Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

CITA-CITA SYAUQI UNTUK MENJADI USTAD

Parung – Bogor. Masih ingatkah sahabat dengan bocah kecil nan menggemaskan ini? Tubuh mungilnya yang tinggal kulit berbalut tulang saja tentu menyita perhatian siapapun yang melihatnya. Didiagnosa menderita penyakit genetik yang langka, yaitu Osteogenesis Imperfecta disertai Malnutrisi (gangguan gizi), tidak terlihat raut kesedihan di wajah Ahmad Lutfi Syauqi (9).

Osteogenesis Imperfecta (OI) secara harfiah berarti “tidak sempurna tulang yang terbentuk.” Penyakit ini adalah penyakit genetik langka ditandai dengan tulang yang mudah patah. Penyakit ini pun merusak kemampuan tubuh untuk membuat tulang kuat. Orang yang menderita OI memiliki tulang yang mudah patah dan bisa patah ratusan tulang selama hidupnya.

Setelah pernah mendapatkan perawatan di Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa pada bulan September 2013 lalu dan telah mendapatkan penanganan berupa tindakan operasi penaganan patah tulah pada bagian tangan sebelah kanan, Syauqi pun dirujuk oleh RST Dompet Dhuafa ke salah satu rumah sakit milik pemerintah di Jakarta untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan lebih lanjut.

Di rumah sakit tersebut Syauqi sempat mendapatkan perawatan dan menjalani pemeriksaan bone survey yaitu pemeriksaan radiologi untuk menilai keadaan organ tulangnya. Selain bone survey, Syauqi juga telah mendapatkan obat melalui infus untuk menguatkan tulangnya.

Meskipun telah mendapatkan beberapa tindakan atas penyakit yang diderita oleh anaknya, namun Rosmiati, ibunda Ahmad Syauqi merasa kurang mendapatkan pelayanan secara optimal.

“Karena saya merasa Syauqi kurang mendapatkan pengobatan yang optimal, akhirnya saya meminta untuk pulang dan rawat jalan saja,” ujar Rosmiati.

Beberapa bulan berselang setelah pulang dan rawat jalan, berkat bantuan dari donatur, Syauqi pun akhirnya dapat menjalankan perawatan kembali ke dokter spesialis endokrin di sebuah rumah sakit di Jakarta. Disana Syauqi mengulang kembali pemeriksaan bone survey dan menjalani pemeriksaan bone marrow density untuk mengetahui kepadatan mineral tulangnya.

“Dari pemeriksaan bone marrow density didapatkan hasil diagnosa osteogenesis imperfecta pada Syauqi,” ucap perawat rujukan RST Dompet Dhuafa yang selama ini mendampingi pengobatan rawat jalan Syauqi.

“Dari hasil pemeriksaan tersebut, Syauqi sudah dijadwalkan untuk masuk rawat inap pada tanggal 15 April 2014 mendatang di salah satu rumah sakit milik pemerintah di Jakarta untuk mendapatkan obat penguat tulang yang diberikan melalui infus,” tambahnya.

Penyakit Osteogenesis Imperfecta yang diderita oleh Syauqi mengharuskan ia untuk mendapatkan obat penguat tulang tiap 6 bulan sekali dengan kisaran biaya obat ± Rp 4.000.000,00 (empat juta rupiah).

Pengobatan Syauqi pun masih akan melalui proses yang sangat panjang. “Menurut dokter untuk kedepannya mungkin akan diambil tindakan operasi untuk Syauqi, namun itu juga harus menunggu kondisi tulang Syauqi kuat telebih dahulu,”ujar perawat rujukan.

“Dokter juga mengungkapkan jika harus diambil tindakan operasi tentu memerlukan biaya ratusan juta mengingat begitu banyak titik tubuh Syauqi yang kondisi tulangnya harus diperbaiki,”tambahnya.

Sampai dengan saat ini keadaan Syauqi sendiri relatif sehat. Ia masih mengkonsumsi vitamin/suplemen untuk tulangnya setiap hari ditambah dengan susu yang diberikan oleh RST Dompet Dhuafa untuk menambah kalori dan protein tubuhnya.

Dibalik kondisi penyakit bawaan yang dideritanya, tidak terlihat raut kesedihan di wajah Syauqi. Anak kecil yang memiliki karakter ceria, ramah, namu pemalu tapi dan mudah dekat dengan orang yang baru dikenalnya ini pun seakan tidak menjadikan penyakitnya tersebut sebagai beban. Cita-cita Syauqi untuk menjadi seorang ustad saat dewasa kelak pun sungguh merupakan cita-cita mulia yang ingin ia wujudkan. (tie/yhm)

Kami menggugah hati anda untuk membantu kesembuhan Ahmad Lutfi Syauqi

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BCA Cab. Pondok Indah 237.304.5454)

Wakaf (Bank Syariah Mandiri 004.013.8118)

2,260 total views, 2 views today