Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

MANFAAT IMD YANG LUAR BIASA

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses bayi menyusui air susu ibu (ASI) segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). Dilakukan dengan cara membiarkan kulit ibu melekat pada kulit bayi (skin to skin) segera setelah persalinan, kontak kulit ini dibiarkan setidaknya selama satu jam atau sampai menyusui awal sekali.

Pemberian ASI pada jam pertama setelah selesainya proses persalinan akan dapat menekan  angka kematian bayi pada beberapa bulan pertama kehidupannya. Dan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi akan terjalin lebih baik, karena bayi siaga dalam 1-2 jam pertama.

IMD dapat membantu melatih motorik bayi dan sebagai langkah awal membentuk ikatan batin antara ibu dan bayi. Sentuhan dengan kulit saat IMD berlangsung mampu membentuk efek psikologis yang kuat diantara keduanya. Dengan terjadinya kontak kulit bayi dengan kulit si ibu, ternyata dapat memberikan banyak manfaat bagi bayi dan si ibu, terutama sekali adalah kontak cinta pertama yang membahagiakan dan menyenangkan, serta indah dan menakjubkan.

Beberapa manfaat yang akan didapatkan dari melakukan IMD saat  kontak kulit bayi ke kulit ibu adalah yang pertama, dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat karena kulit ibu akan menyesuaikan suhunya dengan kebutuhan bayi, sehingga muncul kehangatan saat menyusui dan menurunkan risiko kematian karena hypothermia (kedinginan).

Yang kedua, ibu dan bayi merasa lebih tenang, sehingga membantu pernafasan dan detak jantung bayi lebih stabil. Dengan demikian, bayi akan lebih jarang rewel sehingga mengurangi pemakaian energi. Lalu manfaat ketiga, bayi akan memperoleh bakteri tak berbahaya (bakteri baik) yang ada antinya di ASI ibu. Bakteri baik ini akan membuat koloni di usus dan kulit bayi untuk menyaingi bakteri yang lebih ganas dari lingkungan.

Keempat, bayi akan mendapatkan kolostrum (ASI pertama), cairan berharga yang kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) dan zat penting lainnya yang penting untuk pertumbuhan usus. Usus bayi ketika dilahirkan masih sangat muda, tidak siap untuk mengolah asupan makanan. Antibodi dalam ASI penting demi ketahanan terhadap infeksi, sehingga menjamin kelangsungan hidup sang bayi.

Kadar bilirubin akan lebih cepat normal dan mengeluarkan mekonium lebih cepat sehingga menurunkan kejadian badan kuning pada bayi baru lahir. Kadar gula dan parameter biokimia lain yang lebih baik selama beberapa jam pertama kehidupan bayi, itulah manfaat kelima dari IMD

Manfaat keenam dari kontak kulit bayi ke kulit ibu saat IMD adalah, bayi memperoleh ASI (makanan awal) yang tidak mengganggu pertumbuhan, fungsi usus, dan alergi. Makanan lain selain ASI mengandung protein yang bukan protein manusia (misalnya susu hewan), yang tidak dapat dicerna dengan baik oleh usus bayi.

Lalu ketujuh, sentuhan, kuluman/emutan, dan jilatan bayi pada puting ibu akan merangsang keluarnya hormon oksitosin yang penting karena menyebabkan rahim berkontraksi membantu mengeluarkan plasenta dan mengurangi perdarahan ibu, serta merangsang hormon lain yang membuat ibu menjadi tenang, rileks, dan mencintai bayi, lebih kuat menahan sakit/nyeri (karena hormon meningkatkan ambang nyeri), dan timbul rasa sukacita/bahagia. Keluarnya hormon oksitosin juga akan merangsang pengaliran ASI dari payudara, sehingga ASI matang (yang berwarna putih) dapat lebih cepat keluar.

Dan yang kedelapan, bayi yang diberikan mulai menyusui dini akan lebih berhasil menyusui ASI eksklusif dan mempertahankan menyusui setelah 6 bulan sampai bayi berumur 2 tahun. IMD dapat membantu merangsang produksi ASI, sehingga meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Bayi yang diberi IMD minimal satu jam,  59 % di antaranya akan tetap menyusui hingga usia enam bulan,namun jika tidak dilakukan IMD, hanya 18 % bayi yang masih menyusui pada usia tersebut. Bahkan, 38 % bayi yang mendapat IMD masih menyusui hingga berusia satu tahun,sedangkan yang tidak mendapat IMD, cuma 8 % yang menyusui hingga usia satu tahun.

Bayi yang lahir normal namun dipisahkan dari ibunya, ternyata 50% diantaranya tidak bisa menyusui sendiri. Bayi yang lahir dengan obat-obatan dan tidak dipisahkan dari ibu, tidak semua dapat menyusui, namun bayi yang lahir dengan obat-obatan atau tindakan dan dipisahkan dari ibunya, ternyata 100% tidak dapat menyusui sendiri.

Manfaat kesembilan dengan dilakukannya IMD dan terjadinya kontak kulit bayi dengan kulit ibu yaitu pada ibu akan  merangsang produksi hormon oksitosin dan prolaktin. Dimana hormon oksitosin bertugas dalam membantu kontraksi uterus sehingga perdarahan pasca persalinan lebih rendah, merangsang pengeluaran kolostrum dan ibu lebih tenang dan lebih tidak merasa nyeri pada saat plasenta lahir dan prosedur pasca persalinan lainnya.

Sedangkan tugas dari hormon prolaktin adalah untuk meningkatkan produksi ASI, dapat membantu ibu mengatasi stres. Mendorong ibu untuk tidur dan relaksasi setelah bayi selesai menyusui dan dapat menunda ovulasi.
Penting sekali mengetahui dan memahami bahwa bayi baru lahir harus segera diletakkan di dada ibunya untuk dipeluk setelah dilahirkan. Bayi harus mendapatkan kontak kulit dengan ibunya dan bayi mulai menyusui dalam 1 (satu) jam pertema setelah lahir. Hal ini dilakukan dengan IMD, harus direncanakan sejak masa-masa kehamilan antara petugas kesehatan dan si ibu beserta keluarganya, sehingga ketika tiba waktu proses persalinan, IMD dapat dilaksanakan dengan baik dan benar.

Mari kita galakkan ibu menyusui ASI kepada bayinya selama 2 tahun, untuk wujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas, serta keluarga yang bahagia dan sejahtera. Awali pemberian ASI dengan melakukan IMD dengan baik dan benar.

# dari berbagai sumber

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

1,746 total views, 1 views today