Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

AKSI LAYAN SEHAT RST & LKC DOMPET DHUAFA UNTUK KORBAN BANJIR

Parung – Bogor. Hujan yang mengguyur hampir di seluruh bagian wilayah Indonesia memang menjadi pusat perhatian dari banyak pihak saat ini. Betapa tidak, akibat intensitas hujan yang sangat tinggi beberapa bagian wilayah di Indonesia seperti Manado, Jambi, Jakarta dan beberapa kota penyangganya harus terendam banjir. Tak pelak akibat dari bencana banjir tersebut, ratusan jiwa pun harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dahsyatnya bencana banjir yang juga sempat memakan korban di beberapa daerah tersebut tentu saja menggerakan hati setiap insan di negeri ini. Datang dari hati dengan niat ingin berbagi nikmat sehat untuk korban banjir tersebut, Rumah Sehat Terpadu dan Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa pun mengunjungi daerah Kranji, Bekasi tepatnya di RW.06 Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi untuk menyelenggarakan aksi layan sehat.

Tim medis dari RST dan LKC Dompet Dhuafa pun memberikan pelayanan kesehatan untuk kurang lebih 150 orang korban banjir. Tidak hanya pelayanan kesehatan, sahabat bayi dari LKC pun hadir untuk memberikan makanan pendamping ASI bagi bayi dan balita.

Wati (54) warga sekitar menyampaikan bahwa “rumah saya sudah terendam banjir sejak satu minggu yang lalu, ketinggian banjirnya kurang lebih seperut orang dewasa. Semenjak banjir itu saya akhirnya mengungsi ke rumah teman yang letaknya lebih tinggi.”

“Alhamdulillah ada aksi layan sehat ini, karena dari kemarin saya menunggu bantuan kesehatan. Semenjak banjir itu saya kena kutu air, rasanya sakit sekali ada di kaki dan bagian paha sebelah kanan, untuk jalan pun saya jadi susah” tambahnya.

Pada aksi layan sehat yang diselenggarakan Rabu, 22 Januari 2014 lalu, penyakit kutu air memang menjadi penyakit yang banyak diderita oleh warga, khususnya orang dewasa sedangkan anak-anak lebih banyak menderita flu, batuk, dan demam.

Seorang siswa kelas 4 bernama Rizky (9) pun terpaksa tidak bersekolah semenjak banjir melanda rumahnya. Rizky juga harus merelakan baju seragam dan buku-buku pelajarannya rusak terkena banjir.

“Perasaannya ya sedih, pingin banjirnya tidak datang lagi,”katanya.

Tidak hanya Rizky, harapan yang sama pun disampaikan oleh Wati.

“Semoga saja banjir tidak datang lagi agar kami bisa bekerja dan anak-anak juga bisa bersekolah lagi,” ungkapnya.

Harapan Wati dan Rizky tentu saja menjadi harapan kita semua. Semoga banjir yang menggenangi rumah-rumah warga di Indonesia segera surut dan warga dapat beraktivitas normal kembali. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin (tie)

1,925 total views, 1 views today