Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

MITOS VS FAKTA TENTANG ASI BAGIAN 2

Dari dahulu sampai sekarang, banyak sekali beredar di kalangan masyarakat mitos-mitos tentang bayi dan ASI, namun kali ini kita lanjutkan  membahas beberapa mitos dan fakta yang perlu diketahui berkaitan dengan ibu menyusui ASI kepada bayinya.

Mitos: Bayi yang mengalami diare tidak boleh diberi ASI.

Fakta: Tidak benar. Bayi diare justru harus tetap diberi ASI karena ASI mengandung 88% air sehingga ia tidak membutuhkan cairan lain. Bila diarenya sangat berat, bayi boleh diberi cairan oralit (yang diberikan dengan cangkir). Sebenarnya, bayi yang diberi ASI eksklusif hampir tidak pernah mengalami diare. ASI mengandung antibodi (zat kekebalan) imunoglobulin terhadap banyak infeksi dan mengandung sel darah putih (leukosit) hidup yang membantu memerangi infeksi. ASI juga mengandung lactobacillus bifidus, yaitu bakteri yang tumbuh dalam usus halus bayi, untuk mencegah bakteri berbahaya tumbuh dan terjadi diare.

Mitos: ASI yang keluar pertama kali harus dibuang, karena ASI lama (basi).

Fakta: Tidak benar. ASI yang keluar 5 – 7 hari pertama disebut kolostrum (susu jolong). Cairan jernih kekuningan itu mengandung zat putih telur atau protein tinggi dan zat anti-infeksi atau zat daya tahan tubuh (immunoglobulin) yang lebih tinggi daripada susu matang. Selain itu, juga mengandung laktosa atau hidrat arang dan lemak dalam kadar rendah sehingga mudah dicerna. Apabila kolostrum dibuang, maka bayi akan kurang atau tidak mendapatkan zat-zat pelindung terhadap penyakit infeksi.

Mitos : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan makanan dan susu formula, yang lain boleh.

Fakta :Tidak benar. ASI ekslusif berarti hanya memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh. Dan semua kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan terpenuhi oleh ASI saja.

Mitos : Pisang dapat membersihkan usus bayi dan dapat menyembuhkan diare pada bayi.

Fakta :Tidak benar. Pisang tidak dapat membersihkan usus bayi melainkan merusak, karena usus bayi belum sanggup mengolah makanan hingga usia 6 bulan. Dan makanan padat tidak dapat diolah oleh usus bayi hingga usia 6 bulan.

Mitos : Susu formula sama baiknya dengan ASI.

Fakta :Tidak benar. Tidak ada cairan lain apapun yang dapat menggantikan ASI.

Mitos : Susu formula membuat bayi lebih sehat.

Fakta :Tidak benar. Hanya jika diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan yang membuat bayi lebih sehat.

Mitos : Untuk perkembangan otak, susu formula lebih baik daripada ASI.

Fakta :Tidak benar. ASI mengandung AA/DHA yang sangat penting bagi pertumbuhan otak.

Mitos : Kombinasi ASI dan formula adalah yang terbaik bagi bayi.

Fakta :Tidak benar. Yang terbaik bagi bayi hingga usia 6 bulan adalah hanya menerima ASI saja.

Mitos : Agar bayi tidak kuning dan tidak demam, dapat diberi makanan atau minuman lain sebelum ASI keluar.

Fakta :Tidak benar. Bayi yang kuning harus banyak menerima sinar matahari pagi dan lebih sering diberi ASI.

Mitos : Jika bayi terus menangis berati ASI-nya kurang.

Fakta : Tidak benar. Bayi yang terus menangis belum tentu karena lapar, bisa disebabkan hal lain seperti pakaiannya yang basah dan lingkungan yang tidak nyaman. Jadi tidak perlu bayi diberikan makanan lainnya ketika diberikan ASI eksklusif.

Mitos : Bayi yang sedang sakit tidak boleh disusui.

Fakta :Tidak benar. Bayi yang sedang sakit harus lebih sering diberi ASI.

Mitos : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan tidak akan merugikan.

Fakta :Tidak benar. Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.

Mitos : Bayi baru lahir perlu diberikan air teh agar memiliki tenaga.

Fakta :Tidak benar. Pemberian air teh kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.

Mitos : Bayi baru lahir tidak dapat menyusu sendiri.

Fakta :Tidak benar. Bayi memiliki naluri kuat untuk mencari puting dalam satu jam pertama setelah lahir.

Mitos : Bayi harus dibungkus dan dihangatkan dibawah lampu selama dua jam setelah lahir.

Fakta :Tidak benar. Bayi bukan anak ayam. Kehangatan terbaik bagi bayi diperoleh melalui kontak kulit bayi ke kulit ibu, karena kehangatan tubuh ibu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Kontak kulit bayi ke kulit ibu membuat ASI semakin cepat keluar.

Mitos : Bayi kedinginan sehingga perlu dibedong.

Fakta :Tidak benar. Bayi baru lahir memang mudah kedinginan, sehingga perlu dipeluk kontak kulit ke kulit, diberi topi, lalu ibu bersama bayi diselimuti. Bedong bayi terlalu ketat akan membuatnya lebih kedinginan.

Mitos : Tenaga kesehatan belum sependapat tentang pentingnya memberi kesempatan IMD pada bayi yang lahir dengan operasi caesar.

Fakta : Mungkin, tapi adalah tugas orangtua untuk membela hak sang bayi. Tenaga kesehatan dapat diberi penjelasan, dan suami atau anggota keluarga dapat membujuk agar bayi dibiarkan untuk IMD.

Sebarkan informasi yang benar tentang menyusui dan ASI, dan mari kita galakkan ibu menyusui ASI kepada bayinya selama 2 tahun, untuk wujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas.

# dari berbagai sumber

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

2,786 total views, 2 views today