Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

KENALI SAKIT KEPALA KITA

Kebanyakan dari kita pernah mengalami sakit kepala, ada yang sewaktu-waktu, ada juga yang hilang timbul. Sakit kepala ini merupakan salah satu keluhan yang paling sering disampaikan seseorang saat berobat ke dokter. Rasa sakit yang dirasakan masing-masing orang berbeda-beda, ada yang ringan dan ada yang berat, ada yang hanya sebelah tapi juga ada yang seluruh bagian kepala. Dengan mengetahui tipe sakit kepala yang kita alami, kita bisa tahu mengobatinya, dan yang lebih penting, bisa mencegahnya agar tidak berulang.

Sakit kepala bisa sangat mengganggu kegiatan sehari-hari, bahkan menyebabkan tidak dapat melakukan kegiatan di rumah, sekolah atau kantor. Pada umumnya, sakit kepala yang dikeluhkan oleh pasien dapat dibagi menjadi tiga tipe yaitu, tipe migrain, tension-type, dan tipe klaster.

Ketiga tipe sakit kepala tersebut dapat dibedakan dari gejala-gejala yang dirasakan atau dialami.

Tipe migrain memiliki gejala sebagai berikut :

  • Seperti ditusuk-tusuk, berdenyut
  • Di satu sisi kepala
  • Diperburuk dengan aktivitas fisik, melihat cahaya, mendengar suara
  • Disertai mual-muntah
  • Dapat diawali dengan gejala saraf, seperti melihat kilatan cahaya, bintik buta kesemutan, kelemahan sesisi
  • Pernah ada keluhan serupa

Sedangkan tension-type gejalanya sebagai berikut :

  • Seperti ditekan, kencang, terasa hingga ke leher
  • Di kedua sisi kepala
  • Tidak memburuk dengan aktivitas fisik, melihat cahaya, ataupun mendengar suara
  • Tidak disertai mual-mual

Untuk tipe klaster, gejalanya adalah :

  • Nyeri berat, sebelah
  • Nyeri di sekitar mata
  • Disertai mata merah, mata berair, hidung tersumbat, dahi, mata, dan wajah bengkak
  • Biasanya pada negara 4 musim, jarang ditemukan di Indonesia

Ketiga tipe sakit kepala tersebut tidak disebabkan oleh adanya penyakit lain, sehingga tidak membahayakan. Adanya nyeri pada sekelompok orang tetapi tidak pada orang lain menunjukkan peranan kerentanan individual. Sakit kepala tipe migrain muncul karena pembuluh darah di otak mengalami spasme dan pembukaan sementara. Sakit kepala tension-type muncul karena  tegangnya otot sekitar kepala dan leher. Sedangkan sakit kepala tipe klaster disebabkan karena rangsangan pada saraf trigerminus, yang memperantarai nyeri di wajah.

Serangan sakit kepala dapat diredakan dengan meminum obat antinyeri dan istirahat. Tetapi, ingat bahwa mencegahnya sebenarnya bisa sangat sederhana. Pola hidup sehat, seperti makan cukup gizi dan teratur, tidur cukup, olahraga rutin, dan mengurangi stress telah terbukti dapat mencegah timbulnya sakit kepala.

Mengenali pemicu masing-masing orang juga dapat membantu menghindari munculnya sakit kepala. Sakit kepala tipe migrain, misalnya, dapat dipicu oleh terlambat makan, kurang tidur, konsumsi keju, coklat, teh, dan menstruasi. Sedangkan sakit kepala tension-type biasanya berhubungan dengan stres fisik dan emosional. Jika sakit kepala Anda dirasa sangat sering berulang, kunjungi dokter untuk mencari tahu apakah Anda perlu mengkonsumsi obat untuk mencegah sakit kepala.

Anti nyeri seperti parasetamol dan ibuprofen adalah obat pilihan untuk meredakan keluhan sakit kepala yang dirasakan atau dialami. Ibuprofen memiliki efek antiradang yang lebih kuat sehingga dapat memberikan efek pengobatan yang lebih bagi nyeri tension-type. Tetapi, ibuprofen tidak disarankan jika Anda yang rentan gangguan lambung. Kafein mempengaruhi pembuluh darah, sehingga meminum kopi dapat mengurangi intensitas migrain.

Walaupun rasa sakitnya bisa sangat hebat, ketiga sakit kepala tersebut tidak berbahaya. Bila Anda mengalami rasa sakit yang tidak sesuai dengan gambaran ketiga jenis sakit kepala tersebut, atau pola sakit kepala Anda berubah dan menjadi lebih sering, atau sakit kepala Anda disertai gejala lain seperti demam dan penurunan kesadaran, periksakan diri Anda ke dokter.

#dari berbagai sumber

disusun oleh dr. Yahmin Setiawan, MARS (Direktur Utama RST Dompet Dhuafa)

1,640 total views, 2 views today