Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

NENG HANIFAH, AKHIRNYA MENYERAH PADA MEDULLOBLASTOMA

Parung-Bogor. Tihat, wanita yang telah memasuki usia senjanya ini dipastikan sudah tidak bisa melihat keceriaan dan celotehan dari cucu kesayangannya Hanifah Rahmadani (8) atau yang akrab disapa Neng. Beberapa jam setelah pergantian tahun 2014, 01 Januari lalu, Neng Hanifah harus menyerah pada penyakit Medulloblastoma dan Pneumonia yang dideritanya.

Medulloblastoma adalah tumor ganas / kanker otak pada anak-anak yang terjadi di cerebellum yang merupakan bagian belakang otak yang mengontrol berjalan,keseimbangan dan koordinasi motorik. Jenis kanker ini memiliki kecenderungan untuk menyebar ke area lain dari otak dan sumsum tulang belakang. Kanker ini juga mempengaruhi Sistem Saraf Pusat (SSP), yang terdiri dari otak dan sum-sum tulang belakang.

Neng Hanifah memang sudah keluar masuk di Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa sejak bulan Maret 2013 lalu. Sejak saat itu kondisinya sempat membaik namun kemudian kembali melemah. Sebelum masuk dan dirawat kembali di RST Dompet Dhuafa karena penurunan kesadaran pada tanggal 13 Desember 2013, Neng Hanifah sempat menjalani beberapa kali rawat jalan ke dokter spesialis anak RST.

“Pasien masuk kembali ke RST dengan kondisi lemas dan penurunan kesadaran. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis anak, pasien didiagnosa menderita penyakit pneumonia, diare akut, dan dehidrasi ringan dengan riwayat penyakit sebelumnya yaitu makan kurang, demam, muntah dan medulloblastoma,” terang perawat rawat inap anak RST Dompet Dhuafa.

“Selama kurang lebih 14 hari pasien dirawat di RST dengan penurunan kesadaran, pasien telah mendapatkan penanganan berupa pemasangan infus, NGT, pemberian oksigen dan terapi medis,” tambahnya.

Perawat pun menjelaskan bahwa “masuk dengan kondisi koma, tindakan yang diambil untuk Neng Hanifah yaitu berupa tindakan paliatif atau mempertahankan keadaannya serta lebih berfokus pada penyakit pneumonia yang dideritanya. Selain itu, dokter pun menjelaskan kepada keluarga mengenai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi serta tindakan yang akan dilakukan untuk Neng Hanifa,”.

Sebagai seorang nenek yang sangat menyayangi cucunya, berkali-kali Tihat pun menyampaikan bahwa ia sudah berpasrah diri kepada Allah SWT mengenai kondisi kesehatan cucunya. “Kondisi Neng semakin hari semakin menurun, emak hanya bisa serahin semua sama Allah yang terbaik untuk Neng, kalau memang Neng harus diambil emak insyaallah sudah ikhlas,” ungkap Tihat.

“Kadar oksigen pasien terus menurun karena banyaknya lendir yang mengakibatkan terhambatnya jalan nafas pasien, namun setelah kita bantu dengan menyedot lendirnya kadar oksigennya naik kembali, namun beberapa jam kemudian kadar oksigennya kembali turun dan terus sampai akhirnya kita berikan inhalasi, selain itu tensi darah pasien juga terus menurun sampai pada jam 05.20 wib pasien menghembuskan nafas terakhirnya,”ungkap perawat.

Tepat di awal tahun 2014, beberapa jam setelah perayaan tahun baru di depan orang-orang yang mencintainya, Neng Hanifah pergi meninggalkan keceriaan, celotehan dan sejuta kenangan manis untuk orang-orang yang menyayanginya.

Saat ini sudah tidak ada lagi Neng Hanifah yang cerewet, ceria, dan memberikan kebahagiaan serta kesenangan bagi orang-orang yang berada di dekatnya. Gadis kecil itu kini telah berada di pelukan Sang Khalik, beristirahat dengan nyaman setelah berjuang melawan penyakit yang telah menggerogoti tubuhnya.(tie)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,581 total views, 1 views today