Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

AKHIR PENANTIAN SYAIMA

Parung-Bogor. Alhamdulillah, hanya kata syukur yang dapat Novi ucapkan melihat anak sulungnya Syaima yang kini telah berada di ruang rawat inap anak Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa pasca dilakukannya tindakan operasi atas penyakit hidrosefalus yang dideritanya Sabtu, 14 Desember 2013 lalu.

“Alhamdulillah, operasi berjalan dengan lancar saat ini menurut dokter spesialis anak, keadaan Syaima juga baik,” ungkap Novi.

“Setelah operasi hari sabtu lalu, Syaima masuk ke ruang ICU/HCU selama kurang lebih 2 hari, dan alhamdulillah karena keadaannya semakin membaik, Syaima kemudian dipindahkan ke ruang rawat inap anak,” tambah Novi.

Berdasarkan keterangan perawat ruangan, kondisi kesehatan Syaima saat ini relatif baik. Ia terlihat aktif dengan berputar-putar sambil terbaring di atas tempat tidurnya. Untuk makan sendiri Syaima sudah bisa makan – makanan yang lunak setelah sebelumnya hanya boleh minum susu dengan menggunakan botol susu.

Novi mengungkapkan bahwa ia merasa sangat khawatir dan takut detik-detik saat Syaima akan dioperasi.

“Ibu mana yang tidak merasa khawatir saat anaknya akan masuk ke ruang operasi. Saat itu saya hanya menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Saat itu dokter bilang operasinya kurang lebih 3 jam, tapi belum sampai 3 jam operasi sudah selesai dan dokter mengatakan bahwa operasinya lancar. Saat itu juga saya pun sujud syukur, berterima kasih karena doa-doa saya selama ini untuk Syaima dikabulkan oleh Allah SWT,” ungkap Novi.

“Dokter juga bilang, jika memang tidak ada infeksi/penyumbatan maka operasinya cukup dilakukan sekali seumur hidup saja dan selang yang terpasang pun akan mengikuti tinggi badan Syaima,”tambahnya.

Kurang lebih seminggu pasca operasi, tepatnya Jumat, 20 Desember 2013 lalu, Syaima pun melakukan kontrol ke dokter spesialis bedah syaraf di sebuah rumah sakit milik pemerintah di Jakarta. Dokter spesialis bedah di rumah sakit tersebut mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan Syaima pasca operasi relatif baik. Selasa kemarin, 24 Desember 2013 jahitan pasca dilakukannya operasi pun sudah dibuka disana.

“Selang yang terpasang di dalam tubuh Syaima memang akan menyerap cairan yang terdapat di dalam kepalanya, namun itu tidak akan membuat ukuran kepala Syaima mengecil dikarenakan usianya yang sudah dewasa saat dioperasi,” terang perawat.

“Harapan saya tentu ingin melihat Syaima bisa berbicara, namun untuk berbicara menurut dokter harapannya tipis, tapi untuk bisa duduk mungkin masih bisa dengan dilakukan terapi,” ungkap Novi.

“Namun dengan dioperasinya Syaima saja saya sudah sangat bersyukur karena kami sudah menanti ini sejak saat Syaima gagal untuk dioperasi waktu usianya 2 tahun,” tambahnya.

Setelah melewati kondisi perawatan pasca operasi di RST Dompet Dhuafa, akhirnya Syaima pun telah diperbolehkan pulang dan rawat jalan ke rumahnya di Solo.

Perawat ruang rawat inap anak RST menyampaikan bahwa “Kondisi Syaima sudah baik saat diperbolehkan pulang oleh dokter spesialis bedah syaraf. Hanya saja jika dalam jangka waktu tiga bulan ke depan terdapat keluhan, Syaima harus menjalani kontrol kembali ke Jakarta,”.

RST Dompet Dhuafa mengucapkan terima kasih kepada tim dokter spesialis bedah saraf yang telah bersedia melakukan tindakan operasi di RST serta terima kasih kepada para pembaca dan donatur yang telah menyumbangkan sebagian hartanya untuk kesembuhan pasien-pasien di RST.(tie)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

1,887 total views, 1 views today