Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

SEBERKAS SINAR TERANG UNTUK AGUS

Parung-Bogor. Keterbatasan penglihatan yang dialaminya sejak bulan Juli 2013, telah membuat Agus Yulianto (36) kehilangan mata pencahariannya. Saat ini Agus hanya dapat berada di rumah tanpa produktif lagi untuk mencari nafkah bagi istri dan ketiga anaknya. Agus didiagnosa menderita glaukoma sekunder oleh dokter spesialis mata.

Glaukoma merupakan  salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang muncul secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta. Hal ini disebabkan karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati. Sedangkan glaukoma sekunder adalah salah satu jenis dari penyakit glaukoma. Glaukoma sekunder disebabkan oleh kondisi lain seperti katarak, diabetes, trauma, arthritis maupun operasi mata sebelumnya.

Agus pun mengungkapkan bahwa pada bulan Juli 2013 ia pernah mendapatkan tindakan operasi katarak pada mata kanannya di salah satu rumah sakit di Jakarta. Sesaat setelah mendapatkan tindakan operasi tersebut, Agus sempat merasakan kejernihan penglihatan pada mata kanannya dan juga dapat melepas kacamatanya. Namun itu hanya berlangsung sebulan saja.

“Bulan September 2013, saya merasa mata saya terkena debu yang menyebabkan penglihatan menjadi samar-samar seperti kabut asap,”ujarnya.

Mendapatkan kondisi matanya seperti itu, Agus pun segera memeriksakan kembali matanya ke dokter di rumah sakit yang sama saat ia operasi katarak.

“Karena kondisi mata saya memburuk, akhirnya saya pun dirujuk ke dokter spesialis mata di salah satu rumah sakit pemerintah di Jakarta,” tambahnya.

Di rumah sakit milik pemerintah tersebut, Agus pun harus mendapatkan kenyataan yang pahit.

“Ternyata retina mata kanan saya juga rusak. Saat dokter menyarankan agar mata kanan saya ini dioperasi,” ungkap Agus.

Menjalani tindakan operasi kembali untuk mata kanannya, hasil yang kurang baik ternyata harus dialami oleh Agus.

“Pasca operasi itu saya merasakan sakit di kepala dan mata kanan saya, setelah dicek kembali ke dokter ternyata didapatkan tekanan bola mata tinggi di mata saya,” ujar Agus.

Tekanan bola mata tinggi pada mata kanannya pun mengharuskan Agus untuk menjalani tindakan operasi implant mata sesuai dengan anjuran dokter.

“Dokter spesialis mata menyarankan agar segera dilakukan operasi implant pada mata kanan saya untuk mempertahankan penglihatan,” ungkapnya.

Saat itu, pria yang tinggal di daerah Jatinegara, Jakarta Timur tersebut pun merasa amat bingung dengan keputusan dokter yang mengharuskan dirinya untuk segera menjalani tindakan operasi implant mata dengan biaya kurang lebih Rp 5.800.000,00.

“Semenjak retina mata kiri rusak dan tidak bisa melihat lagi, serta penglihatan mata kanan yang samar-samar, saya telah telah berhenti bekerja sebagai seorang supir, “ujar Agus.

“Saat itu saya berpikir, saya saja tidak bekerja lalu darimana saya harus membiayai operasi tersebut, sedangkan jaminan kesehatan yang saya punya hanya bisa untuk pengobatan saja ” tambahnya.

Karena keterbatasan biaya, sampai dengan saat ini Agus pun belum dapat menjalani  tindakan operasi implant mata yang sangat dibutuhkannya. (tie)

Kami menggugah hati Anda untuk membantu biaya operasi implant mata Agus.

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

Contact Person Bag. FundRaising RST Dompet Dhuafa

Fia : 087872443832

1,693 total views, 1 views today