Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

IMD PADA SC DAN GEMELLI

Inisiasi Menyusui Dini (IMD)adalah proses bayi menyusui air susu ibu (ASI) segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). Dilakukan dengan cara membiarkan kulit ibu melekat pada kulit bayi (skin to skin) segera setelah persalinan, kontak kulit ini dibiarkan setidaknya selama satu jam  atau sampai menyusui awal sekali.

Menyusui satu jam pertama kehidupan yang diawali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan sebagai indikator global dan sekaligus kontak cinta pertama antara seorang ibu dengan bayinya. Dan melakukan IMD sangatlah memungkinkan pada setiap jenis persalinan, bukan hanya persalinan normal. Kita ketahui bahwa proses persalinanterbagi atas dua jenis, yaitu persalinan per-vaginam (biasa diketahui sebagai persalinan normal) dan persalinan per-abdominam (biasa disebut dengan operasi caesar / SC).

Berikut ini adalah Prosedur IMD pada persalinan dengan operasi caesar, yaitu :

  1. Sangat dianjurkan suami atau keluarga untuk mendampingi  ibu di kamar operasi atau di kamar pemulihan.
  2. Begitu lahir diletakkan di meja resusitasi untuk dinilai dan dikeringkan secepatnya terutama bagian kepalanya tanpa menghilangkan vernix; kecuali tangannya. Lalu bersihkan mulut dan hidung bayi, dan tali pusar diikat.
  3. Kalau bayi tak perlu diresusitasi, maka bayi dibedong, dibawa ke ibu untuk diperlihatkan kelaminnya pada ibu kemudian mencium ibu.Kemudian tengkurapkan bayi di dada ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Kaki bayi agak sedikit serong/melintang menghindari sayatan operasi. Bayi dan ibu diselimuti serta bayi diberi topi.
  4. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi mendekati puting dan biarkan bayi mencari puting sendiri. Biarkan kulit bayi bersentuhan dengan kulit ibu paling tidak selama satu jam, bila menyusu awal selesai sebelum 1 jam; tetap kontak kulit ibu-bayi selama setidaknya 1 jam.
  5. Bila bayi menunjukan kesiapan untuk minum, bantu ibu dengan mendekatkan bayi ke puting ibu tapi tidak memasukkan puting ke mulut bayi. Bila dalam 1 jam belum bisa menemukan puting ibu, beri tambahan waktu melekat padadada ibu, selama 30 menit atau 1 jam lagi.
  6. Bila operasi telah selesai, ibu dapat dibersihkan dengan bayi tetap melekat didadanya dan dipeluk erat oleh ibu.Kemudian ibu dipindahkan dari meja operasi ke ruang pulih (RR) dengan bayi tetap di dadanya.
  7. Bila ayah tidak dapat menyertai ibu di kamar operasi, diusulkan untuk mendampingi ibu dan mendoakan anaknya saat di kamar pulih.Lakukan RAWAT GABUNG,dimana ibu – bayi dirawat dalam satu kamar, bayi dalam jangkauan ibu selama 24 jam dan berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis, serta tidak diberi dot atau empeng.

Apabila saat dilakukan operasi caesar dengan pembiusan secara spinal dan ibu tetap sadar, maka prosedur di atas dapat dilakukan dengan segera. Namun, apabila dilakukan pembiusan (anestesi) umum, maka sang ayah dapat melakukan kontak kulit dengan kulit bayi saat menunggu ibu selesai operasi. Bila kontak ditunda, bayi dapat dimasukan ke dalam inkubator. Inisiasi menyusui dini dapat dilakukan setelah kondisi ibu dan bayi stabil.

Pada ibu hamil gemelli (kembar), kegiatan IMD tetap dapatlah dilakukan dengan baik, benar dan nyaman. Berikut ini adalah prosedurnya, yaitu :

  1. Sangat dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu di kamar bersalin.Saat bayi pertama lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya; tanpa menghilangkan vernix. Mulut dan hidung bayi dibersihkan, serta tali pusar diikat.
  2. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, bayi di tengkurapkan di dada-perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu dan mata bayi setinggi puting susu. Keduanya diselimuti dan bayi dapat diberi topi.
  3. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi. Biarkan bayi mencari puting sendiri.
  4. Bila ibu merasa akan melahirkan bayi kedua, berikan bayi pertama pada ayah. Ayah memeluk bayi dengan kulit bayi melekat pada kulit ayah seperti pada perawatan metoda kanguru. Keduanya ditutupi baju ayah.
  5. Bayi kedua lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya; tanpa menghilangkan vernix. Mulut dan hidung bayi dibersihkan, serta tali pusar diikat.
  6. Bila bayi kedua tidak memerlukan resusitasi, bayi kedua ditengkurapkan di dada-perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Letakkan kembali bayi pertama didada ibu berdampingan dengan saudaranya, Ibu dan kedua bayinya diselimuti. Bayi – bayi dapat diberi topi.
  7. Biarkan kulit kedua bayi bersentuhan dengan kulit ibu selama paling tidak selama 1 jam, bila menyusui awal terjadi sebelum 1 jam, tetap biarkan kulit ibu – bayi bersentuhan sampai setidaknya 1 jam.
  8. Bila dlm 1 jam menyusui awal belum terjadi, bantu ibu dengan mendekatkan bayi ke puting ibu tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. Beri waktu tambahan 30 menit atau 1 jam lagi kulit melekat pada kulit.
  9. Lakukan RAWAT GABUNG, dimana ibu – bayi dirawat dalam satu kamar, dalam jangkauan ibu selama 24 jam..Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis, serta tidak diberi dot atau empeng

Mari kita galakkan ibu menyusui ASI kepada bayinya selama 2 tahun, untuk wujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas, serta keluarga yang bahagia dan sejahtera.

# dari berbagai sumber

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

3,226 total views, 1 views today