Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

MENGATASI SAKIT MAAG TANPA OBAT

Maag, atau dalam bahasa medisnya sering disebut dengan dispepsia, merupakan suatu sensasi ketidaknyamanan, berupa nyeri, kembung, atau sensasi panas seperti terbakar, di daerah perut, seringkali di ulu hati. Kata dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pencernaan yang jelek”. Per definisi dikatakan bahwa dispepsia adalah ketidaknyamanan bahkan hingga rasa nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas.

Pada seseorang dengan gejala maag yang berat dan lama, dapat terlihat adanya penurunan berat badan, muntah persisten, nyeri perut yang terus menerus, kesulitan menelan makanan, atau bahkan dapat ditemukan adanya darah pada tinja dan saat muntah (mukosa lambung terluka dan mengeluarkan darah sehingga gejala yang timbul adalah kotoran buang air besar yang berwarna hitam serta muntah darah atau berwarna seperti kopi)

Berdasarkan penelitian, 15-30% orang dewasa pernah mengalami sakit maag dalam beberapa hari. Dr. Ari Fachrial Syam, dokter Penyakit Dalam bagian Pencernaan mendapatkan 50% orang Indonesia memiliki penyakit maag. Di negara barat sendiri, banyaknya orang yang menderita sakit maag 7-41%, tetapi hanya 10-20% yang pergi ke pusat kesehatan untuk mencari pertolongan medis.

Maag dapat disebabkan oleh makanan dan minuman, obat-obatan, gangguan fungsi pencernaan saluran cerna, infeksi, penyakit di luar saluran cerna, atau karena stress psikologis. Makanan dan minuman yang dapat menyebabkan maag antara lain makanan berlemak tinggi, jamu-jamuan kopi dan alkohol yang terlalu banyak. Makan terlalu cepat atau terlalu banyak juga dapat menyebabkan sakit maag. Pola makan yang tidak teratur juga dapat menyebabkan sakit maag. Lambung yang kosong dapat menyebabkan iritasi lambung akibat produksi asam lambung yang berlebih. Obat-obatan yang dapat menyebabkan sakit maag antara lain obat anti radang, obat anti nyeri, antibiotik, obat anti hipertensi, obat golongan kortikosteroid, dan lain-lain.

Sekarang ini, hampir semua orang mengatasi maag dengan obat. Sebaliknya, untuk mengatasi maag tidak harus selalu menggunakan obat, terutama untuk maag yang disebabkan karena makanan, minuman dan kadang yang disebabkan karena obat-obatan. Pengobatan penyakit maag tanpa menggunakan obat-obatan adalah dengan modifikasi gaya hidup dan perilaku makan.

Yang paling sederhana adalah dengan mengatur pola makan. Pola makan yang teratur akan mencegah pengosongan lambung yang terlalu lama dan iritasi lambung akibat produksi asam lambung. Selain itu, seseorang dengan sakit maag perlu menghindari beberapa makanan, antara lain: makanan yang mengandung lemak yang tinggi, makana yang dapat menimbulkan gas di lambung seperti kol, kubis, kentang, dan lain-lain, makanan yang terlalu pedas, minuman beralkohol dan kafein.

Selain makanan, seseorang dengan penyakit maag harus menghindari jamu-jamuan dan obat-obatan yang dapat mengiritasi lambung seperti yang sudah disebutkan di atas. Mengelola stress psikologis dapat membantu menghindari kambuhnya gejala maag. Dengan demikian, diharapkan tanpa menggunakan obat-obatan, gejala maag dapat teratasi.

#dari berbagai sumber

disusun oleh dr. Yahmin Setiawan, MARS (Direktur Utama RST Dompet Dhuafa)

1,971 total views, 4 views today