman yang terbaik untuk bayinya, terutama saat bayi berusia 0-6 bulan, tidak diperlukan makanan dan minuman lainnya. Dianjurkan juga untuk  memotivasi pemberian ASI selama 2 tahun pada bayi mereka kelak, yaitu 0-6 bulan dengan ASI Eksklusif dan 6-24 bulan dengan MP-ASI. Bagi ibu hamil yang beragama Islam, dapat disampaikan bahwa menyusui bayinya dengan ASI adalah perintah dari Allah SWT,sehingga juga merupakan ibadah.

Edukasi tentang ASI yang sangat perlu disampaikan kepada para ibu hamil dan suaminya saat ANC adalah tentang manfaat ASI bagi ibu, bayi dan keluarga yang sangat luar biasa, kemudian tentang kerugian menggunakan susu formula. Edukasi dan motivasi kepada ibu hamil tentang penting dan manfaat dari Inisiasi Menyusui Dini (IMD) setelah proses persalinan selesai. Berikan penjelasan bahwa bayi baru lahir harus segera diletakkan di dada ibunya setelah dilahirkan, agar bayi mendapatkan kontak kulit langsung dengan ibunya dan bayi dapat mulai menyusui ASI dalam satu jam pertama setelah lahir.

Dilanjutkan tentang edukasi tehnik-tehnik menyusui yang nyaman dan tepat bagi ibu dan bayi, dibarengi dengan praktek menyusui. Sangat penting dijelaskan tentang mekanisme produksi ASI yang cukup pada sang ibu, agar memiliki pemahaman dan prilaku yang tepat dalam menyusui bayinya kelak. Menyusui ASI pada bayi haruslah sesuai dengan keinginan bayi agar dapat menghasilkan produksi ASI yang lebih banyak dan cukup, serta bayi harus disusui semau bayinya tanpa dibatasi dalam jumlah maupun frekuensi.

Edukasi pula bagaimana cara menyusui ASI saat ibu sedang bekerja, sehingga ASI tidak berhenti diberikan ketika ibu sudah mulai bekerja. Bagi seorang ibu yang bekerja, ketika bersama-sama dengan bayinya di rumah ia harus menyusui ASI pada bayinya sesering mungkin. Dan memerah ASI nya jika ibu berada di tempat kerja yang kemudian dapat disimpan di lemari es agar ASI dapat diberikan kepada bayi selama ibu di kantor dengan cara yang bersih dan aman serta tepat.

Dengan diberikannya edukasi tentang ASI pada ibu hamil selama ANC, diharapkan adanya pengetahuan dan pemahaman yang benar dan tepat tentang ASI. Sehingga, diharapkan terbentuknya prilaku yang benar dan tepat pula pada ibu dan bayinya, tentunya didukung oleh ayah dan keluarga lainnya, dalam menyusui ASI selama 2 tahun.

Mari kita galakkan ibu menyusui ASI kepada bayinya selama 2 tahun, untuk wujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas.

Para bidan dan dokter, inilah tugas dan peran kita yang mulia, penting dan luar biasa dalam mewujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas.

# dari berbagai sumber

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

2,774 total views, 3 views today